LAMPUNG, SNIPERNEW.id – 10 Februari 2026 Tren investasi berbasis sektor riil dan berkelanjutan di Provinsi Lampung menunjukkan pertumbuhan positif pada awal tahun 2026.
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat mencatat peningkatan minat investor nasional pada sektor pertanian modern, energi terbarukan, serta industri pengolahan hasil perkebunan.
Kepala DPMPTSP Lampung dalam keterangannya menjelaskan bahwa stabilitas ekonomi daerah, ketersediaan bahan baku pertanian, serta dukungan regulasi pemerintah menjadi faktor utama meningkatnya kepercayaan investor.
“Kami melihat kecenderungan investor kini lebih memilih investasi yang memiliki dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekaligus berkelanjutan,” ujarnya.
Salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah pengolahan produk turunan singkong dan kelapa, yang dinilai memiliki potensi pasar ekspor stabil. Selain itu, proyek pembangkit listrik tenaga surya skala menengah di beberapa kabupaten juga mulai menarik minat investor swasta karena dinilai memiliki prospek jangka panjang.
Pengamat ekonomi regional menilai peningkatan investasi tersebut menjadi indikator positif bagi perekonomian daerah, terutama dalam menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Namun,
ia mengingatkan masyarakat agar tetap selektif dalam memilih instrumen investasi dan memastikan legalitas perusahaan maupun proyek yang ditawarkan. “Investor maupun masyarakat harus memastikan investasi dilakukan melalui lembaga resmi yang memiliki izin dan pengawasan regulator,” katanya.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat transparansi perizinan dan pengawasan proyek investasi agar tercipta iklim usaha yang sehat serta memberikan kepastian hukum bagi investor.
Dengan tren tersebut, Lampung diproyeksikan menjadi salah satu tujuan investasi sektor agroindustri dan energi ramah lingkungan di wilayah Sumatera dalam beberapa tahun ke depan.
Penulis: (Fahrul).
Editor: (31252).







