Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Dr. Zakir Naik Disebut Sebut Malaysia Lebih Baik dari Indonesia untuk Muslim, Ini Faktanya

670
×

Dr. Zakir Naik Disebut Sebut Malaysia Lebih Baik dari Indonesia untuk Muslim, Ini Faktanya

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id — Jagat media sosial X (sebelum­nya Twit­ter) ten­gah dira­maikan oleh ung­ga­han dari akun @Anki­im yang memu­at kuti­pan yang dik­laim berasal dari pen­dak­wah kon­tro­ver­sial asal India, Dr. Zakir Naik. Dalam ung­ga­han terse­but, dise­butkan bah­wa Malaysia adalah negara ter­baik bagi Mus­lim, bukan Indone­sia.

 “Malaysia negara ter­baik bagi Mus­lim, bukan Indone­sia. Malaysia adalah salah satu negara yang tidak dik­enda­likan oleh negara-negara non-Mus­lim,” demikian bun­yi perny­ataan yang diku­tip akun @Anki­i­im pada Ming­gu (8/6/2025).

Ung­ga­han itu mengk­laim berasal dari Dr. Zakir Naik, seo­rang dai asal India yang dike­nal luas kare­na ceramah-ceramah­nya yang mem­ba­has per­bandin­gan aga­ma. Namun hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, belum ada kon­fir­masi res­mi dari Dr. Zakir Naik sendiri men­ge­nai keaslian kuti­pan terse­but, baik melalui kanal res­mi maupun akun media sosial­nya.

  Polwan Pringsewu Edukasi Pelajar Soal Disiplin dan Masa Depan

Perny­ataan terse­but men­u­ai pro dan kon­tra di kalan­gan neti­zen Indone­sia. Seba­gian peng­gu­na media sosial meni­lai perny­ataan itu menyudutkan Indone­sia seba­gai negara den­gan may­ori­tas pen­duduk Mus­lim. Tak sedik­it pula yang merasa ters­ing­gung den­gan klaim bah­wa Indone­sia dik­enda­likan oleh negara-negara non-Mus­lim.

Di sisi lain, ada juga war­ganet yang meny­atakan bah­wa perny­ataan itu cukup rel­e­van den­gan kon­disi saat ini, teruta­ma jika dikaitkan den­gan sikap pemer­in­tah ter­hadap ula­ma yang vokal dalam menyam­paikan kri­tik.

Perny­ataan terse­but men­ja­di kon­tro­ver­si kare­na menyen­tuh isu sen­si­tif sep­utar kebe­basan beraga­ma, per­lin­dun­gan ter­hadap ula­ma, dan posisi poli­tik Mus­lim di Asia Teng­gara. Ter­lebih lagi, Indone­sia sela­ma ini dike­nal seba­gai negara den­gan pop­u­lasi Mus­lim terbe­sar di dunia, yang ker­ap mem­bang­gakan sis­tem demokrasi dan tol­er­an­si antaru­mat beraga­ma.

  Anwar Hafid Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah Ringankan Beban Masyarakat

Namun fak­tanya, sejum­lah ula­ma di Indone­sia yang vokal mengkri­tik kebi­jakan pemer­in­tah jus­tru men­da­p­at label “radikal” atau bahkan men­gala­mi krim­i­nal­isasi. Hal ini memu­nculkan diskusi pub­lik yang lebih luas soal ruang dak­wah, kebe­basan berpen­da­p­at, dan penan­ganan radikalisme di Tanah Air.

Ung­ga­han akun X @Anki­i­im itu muncul pada hari Ming­gu, 8 Juni 2025, dan sejak saat itu telah dibagikan ulang ribuan kali. Tidak jelas di mana dan dalam kesem­patan apa Dr. Zakir Naik mem­bu­at perny­ataan terse­but. Tidak ada video atau reka­man yang meny­er­tainya, sehing­ga keaslian­nya masih per­lu ditelusuri lebih lan­jut.

Hing­ga Senin (9/6/2025), belum ada tang­ga­pan res­mi dari pihak Kementer­ian Aga­ma RI maupun tokoh-tokoh ormas Islam terkait perny­ataan terse­but. Beber­a­pa tokoh men­yarankan agar pub­lik tidak lang­sung mem­per­cayai kuti­pan tan­pa sum­ber yang jelas dan menyerukan agar masyarakat tidak ter­pro­vokasi.

  Gabungan TNI - Polri Amankan Festival ANTV Rame Pekalongan

Semen­tara itu, seba­gian penga­mat men­yarankan agar perny­ataan semacam ini men­ja­di reflek­si bagi pemer­in­tah Indone­sia untuk mengeval­u­asi pen­dekatan ter­hadap para ula­ma dan pence­ramah yang menyuarakan kri­tik sosial.

 

Kes­im­pu­lan:: Perny­ataan yang dik­laim berasal dari Dr. Zakir Naik kem­bali men­gun­dang polemik sep­utar posisi umat Islam di Asia Teng­gara, khusus­nya Indone­sia dan Malaysia.

Mes­ki keab­sa­han kuti­pan itu belum dap­at dipastikan, reak­si pub­lik menun­jukkan adanya kege­lisa­han tersendiri terkait per­lakuan ter­hadap ula­ma dan kebe­basan berpen­da­p­at di Indone­sia. Pemer­in­tah dim­inta lebih bijak dalam menang­gapi kri­tik tan­pa ser­ta-mer­ta mem­beri label negatif ter­hadap ula­ma yang vokal.

Edi­tor: (abdl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *