Surabaya, SniperNew.id — Jagat politik Kota Surabaya dibuat heboh dengan beredarnya tangkapan layar percakapan yang diduga kuat melibatkan politisi PDI Perjuangan (PDIP) berinisial AH, terkait pemesanan narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi (inex), Minggu 27 Juli 2025.
Yang lebih mencengangkan, dugaan transaksi dan konsumsi barang haram itu disebut-sebut terjadi di kantor sekretariat DPC PDIP Surabaya. Informasi ini menjadi bola liar di media sosial, dan jika benar, telah melampaui batas etika publik dan menyentuh wilayah hukum berat.
Tak hanya AH, nama Ketua DPRD Kota Surabaya juga ikut terseret, diduga terlibat dalam konsumsi bersama. Bahkan seorang kurir berinisial WW mengaku kerap diutus oleh mereka untuk mengantar barang tersebut.
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari AH maupun Ketua DPRD. Namun tekanan publik terus membesar.
Ketua Umum DPP Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaki Akbar, merespons keras dugaan ini. Dalam pernyataan resminya, ia mengecam keras jika benar ada penyalahgunaan narkoba oleh pejabat di lingkungan legislatif dan partai.
“Kantor partai itu seharusnya ruang ideologi, bukan ruang pesta inex! Kalau ini dibiarkan, moral politik kita betul-betul bangkrut,” tegas Baihaki.
DPP AMI menuntut aparat penegak hukum segera bertindak. Lakukan tes urine terhadap semua nama yang disebut!. Lakukan investigasi digital forensik terhadap isi percakapan viral!
Sebagai bentuk perlawanan moral masyarakat sipil, AMI akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada 30–31 Juli 2025. Aksi akan digelar di Kantor DPRD Surabaya dan Rumah Dinas Ketua DPRD Surabaya.
“Kami akan turun dengan massa! Surabaya harus bersih dari narkoba dan pejabat yang bermain kotor. Rakyat berhak dipimpin oleh orang waras, bukan jaringan narkotika!” seru Baihaki lantang.
Catatan Redaksi: Berita ini bersumber dari data yang beredar di ruang publik. Semua pihak yang disebut masih berstatus terduga. Kami menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan siap menampung hak jawab dari pihak terkait. (Rilis berita grup WhatsApp)













