Berita Hukum

Tanggung Jawab Kontraktor Dipertanyakan, Pekerjaan Proyek Kemenag Babel Lewat Masa Pelaksanaan

186
×

Tanggung Jawab Kontraktor Dipertanyakan, Pekerjaan Proyek Kemenag Babel Lewat Masa Pelaksanaan

Sebarkan artikel ini

Bang­ka –Snipernew.id

Keter­lam­bat­an penye­le­sa­ian proyek pemer­in­tah berni­lai mil­iaran rupi­ah kem­bali mem­bu­ka ruang kri­tik tajam ter­hadap kin­er­ja dan tang­gung jawab kon­trak­tor pelak­sana. Proyek Pem­ban­gu­nan Gedung Lab­o­ra­to­ri­um dan Per­pus­takaan Tipe 2 pada MTSN 2 berlokasi di Desa Zed, Keca­matan Men­do Barat, Kabu­pat­en Bang­ka, yang bera­da di bawah Kan­tor Wilayah Kementer­ian Aga­ma Provin­si Kepu­lauan Bang­ka Beli­tung, diduga tidak dis­e­le­saikan sesuai batas wak­tu kon­trak seba­gaimana telah dis­ep­a­kati secara hukum. Sab­tu (10/1/2026).

Berdasarkan data papan infor­masi proyek, peker­jaan terse­but dilak­sanakan oleh CV Ban­gun Per­sa­da Wahana Mandiri den­gan nilai kon­trak men­ca­pai Rp2.023.811.290. Kon­trak peker­jaan ditan­datan­gani pada 15 Sep­tem­ber 2025 den­gan masa pelak­sanaan 108 hari kalen­der, yang secara admin­is­tratif berakhir pada 31 Desem­ber 2025.

  Pabrik Sepatu PT. Girvi Mas di Tanjung Morawa Terancam Pailit

Fak­ta di lapan­gan menun­jukkan bah­wa hing­ga mema­su­ki Jan­u­ari 2026, peker­jaan belum sepenuh­nya sele­sai. Kon­disi fisik ban­gu­nan mem­per­li­hatkan sejum­lah ele­men vital masih dalam pros­es. Struk­tur ban­gu­nan tam­pak belum final, seba­gian area masih ter­tut­up ter­pal, kolom beton belum dirapikan, ser­ta peker­jaan fin­ish­ing seper­ti pemasan­gan lan­tai keramik belum tere­al­isasi.

Situ­asi ini menim­bulkan per­tanyaan serius terkait kepatuhan kon­trak­tor ter­hadap kewa­jiban kon­trak­tu­al, mengin­gat penye­dia jasa terikat secara hukum untuk menye­le­saikan peker­jaan tepat wak­tu, tepat mutu, dan tepat biaya seba­gaimana diatur dalam Per­at­u­ran Pres­i­den Nomor 16 Tahun 2018 ten­tang Pen­gadaan Barang/Jasa Pemer­in­tah, seba­gaimana telah diubah den­gan Per­pres Nomor 12 Tahun 2021.

Dalam reg­u­lasi terse­but dite­gaskan bah­wa penye­dia jasa bertang­gung jawab penuh atas keter­lam­bat­an yang diak­i­batkan oleh kelala­ian man­a­je­r­i­al, lemah­nya peren­canaan, keter­batasan sum­ber daya, maupun kega­galan pen­gen­dalian proyek. Seti­ap keter­lam­bat­an yang tidak dise­babkan keadaan kahar meru­pakan wan­prestasi kon­trak dan memi­li­ki kon­sekuen­si hukum.

  Diduga Sewenang-wenang, Kades Langkinat Humala Pontas Harahap Disorot: Lahan Warga Disebut Diserobot dan Ditanami Sawit Berkedok Perintah Satgas

Meru­juk Pasal 78 Per­pres 16/2018, penye­dia jasa yang ter­lam­bat menye­le­saikan peker­jaan wajib dike­nakan den­da keter­lam­bat­an, yang laz­im­nya sebe­sar 1/1000 dari nilai kon­trak per hari kalen­der, den­gan aku­mu­lasi mak­si­mal 5 persen dari nilai kon­trak. Den­da terse­but tetap berlaku meskipun kon­trak­tor diberikan kesem­patan tam­ba­han wak­tu melalui adden­dum kon­trak.

Lebih jauh, Pasal 56 ayat (1) huruf b Per­pres terse­but mem­berikan kewe­nan­gan kepa­da Peja­bat Pem­bu­at Komit­men (PPK) untuk memu­tus kon­trak secara sepi­hak apa­bi­la penye­dia jasa dini­lai tidak mam­pu menye­le­saikan peker­jaan sesuai keten­tu­an.

Kon­sekuen­si pemu­tu­san kon­trak tidak hanya berdampak finan­sial, tetapi juga admin­is­tratif, beru­pa pen­cairan jam­i­nan pelak­sanaan ser­ta sanksi daf­tar hitam (black­list) seba­gaimana diatur dalam Per­at­u­ran LKPP Nomor 17 Tahun 2018.

Dalam kon­teks ini, tang­gung jawab uta­ma bera­da pada kon­trak­tor pelak­sana, yang seharus­nya sejak awal men­gan­tisi­pasi ham­bat­an tek­nis maupun non­tek­nis. Reg­u­lasi mewa­jibkan kon­trak­tor secara aktif mela­porkan kendala lapan­gan dan men­ga­jukan per­mo­ho­nan per­pan­jan­gan wak­tu secara res­mi sebelum masa kon­trak berakhir, bukan sete­lah teng­gat ter­lewati.

  Sisa Lahan 2.500 m² Belum Dibayar, Warga Tagih Hak ke Pemkot Balikpapan

Apa­bi­la keter­lam­bat­an tidak dis­er­tai dasar keadaan kahar seba­gaimana dimak­sud dalam Pasal 47 ayat (1) Per­pres 16/2018, maka alasan apa pun yang dike­mukakan berpoten­si dini­lai seba­gai kelala­ian pro­fe­sion­al.

Kon­disi proyek MTSN 2 Bang­ka yang belum ram­pung ini memicu kekhawati­ran pub­lik akan poten­si pem­biaran keter­lam­bat­an dan lemah­nya komit­men penye­dia jasa dalam men­ja­ga akunt­abil­i­tas peng­gu­naan anggaran negara. Proyek pen­didikan yang semestinya men­dukung pen­ingkatan kual­i­tas sarana bela­jar jus­tru ter­an­cam tidak mem­berikan man­faat tepat wak­tu.

Hing­ga beri­ta ini diter­bitkan, awak media masih beru­paya mem­per­oleh klar­i­fikasi res­mi dari CV Ban­gun Per­sa­da Wahana Mandiri ser­ta pihak terkait men­ge­nai dasar keter­lam­bat­an, sta­tus adden­dum kon­trak, dan sanksi yang telah atau akan dit­er­ap­kan. Transparan­si men­ja­di pent­ing agar pub­lik mem­per­oleh kepas­t­ian bah­wa seti­ap rupi­ah anggaran negara dikelo­la sesuai prin­sip efek­tif, efisien, dan bertang­gung jawab. (KBO Babel)