Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Nasional

Wali Kota Denpasar Genjot Upaya Buka Kembali TPA Suwung, Warga Usulkan Sistem Pengolahan Sampah Modern

1306
×

Wali Kota Denpasar Genjot Upaya Buka Kembali TPA Suwung, Warga Usulkan Sistem Pengolahan Sampah Modern

Sebarkan artikel ini

Den­pasar, SniperNew.id – Pemer­in­tah Kota (Pemkot) Den­pasar ten­gah bek­er­ja keras men­gatasi per­soalan penumpukan sam­pah pas­ca-ben­cana yang melan­da beber­a­pa wilayah. Wali Kota Den­pasar mene­gaskan upaya serius­nya agar Tem­pat Pem­buan­gan Akhir (TPA) Suwung dap­at kem­bali berop­erasi sete­lah sem­pat ditut­up. Langkah ini dilakukan untuk menin­dak­lan­ju­ti per­soalan sam­pah yang menumpuk dalam jum­lah besar dan meng­gang­gu keber­si­han lingkun­gan kota, Sab­tu (13/09/25).

Dalam ung­ga­han akun media sosial infope­dun­gan di Threads yang tayang sek­i­tar tiga jam lalu, Wali Kota Den­pasar menyam­paikan bah­wa Pemkot tidak ting­gal diam meng­hadapi per­masala­han ini. “Kami beru­paya keras agar TPA Suwung dap­at kem­bali dibu­ka. Langkah ini kami ambil seba­gai tin­dak lan­jut penumpukan sam­pah yang saat ini ter­ja­di di Kota Den­pasar dalam jum­lah besar pas­ca-ben­cana,” ujarnya.

Menu­rut Wali Kota, Pemkot bersama pihak terkait terus berko­or­di­nasi agar penan­ganan sam­pah bisa ber­jalan opti­mal. “Koor­di­nasi kami lakukan den­gan semua pihak terkait agar penan­ganan sam­pah dap­at opti­mal. Den­gan begi­tu, keber­si­han dan kese­hatan lingkun­gan di Kota Den­pasar tetap ter­ja­ga,” tam­bah­nya.

  Dr. Febrie Adriansyah: Kerugian Rp271 Triliun Itu Bukan Soal Besarnya Tetapi Bagaimana Kembalikan Kondisi Seperti Semula

Kon­disi penumpukan sam­pah ini men­ja­di sorotan pub­lik, ter­lebih kare­na TPA Suwung dike­nal seba­gai salah satu lokasi pem­buan­gan sam­pah terbe­sar di Bali. Penu­tu­pan semen­tara TPA terse­but memicu menumpuknya sam­pah di sejum­lah titik kota, menim­bulkan kekhawati­ran akan dampak kese­hatan dan lingkun­gan, teruta­ma sete­lah ben­cana yang melan­da beber­a­pa wak­tu lalu.

Selain perny­ataan res­mi Wali Kota, ung­ga­han terse­but menampilkan foto dirinya saat mem­berikan keteran­gan kepa­da awak media. Dalam gam­bar ter­li­hat Wali Kota men­ge­nakan kaos berk­er­ah berwar­na hijau den­gan garis putih pada ker­ah, meng­gu­nakan kaca­ma­ta hitam, dan didampin­gi beber­a­pa staf.

Ung­ga­han infope­dun­gan terse­but men­u­ai berba­gai respons dari war­ganet. Salah sat­un­ya datang dari akun berna­ma pin­k­light­pan­da yang meny­oroti per­lun­ya sis­tem pen­go­la­han sam­pah yang lebih mod­ern.

“Boleh gak kalau dibu­atkan pen­go­la­han sam­pah yang bisa reuse dan recy­cle gitu kayak negara-negara maju? 🙂 TPA Suwung sudah sebe­gi­tu tingginya gunun­gan sam­pah,” tulis­nya dalam kolom komen­tar.

Komen­tar ini mencer­minkan aspi­rasi masyarakat yang menginginkan solusi jang­ka pan­jang, bukan sekadar pem­bukaan TPA. War­ganet berharap Pemkot Den­pasar dap­at men­gadop­si teknolo­gi pen­gelo­laan sam­pah yang lebih berke­lan­ju­tan, seper­ti daur ulang dan peman­faatan kem­bali sam­pah men­ja­di sum­ber daya.

Selain itu, akun lain berna­ma doa_doakita mem­berikan saran strate­gis men­ge­nai kemu­ngk­i­nan peman­faatan lahan baru di luar kota untuk men­gu­ran­gi beban TPA Suwung.

  BPJS Kesehatan dan Komisi IX DPR-RI Dorong Pemahaman JKN Lewat Sosialisasi di GOR Disdikpora

“Maaf tanya pak wali: mungkin kah Kota beli lahan di luar wilayah kota, man­faatkan untuk pen­go­la­han sam­pah atau masih dalam wilayah kota tapi pen­go­la­han den­gan sis­tem yang lebih cang­gih?” tulis­nya.

Komen­tar ini meng­garis­bawahi kebu­tuhan akan ter­o­bosan kebi­jakan, ter­ma­suk pen­gadaan lahan baru untuk fasil­i­tas pen­go­la­han sam­pah ter­padu yang lebih mod­ern.

TPA Suwung sendiri dike­nal seba­gai tem­pat pem­buan­gan sam­pah terbe­sar yang melayani Kota Den­pasar dan daer­ah sek­i­tarnya. Namun, kap­a­sitas TPA ini telah lama men­ja­di sorotan. Gunun­gan sam­pah yang ting­gi menye­babkan poten­si pence­maran udara, tanah, dan air di sek­i­tarnya. Penu­tu­pan semen­tara TPA menam­bah per­soalan baru kare­na sam­pah kota tidak bisa segera diangkut kelu­ar dari TPS (Tem­pat Penam­pun­gan Semen­tara).

Pemer­hati lingkun­gan menye­but bah­wa penu­tu­pan TPA tan­pa alter­natif pen­go­la­han yang memadai dap­at menim­bulkan dampak kese­hatan masyarakat, seper­ti pen­ingkatan risiko penyak­it aki­bat lingkun­gan kotor. Oleh kare­na itu, upaya Wali Kota untuk mem­bu­ka kem­bali TPA ini men­ja­di pent­ing seba­gai solusi jang­ka pen­dek, mes­ki masih diper­lukan langkah lan­ju­tan untuk per­baikan sis­tem pen­gelo­laan sam­pah secara keselu­ruhan.

Per­masala­han sam­pah di kota-kota besar seper­ti Den­pasar tidak hanya soal pem­buan­gan, tetapi juga soal pen­gu­ran­gan dari sum­bernya. Edukasi kepa­da masyarakat agar memi­lah sam­pah dari rumah, peng­gu­naan teknolo­gi waste to ener­gy (men­gubah sam­pah men­ja­di ener­gi), ser­ta inves­tasi pada sis­tem daur ulang men­ja­di agen­da jang­ka pan­jang yang dihara­p­kan war­ga.

  Sejarah Baru Diplomasi: Modi Ucapkan Selamat ke Presiden Claudia Sheinbaum, Bahas Kemitraan Strategis India-Meksiko

Seba­gaimana dis­am­paikan war­ganet, pen­gelo­laan sam­pah berba­sis ekono­mi sirku­lar men­ja­di hara­pan banyak pihak. Den­gan sis­tem ini, sam­pah tidak hanya dibuang tetapi dipros­es men­ja­di sesu­atu yang berni­lai, seper­ti kom­pos, bio­gas, atau bahan baku indus­tri daur ulang.

Pemer­in­tah Kota Den­pasar pun dihara­p­kan tidak hanya fokus mem­bu­ka kem­bali TPA, tetapi juga mer­an­cang kebi­jakan berke­lan­ju­tan agar keja­di­an seru­pa tidak teru­lang. Koor­di­nasi den­gan pemer­in­tah provin­si dan pusat juga diper­lukan, mengin­gat TPA Suwung tidak hanya menam­pung sam­pah dari Den­pasar, tetapi juga daer­ah lain.

Langkah cepat Wali Kota Den­pasar untuk men­gu­payakan pem­bukaan kem­bali TPA Suwung patut diapre­si­asi seba­gai solusi daru­rat untuk men­gatasi penumpukan sam­pah pas­ca-ben­cana. Namun, berba­gai masukan dari war­ga yang menginginkan sis­tem pen­gelo­laan sam­pah mod­ern, pen­gadaan lahan baru, ser­ta teknolo­gi pen­go­la­han cang­gih men­ja­di catatan pent­ing bagi Pemkot Den­pasar dalam meru­muskan kebi­jakan jang­ka pan­jang.

Per­soalan sam­pah tidak bisa dis­e­le­saikan den­gan satu kebi­jakan saja. Dibu­tuhkan par­tisi­pasi semua pihak, mulai dari pemer­in­tah, swasta, hing­ga masyarakat untuk mewu­jud­kan kota yang bersih, sehat, dan berke­lan­ju­tan. (Ahm/abd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *