Berita Daerah

Ibu-ibu Kader Posyandu Utikini II: Dari Dapur ke Pundi-Pundi Desa!

233
×

Ibu-ibu Kader Posyandu Utikini II: Dari Dapur ke Pundi-Pundi Desa!

Sebarkan artikel ini

KUALA KENCANA, SNIPERNEW.id — Sejum­lah ibu-ibu kad­er Posyan­du Kam­pung Utiki­ni II, Dis­trik Kuala Ken­cana, mengiku­ti pelati­han pem­bu­atan kue dan makanan ringan, Senin (5/1/2026), di Bal­ai Kam­pung Utiki­ni II. Pelati­han ini dipan­du lang­sung oleh Ket­ua PKK Kam­pung Utiki­ni II, Helen Wani­no, bersama sekre­taris­nya, Yokit­era Kogoya, dan Ben­da­hara PKK, Her­mi­na Murib, Senin (05/1/2026).

Dalam ara­han­nya, Helen Wani­no menekankan pent­ingnya pelati­han ini bagi kad­er posyan­du. “Pelati­han ini bertu­juan agar ibu-ibu tidak hanya mam­pu mem­bu­at kue dari bahan umum, tapi juga bisa berkreasi den­gan bahan lokal yang melimpah di Papua,” ujarnya. Helen menam­bahkan, kemam­puan ini tidak hanya untuk kon­sum­si rumah tang­ga, tetapi juga dap­at men­ja­di sum­ber ekono­mi tam­ba­han bagi kelu­ar­ga.

  Teknik Bertahan di Hutan yang Dianggap Sepele, Namun Bisa Selamatkan Nyawa

Pelati­han sehari penuh ini men­ga­jarkan para kad­er bagaimana men­go­lah bahan-bahan lokal seper­ti umbian-umbian men­ja­di kue dan makanan ringan yang lezat. “Papua kaya akan bahan lokal. Saya harap ibu-ibu bisa meman­faatkan poten­si ini untuk kreasi kue dan pan­ganan ringan, sehing­ga tidak selalu bergan­tung pada bahan impor atau bahan yang mahal,” terang Helen.

Para peser­ta ter­li­hat antu­sias mengiku­ti seti­ap sesi pelati­han. Banyak yang sudah memi­li­ki pen­gala­man mem­bu­at kue sebelum­nya, namun pelati­han ini men­ja­di kesem­patan untuk menam­bah wawasan dan teknik baru. Helen mene­gaskan bah­wa prak­tik lang­sung di rumah sete­lah pelati­han akan mem­perku­at pema­haman mere­ka.

Kepala Kam­pung Utiki­ni II, Mer­i­nus Kogoya, turut hadir dan mem­beri moti­vasi kepa­da peser­ta. Ia mengin­gatkan pent­ingnya keseriu­san mengiku­ti pelati­han. “Pelati­han ini dib­i­ayai dari Dana Desa tahun 2025. Den­gan dukun­gan ini, ibu-ibu wajib bela­jar den­gan serius agar paham benar bagaimana mem­bu­at kue dan makanan ringan,” kata Mer­i­nus.

  Chat Singkat, Polemik Panjang

Ia juga menekankan, pelati­han semacam ini dihara­p­kan tidak berhen­ti hanya pada satu sesi. “Kede­pan­nya akan ada jenis pelati­han lain untuk menam­bah dan men­gasah kemam­puan war­ga, sehing­ga bisa men­gelo­la ekono­mi kelu­ar­ga lebih baik.”

Selain aspek ekono­mi, pelati­han ini juga memi­li­ki man­faat lang­sung ter­hadap kegiatan Posyan­du. Para kad­er dihara­p­kan mam­pu men­er­ap­kan ilmu yang diper­oleh untuk menyi­ap­kan kon­sum­si sehat bagi bali­ta dan war­ga sela­ma kegiatan posyan­du seti­ap bulan. Helen Wani­no menam­bahkan,

keter­ampi­lan mem­bu­at kue dan makanan ringan dari bahan lokal ini juga bisa men­ja­di sarana edukasi bagi masyarakat, ter­ma­suk pen­ge­nalan pan­gan sehat dan bergizi.
Yokit­era Kogoya, sekre­taris PKK, mene­gaskan bah­wa pelati­han ini meru­pakan bagian dari pro­gram pem­ber­dayaan masyarakat yang berkesinam­bun­gan.

“Kami ingin ibu-ibu kad­er tidak hanya mem­ban­tu posyan­du secara rutin, tetapi juga mam­pu meningkatkan keter­ampi­lan yang dap­at berdampak posi­tif bagi kelu­ar­ga dan komu­ni­tas,” jelas­nya.

Para peser­ta menyam­but baik pelati­han ini. Banyak yang meny­atakan bah­wa mere­ka akan mem­prak­tikkan ilmu yang dida­p­at di rumah, bahkan beren­cana men­jadikan hasil kreasi kue seba­gai tam­ba­han peng­hasi­lan kelu­ar­ga. Her­mi­na Murib, Ben­da­hara PKK, menam­bahkan bah­wa dukun­gan dana desa meru­pakan inves­tasi untuk kemam­puan war­ga. “Den­gan dana desa, bukan sekadar mem­bi­ayai pelati­han, tetapi menum­buhkan kemandiri­an ekono­mi war­ga. Semoga ibu-ibu bisa meman­faatkan kesem­patan ini sebaik-baiknya,” ujarnya.

  Silaturahmi Reses, drg. Putih Sari Temui Masyarakat Tempuran Karawang

Pelati­han pem­bu­atan kue dan makanan ringan ini menun­jukkan bah­wa pem­ber­dayaan perem­puan di tingkat kam­pung bisa dilakukan melalui kegiatan seder­hana namun berdampak luas. Dari dapur kam­pung, keter­ampi­lan ibu-ibu kad­er bukan hanya meng­hasilkan kue lezat, tetapi juga mem­bu­ka pelu­ang ekono­mi baru dan meningkatkan kap­a­sitas war­ga dalam men­gelo­la posyan­du secara pro­fe­sion­al.
Den­gan seman­gat bela­jar dan kreativ­i­tas, para ibu kad­er Kam­pung Utiki­ni II mem­buk­tikan bah­wa kemam­puan lokal bisa diop­ti­malkan untuk kese­jahter­aan kelu­ar­ga dan masyarakat, men­jadikan pelati­han ini bukan sekadar teori di atas ker­tas, tetapi inves­tasi nya­ta bagi masa depan desa.

Penulis: (Iskan­dar)