Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Pendidikan

IPDA Gani, Brimob di Balik Mushola Sunyi yang Menyalakan Harapan

322
×

IPDA Gani, Brimob di Balik Mushola Sunyi yang Menyalakan Harapan

Sebarkan artikel ini

Goronta­lo, SniperNew.id  – Di balik raut tegas dan ser­agam Brimob yang lekat den­gan ketert­iban dan kete­gasan, ter­sim­pan sisi lain dari seo­rang anggota Pol­ri yang penuh kepedu­lian. IPDA Muham­mad S. Gani, S.H., M.H., CPPS, seo­rang per­wira yang men­ja­bat seba­gai Koman­dan Tim Unit Sapu Jagad Wan­teror Detase­men Gegana Sat­u­an Brimob Pol­da Goronta­lo, menun­jukkan bah­wa pengab­di­an ter­hadap negara tak hanya ditun­jukkan lewat sen­ja­ta dan strate­gi, tetapi juga lewat empati dan ketu­lu­san hati, Selasa (05/08/25).

Seti­ap hari, dalam per­jalanan menu­ju markas­nya di Brimob Pol­da Goronta­lo, IPDA Gani melin­tasi sebuah jalan di wilayah Isimu Utara, Keca­matan Tibawa, Kabu­pat­en Goronta­lo. Di sana, pan­dan­gan­nya ker­ap ter­tum­buk pada sekelom­pok anak-anak yang sedang men­ga­ji di sebuah Mushola kecil dan san­gat seder­hana. Tidak ada papan nama yang ter­gan­tung di depan ban­gu­nan itu. Fasil­i­tas­nya pun jauh dari kata layak papan tulis tua yang mulai rapuh, kapur yang nyaris habis, ser­ta Al-Qur’an lusuh yang dipeluk erat oleh para santri kecil yang tetap berse­man­gat menim­ba ilmu aga­ma.

  Shilla Khairani Putri "Mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Universitas Islam Tazkia Bogor"

Peman­dan­gan ini bukan hanya singgah di matanya, tapi juga mene­tap di hatinya. IPDA Gani, tan­pa menung­gu ara­han atau sorotan, memu­tuskan untuk bertin­dak. Ia tidak meng­gan­deng lem­ba­ga sosial, tidak pula mem­pub­likasikan­nya di media sosial. Ia mulai mengumpulkan kayu bekas lati­han tem­bak, rant­i­ng dari lokasi lati­han, hing­ga mate­r­i­al dari area long­so­ran. Semua barang terse­but ia kumpulkan sendiri, lalu dijual ke pengepul dan pabrik kapur. Uang hasil pen­jualan itu ia gunakan untuk mem­be­li Al-Qur’an baru dan per­lengka­pan men­ga­ji bagi anak-anak di Mushola terse­but.

“Saya hanya ingin mere­ka bisa bela­jar den­gan layak. Mere­ka adalah masa depan kita. Jan­gan sam­pai seman­gat mere­ka padam hanya kare­na tem­pat bela­jar yang mem­pri­hatinkan,” ucap IPDA Gani kepa­da awak media saat dite­mui pada Senin, 4 Agus­tus 2025.

Lebih dari sekadar menye­di­akan fasil­i­tas bela­jar, IPDA Gani kini juga ten­gah mer­an­cang pengem­ban­gan Mushola terse­but agar men­ja­di tem­pat yang lebih rep­re­sen­tatif untuk kegiatan keaga­maan dan pen­didikan. Ia tidak hanya fokus pada ban­gu­nan, tetapi juga mem­per­hatikan kese­jahter­aan guru men­ga­ji yang sela­ma ini men­ja­di ujung tombak dalam mem­ben­tuk karak­ter anak-anak desa terse­but. Guru terse­but hanya mener­i­ma bayaran sebe­sar Rp120 ribu per bulan dan harus men­em­puh per­jalanan sejauh 3 kilo­me­ter seti­ap harinya untuk men­ga­jar.

“Saya akan terus meny­isihkan wak­tu dan tena­ga untuk hal ini. Kumpulkan lagi kayu, atau apapun yang bisa dijual. Semoga ke depan saya bisa mem­ban­tu lebih banyak, ter­ma­suk untuk guru nga­jinya,” ujarnya den­gan penuh harap.

  Vaksinasi Campak untuk Siswa Kelas 1 SDN 13 Tanah Abang Berjalan Lancar

Dedikasi IPDA Gani tidak meng­gang­gu tugas uta­manya seba­gai anggota Brimob. Ia tetap aktif dalam misi kea­manan, penga­manan aksi unjuk rasa, hing­ga operasi pene­gakan hukum. Namun di sela semua itu, ia menye­di­akan wak­tu untuk men­jel­ma seba­gai pen­gay­om masyarakat, tan­pa mengum­bar ceri­ta pengab­di­an­nya.

Menu­rut­nya, pengab­di­an kepa­da negara tidak hanya diukur dari keber­hasi­lan menumpas keja­hatan atau men­ja­ga kea­manan. “Mem­ban­gun karak­ter gen­erasi muda melalui pen­didikan aga­ma adalah ben­tuk lain dari pengab­di­an. Ini bagian dari tugas kami seba­gai pelin­dung masyarakat,” jelas­nya.

Inisi­atif prib­a­di IPDA Gani pun mulai men­da­p­at sambu­tan hangat dari war­ga sek­i­tar. Banyak yang men­gaku tersen­tuh dan merasa lebih dekat den­gan insti­tusi Pol­ri berkat kete­ladanan yang ia tun­jukkan. Seo­rang war­ga berna­ma H. Ram­li, tokoh masyarakat setem­pat, menye­but IPDA Gani seba­gai sosok yang meng­hadirkan hara­pan baru.

“Kami sebelum­nya tidak menyang­ka ada anggota Brimob yang peduli seper­ti ini. Beli­au tidak hanya men­ja­ga kami dari anca­man luar, tapi juga ikut mem­per­hatikan masa depan anak-anak kami,” ungkap H. Ram­li den­gan penuh syukur.

Mushola yang sebelum­nya tak memi­li­ki nama dan tak men­da­p­at per­ha­t­ian, kini per­la­han berubah. Bukan men­ja­di ban­gu­nan mewah, tetapi men­ja­di sim­bol hara­pan dan per­ha­t­ian. Di ten­gah keter­batasan, Mushola itu bersi­nar oleh seman­gat dan kepedu­lian yang dipan­car­kan oleh IPDA Gani.

  Sudahkah Anak Anda Terdaftar Sebagai Penerima PIP? Begini Cara Ceknya Secara Online dan di Sekolah!

Kisah ini adalah cer­mi­nan bah­wa aparat negara tidak harus selalu dil­i­hat dalam kon­teks keku­atan fisik dan kea­manan sema­ta. Di balik helm dan rompi anti-pelu­ru, ter­sim­pan hati yang lem­but dan jiwa yang tulus. Keti­ka banyak yang berde­bat ten­tang per­an polisi di masyarakat, IPDA Gani memil­ih menun­jukkan jawa­ban­nya lewat tin­dakan nya­ta yang penuh kepedu­lian.

Tin­dakan ini juga mem­bu­ka per­spek­tif baru bagi masyarakat ten­tang keber­adaan anggota Brimob di ten­gah mere­ka. Bah­wa sejatinya, aparat kea­manan juga bisa men­ja­di peli­ta dalam gelap, men­ja­di saha­bat dalam sun­yi, dan men­ja­di jem­bat­an bagi gen­erasi muda untuk meraih masa depan yang lebih cer­ah.

Dalam dunia yang ker­ap dipenuhi narasi kek­erasan, pengkhi­anatan, dan keti­dakpedu­lian, kisah IPDA Gani adalah oase yang menye­jukkan. Tan­pa sorotan kam­era, tan­pa pang­gung peng­har­gaan, ia men­jalani pengab­di­an­nya seba­gai Bhayangkara sejati—tegas dalam tugas, dan tulus dalam mem­bi­na.

Kini, Mushola itu mulai dike­nal war­ga seba­gai tem­pat yang penuh keberka­han. Anak-anak datang den­gan wajah ceria dan seman­gat yang menyala. Dan mes­ki nama res­mi Mushola itu belum ada, war­ga sudah sep­a­kat menye­but­nya seba­gai “Mushola Harapan”tempat di mana cahaya iman dinyalakan oleh seo­rang per­wira yang tahu bah­wa mengab­di bukan hanya ten­tang negara, tapi juga ten­tang manu­sia.

Edi­tor: (Ahmad)/ Sum­ber: (Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *