Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin

Pedoman Media Siber

snipernew berita aktual terpercata

PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER

Kemerdekaan berpen­da­p­at, kemerdekaan berek­spre­si, dan kemerdekaan pers adalah hak asasi manu­sia yang dilin­dun­gi Pan­casi­la, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Uni­ver­sal Hak Asasi Manu­sia PBB. Keber­adaan media siber di Indone­sia juga meru­pakan bagian dari kemerdekaan berpen­da­p­at, kemerdekaan berek­spre­si, dan kemerdekaan pers.Media siber memi­li­ki karak­ter khusus sehing­ga memer­lukan pedo­man agar pen­gelo­laan­nya dap­at dilak­sanakan secara pro­fe­sion­al, memenuhi fungsi, hak, dan kewa­jiban­nya sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 ten­tang Pers dan Kode Etik Jur­nal­is­tik. Untuk itu Dewan Pers bersama organ­isasi pers, pen­gelo­la media siber, dan masyarakat menyusun Pedo­man Pem­ber­i­taan Media Siber seba­gai berikut:

1. Ruang Lingkup

a. Media Siber adalah segala ben­tuk media yang meng­gu­nakan wahana inter­net dan
melak­sanakan kegiatan jur­nal­is­tik, ser­ta memenuhi per­syaratan Undang-Undang
Pers dan Stan­dar Perusa­haan Pers yang dite­tap­kan Dewan Pers.

b. Isi Buatan Peng­gu­na (User Gen­er­at­ed Con­tent) adalah segala isi yang dibu­at dan
atau dipub­likasikan oleh peng­gu­na media siber, antara lain, artikel, gam­bar, komen­tar, suara, video dan berba­gai ben­tuk ung­ga­han yang melekat pada media
siber, seper­ti blog, forum, komen­tar pem­ba­ca atau pemir­sa, dan ben­tuk lain.

2. Ver­i­fikasi dan keber­im­ban­gan beri­ta

a. Pada prin­sip­nya seti­ap beri­ta harus melalui ver­i­fikasi.

b. Beri­ta yang dap­at merugikan pihak lain memer­lukan ver­i­fikasi pada beri­ta yang
sama untuk memenuhi prin­sip akurasi dan keber­im­ban­gan.

c. Keten­tu­an dalam butir (a) di atas dike­cua­likan, den­gan syarat:

1) Beri­ta benar-benar men­gan­dung kepentin­gan pub­lik yang bersi­fat mende­sak;

2) Sum­ber beri­ta yang per­ta­ma adalah sum­ber yang jelas dise­butkan iden­ti­tas­nya,
kred­i­bel dan kom­pe­ten;

3) Sub­yek beri­ta yang harus dikon­fir­masi tidak dike­tahui keber­adaan­nya dan atau
tidak dap­at diwawan­car­ai;

4) Media mem­berikan pen­je­lasan kepa­da pem­ba­ca bah­wa beri­ta terse­but masih memer­lukan ver­i­fikasi lebih lan­jut yang diu­payakan dalam wak­tu secepat­nya. Pen­je­lasan dimu­at pada bagian akhir dari beri­ta yang sama, di dalam kurung dan meng­gu­nakan huruf mir­ing.

d. Sete­lah memu­at beri­ta sesuai den­gan butir ©, media wajib meneruskan upaya ver­i­fikasi, dan sete­lah ver­i­fikasi dida­p­atkan, hasil ver­i­fikasi dican­tumkan pada beri­ta pemu­takhi­ran (update) den­gan tau­tan pada beri­ta yang belum ter­ver­i­fikasi.

3. Isi Buatan Peng­gu­na (User Gen­er­at­ed Con­tent)

a. Media siber wajib men­can­tumkan syarat dan keten­tu­an men­ge­nai Isi Buatan Peng­gu­na yang tidak berten­tan­gan den­gan Undang-Undang No. 40 tahun 1999
ten­tang Pers dan Kode Etik Jur­nal­is­tik, yang ditem­patkan secara terang dan jelas.

b. Media siber mewa­jibkan seti­ap peng­gu­na untuk melakukan reg­is­trasi keang­gotaan dan melakukan pros­es log-in ter­lebih dahu­lu untuk dap­at
mem­pub­likasikan semua ben­tuk Isi Buatan Peng­gu­na. Keten­tu­an men­ge­nai log-in akan diatur lebih lan­jut.

c. Dalam reg­is­trasi terse­but, media siber mewa­jibkan peng­gu­na mem­beri per­se­tu­juan ter­tulis bah­wa Isi Buatan Peng­gu­na yang dipub­likasikan:

1) Tidak memu­at isi bohong, fit­nah, sadis dan cab­ul;

2) Tidak memu­at isi yang men­gan­dung prasang­ka dan keben­cian terkait den­gan
suku, aga­ma, ras, dan antar­go­lon­gan (SARA), ser­ta men­gan­jurkan tin­dakan
kek­erasan;

3) Tidak memu­at isi diskrim­i­natif atas dasar perbe­daan jenis kelamin dan bahasa, ser­ta tidak meren­dahkan marta­bat orang lemah, miskin, sak­it, cacat jiwa, atau
cacat jas­mani.

d. Media siber memi­li­ki kewe­nan­gan mut­lak untuk menged­it atau meng­ha­pus Isi Buatan Peng­gu­na yang berten­tan­gan den­gan butir ©.

e. Media siber wajib menye­di­akan mekanisme pen­gad­u­an Isi Buatan Peng­gu­na yang dini­lai melang­gar keten­tu­an pada butir ©. Mekanisme terse­but harus dise­di­akan di tem­pat yang den­gan mudah dap­at diak­ses peng­gu­na.

f. Media siber wajib menyunt­ing, meng­ha­pus, dan melakukan tin­dakan korek­si seti­ap Isi Buatan Peng­gu­na yang dila­porkan dan melang­gar keten­tu­an butir ©, sesegera mungkin secara pro­por­sion­al selam­bat-lam­bat­nya 2 x 24 jam sete­lah pen­gad­u­an
diter­i­ma.

g. Media siber yang telah memenuhi keten­tu­an pada butir (a), (b), ©, dan (f) tidak dibebani tang­gung jawab atas masalah yang ditim­bulkan aki­bat pemu­atan isi yang melang­gar keten­tu­an pada butir ©.

h. Media siber bertang­gung jawab atas Isi Buatan Peng­gu­na yang dila­porkan bila tidak mengam­bil tin­dakan korek­si sete­lah batas wak­tu seba­gaimana terse­but pada
butir (f).

4. Ralat, Korek­si, dan Hak Jawab

a. Ralat, korek­si, dan hak jawab men­gacu pada Undang-Undang Pers, Kode Etik Jur­nal­is­tik, dan Pedo­man Hak Jawab yang dite­tap­kan Dewan Pers.

b. Ralat, korek­si dan atau hak jawab wajib ditautkan pada beri­ta yang diralat, diko­rek­si atau yang diberi hak jawab.

c. Di seti­ap beri­ta ralat, korek­si, dan hak jawab wajib dican­tumkan wak­tu pemu­atan ralat, korek­si, dan atau hak jawab terse­but.

d. Bila suatu beri­ta media siber ter­ten­tu dise­bar­lu­askan media siber lain, maka:

1) Tang­gung jawab media siber pem­bu­at beri­ta ter­batas pada beri­ta yang dipub­likasikan di media siber terse­but atau media siber yang bera­da di bawah otori­tas teknis­nya;

2) Korek­si beri­ta yang dilakukan oleh sebuah media siber, juga harus dilakukan oleh media siber lain yang mengutip beri­ta dari media siber yang diko­rek­si itu;

3) Media yang menye­bar­lu­askan beri­ta dari sebuah media siber dan tidak melakukan korek­si atas beri­ta sesuai yang dilakukan oleh media siber pemi­lik dan atau pem­bu­at beri­ta terse­but, bertang­gung jawab penuh atas semua aki­bat hukum dari beri­ta yang tidak diko­reksinya itu.

e. Sesuai den­gan Undang-Undang Pers, media siber yang tidak melayani hak jawab dap­at dijatuhi sanksi hukum pidana den­da pal­ing banyak Rp500.000.000 (Lima
ratus juta rupi­ah).

5. Pen­cabu­tan Beri­ta

a. Beri­ta yang sudah dipub­likasikan tidak dap­at dicabut kare­na alasan penyen­so­ran­dari pihak luar redak­si, kecuali terkait masalah SARA, kesusi­laan, masa depan
anak, pen­gala­man trau­matik kor­ban atau berdasarkan per­tim­ban­gan khusus lain yang dite­tap­kan Dewan Pers.

b. Media siber lain wajib mengiku­ti pen­cabu­tan kuti­pan beri­ta dari media asal yang telah dicabut.

c. Pen­cabu­tan beri­ta wajib dis­er­tai den­gan alasan pen­cabu­tan dan diu­mumkan kepa­da pub­lik.

6. Iklan

a. Media siber wajib mem­be­dakan den­gan tegas antara pro­duk beri­ta dan iklan.

b. Seti­ap berita/artikel/isi yang meru­pakan iklan dan atau isi berba­yar wajib men­can­tumkan keteran­gan ”adver­to­r­i­al”, ”iklan”, ”ads”, ”spon­sored”, atau kata lain
yang men­je­laskan bah­wa berita/artikel/isi terse­but adalah iklan.

7. Hak Cip­ta
Media siber wajib meng­hor­mati hak cip­ta seba­gaimana diatur dalam per­at­u­ran perun­dang-undan­gan yang berlaku.

8. Pen­can­tu­man Pedo­man
Media siber wajib men­can­tumkan Pedo­man Pem­ber­i­taan Media Siber ini di medi­anya secara terang dan jelas.

9. Sen­gke­ta
Peni­la­ian akhir atas sen­gke­ta men­ge­nai pelak­sanaan Pedo­man Pem­ber­i­taan Media Siber ini dis­e­le­saikan oleh Dewan Pers.

Jakar­ta, 3 Feb­ru­ari 2012
Dis­ep­a­kati oleh : ORGANISASI WARTAWAN DAN ORGANISASI PERUSAHAAN PERS