Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Hukum

Roni Korban Pemukulan Dugaan Bos PETI di Lokasi PETI Menggunakan Alat Berat Excavator Minta Segera Diproses Hukum

434
×

Roni Korban Pemukulan Dugaan Bos PETI di Lokasi PETI Menggunakan Alat Berat Excavator Minta Segera Diproses Hukum

Sebarkan artikel ini

Keta­pang, SniperNew.id — Kasus pemuku­lan oleh oknum peker­ja di Lokasi Penam­ban­gan Emas Tan­pa Izin (PETI) yang diala­mi Roni Pra­ma­ta (27) pada hari Rabu (05/11/2024) lalu, terus berlan­jut. Penyidik dari Kepolisian Resor (Pol­res) Keta­pang telah memang­gil sak­si- sak­si diantaranya bos tam­bang Saudara M.

Kor­ban pemuku­lan yang berna­ma Roni Pra­ma­ta men­gatakan bah­wa dirinya sak­si dan pak Masir­at telah dipang­gil oleh pihak penyidik Pol­res Keta­pang untuk dim­intai keteran­gan.

“Benar bah­wa dirinya dan sak­si telah dipang­gil oleh penyidik ter­ma­suk bos PETI atas nama pak Masir­at pada beber­a­pa wak­tu lalu,” kata Roni Pra­ma­ta saat diwawan­car­ai awak media, Senin (23/12/2024).

Roni Pra­ma­ta juga menyam­paikan bah­wa pihak penyidik telah mem­ber­i­tahukan bah­wa sete­lah pemerik­saan sak­si-sak­si, sete­lah Natal dan Tahun Baru 2025 akan dilak­sanakan gelar perkara.

  Perlibas Minta Kapolda Aceh Selidiki Terkait Isu Intimidasi Terhadap Keluarga Mahasiswa Aceh Tenggara

“Infor­masi dari penyidik Pol­res Keta­pang pada bulan Jan­u­ari 2025 akan dilak­sanakan gelar perkara, untuk Tem­pat Keja­di­an Perkara (TKP) gelar perkara ini belum tahu dimana. Saya berharap gelar perkara dilakukan di lokasi PETI sesuai TKP pemuku­lan yang menim­pa saya,” ujarnya.

Ia juga berharap agar pihak kepolisian dap­at mene­gakkan hukum sesuai atu­ran yang berlaku, dan secepat­nya menan­gani kasus yang menim­pa dirinya.

“Saya berharap pihak kepolisian segera menye­le­saikan kasus yang meni­pa daya di lokasi tam­bang ile­gal yang terke­san ditun­da tun­da. Saya juga mem­inta kepa­da pihak Pol­res Keta­pang untuk melakukan gelar perkara di lokasi yang sebe­narnya,” hara­p­nya.

Sat­u­an Reserse dan Krim­i­nal (Satreskrim) melalui Penyidik Pol­res Keta­pang juga mem­be­narkan bah­wa pros­es pemang­gi­lan ter­hadap sak­si-sak­si terkait kasus pemuku­lan ter­hadap Roni Pra­ma­ta telah dipang­gil.

“Benar mas, kemarin kami telah memang­gil beber­a­pa sak­si-sak­si ter­ma­suk saudara M juga sudah kami mintai keteran­gan, saya juga sudah men­je­laskan kepa­da kor­ban (Roni Pra­ma­ta). Untuk gelar perkara akan dilakukan sete­lah Nataru atau Jan­u­ari 2025, lebih jelas­nya bisa Abang tanyakan kepa­da kor­ban,” ucap Andry Siman­jun­tak saat dikon­fir­masi melalui tele­pon, Senin (23/12/2024).

  Negara Terima Rp6,6 Triliun dari Rampasan Hukum Kejagung

Andry menu­turkan bah­wa jika awak media ingin menayangkan sebuah pem­ber­i­taan terkait kasus terse­but agar melakukan izin kepa­da Kasatreskrim Pol­res Keta­pang, dirinya hanya mem­berikan gam­baran saja kewe­nan­gan ada di Pimp­inan.

“Jika ingin menanyakan pem­ber­i­taan silahkan Abang menghubun­gi atau izin Kasatreskrim Pol­res Keta­pang kare­na semua Infor­masi sudah saya laporkan ke Pimp­inan, saya hanya bisa berikan gam­baran­nya saja,” pungkas­nya.

Mus­takim Ket­ua Ikatan wartawan online Indone­sia DPD kabu­pat­en keta­pang, akat Bicara Mem­inta kepa­da Jajaran Pol­res Keta­pang mem­inta Tin­dak Tegas ter­hadap Dugaan pelaku pemuku­lan ter­hadap kor­ban, pelaku di Duga meru­pakan Kelom­pok Bos Tam­bang Illegal/PETI (Tam­bang Emas Tan­pa Izin), saya minta kepa­da jajaran pol­res keta­pang jan­gan ada main mata antara pihak Pol­res keta­pang den­gan dugaan pelaku pemuku­lan.

seharus­nya mere­ka dugaan pelaku pemuku­lan dari tam­bang ile­galMyang meng­gu­nakan alat berat beru­pa exca­va­tor harus­nya di sikat, di tin­dak tegas sesuai atu­ran yang berlaku. Jan­gan sam­pai ada kor­ban-kor­ban yang lain. Pungkas mus­takim Ket­ua ikatan wartawan online Indone­sia DPD kabu­pat­en keta­pang.

  PTUN Medan: Pemberhentian Kades Paluh Kurau Sudah Sesuai Prosedur

Supri­a­di LSM tin­dak Indone­sia selaku Inves­ti­ga­tor Kabu­pat­en Keta­pang dan Kay­ong utara, berdasarkan hasil inves­ti­gasi di lapan­gan bah­wa beber­a­pa wak­tu yang lalu, bah­wa per­tam­ban­gan emas ile­gal dan di situ juga melakukan penam­bang pasir Zirkon yang mana pasir zirkon terse­but di tam­pung pemi­lik izin res­mi di kabu­pat­en keta­pang dan di jual dan export kelu­ar negeri oleh pemi­lik izin, pada­hal mere­ka dap­at dari penam­bang ile­gal.

Ser­ta hasil kerusakan dari per­tam­ban­gan ile­gal terse­but telah merusak kawasan hutan Produksi(HP) dan Hutan pro­duk­si yang dap­at di konversi(HPK), meny­isakan lubang galian yang besar, ser­ta merusakan alam dan lingkun­gan, tan­pa ada per­tang­gung jawa­ban. Namun dugaan kami penerima/penampung tam­bang ile­gal baik emas dan zirkon tidak tersen­tuh hukum. Pungkas Supri­a­di LSM tin­dak Indone­sia.

Sum­ber. Ikatan wartawan online Indone­sia DPD Kab. Keta­pang kepa­da awak media SniperNewsid Keta­pang Kalbar Kamis (26/12/2024)

Penulis: (Juma­di)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *