Way Kanan, SniperNew.id — I Made Suarne Kepala Sekolah SDN 1 Kotaway, Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung diduga mainkan Anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), hingga kuat dugaan Anggaran untuk Pemeliharan Sarana dan Perasarana Sekolah dan Kegiatan Pengembangan Perpustakaan bocor.
dugaan tersebut di perkuat dengan banyaknya kejanggalan yang tidak sesuai di lihat dari sumber data Laporan Rekapitulasi dana Bos dalam penggunaan anggaran kegiatan yang terlaksana di sekolah, Selasa (14/05/2024).
Dari hasil kontrol sosial yang dilakukan wartawan media Beritaindonesianews.id dan media SniperNew.id, di SDN 1 Kotaway di temukan banguna gedung yang tidak terawat, Seperti gedung perpustakan yang sudah lama tidak berpenghuni, dan atap plapon bangunan gedung yang sudah rusak, lantai keramik sudah pada pecah.
Dan mirisnya lagi pembayaran gajih guru honor yang sempat bermasalah beberapa waktu yang lalu.
Sementara dilihat dari sumber data Laporan Rekapitulasi dana bos sejak tahun 2020 sampai 2023 anggaran untuk pemeliharan sarana dan perasarana sekolah dan kegiatan pengembangan perpustakaan juga setiap tahun di anggarkan dengan jumlah dana yang cukup pantastis selama empat tahun.
kegiatan lain yang juga di duga di mark-up oleh oknum kepala sekolah ini seperti pembayaran guru honor pada tahun ajaran 2023 dengan jumlah Rp. 63.600.000 (enam puluh tiga juta enam ratus ribu rupiah) per tahun.
Dugaan semakin diperkuat dari keterangan kepala sekolah tersebut saat di konfirmasi wartawan. Menurut IMS jumlah guru honorer di sekolah berjumlah 6 (Enam) orang dengan gajih perbulan Rp. 650.000 (enam ratus lima puluh ribu) perbulan per 1 (satu) orang guru.
“Untuk jumlah guru honor kita ada enam orang, dan perbulannya enam ratus lima puluh ribu rupiah,” ujar kepala sekolah kepada awak media, senin (13/5/2024) di ruang kerjanya sekira pukul 11:00 wib.
Kepala sekolahpun menambahkan, kalau untuk perawatan gedung sekolah itu belum bisa sebab itu termasuk rehab berat, lalu untuk rehab gedung perpustakan sudah di ajakun ke Dinas Pendidikan.
“Untuk rehab pelapon yang rusak tidak termasuk prioritas, untuk perehaban kita semen pagar penghalusan yang sebelumnya kasar, pengecetan dan ganti kunci pintu yang rusak. sementara untuk ruang perpustakaan memang semenjak saya pindah sudah seperti itu buku nya pun buku lama semua, namun itu sudah kita ajukan kedinas untuk di rehab. untuk pembelian buku itu ada di lemari ruang kelas,” ujarnya.
Diduga akibat lemah nya pengawasan penggunaan dana BOS Di SDN 1 Kotaway
Menjadi penyebab mudahnya bagi oknum Kepala Sekolah mencari ke untung pribadi.
Sampai berita ini di terbitkan Dinas Pendidikan dan pihak-pihak lain yang berkompetensi dalam bidang pengawasan belum sempat di konfirmasi untuk dapat memberikan keterangan sudah sejauh mana tingkat pengawasan yang di lakukan mereka dalam penggunaa Anggaran Dana BOS di SDN 1 Kotaway. (Raden/Tim)













