Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Bijak Bermedia Sosial, Satu Unggahan Bisa Jadi Perubahan

280
×

Bijak Bermedia Sosial, Satu Unggahan Bisa Jadi Perubahan

Sebarkan artikel ini

Pekan­baru, SniperNew.id – Di era dig­i­tal yang semakin berkem­bang pesat, media sosial telah men­ja­di salah satu ruang uta­ma dalam inter­ak­si masyarakat. Tak hanya berfungsi seba­gai sarana komu­nikasi, media sosial kini juga men­ja­di wadah untuk berkarya, menye­barkan inspi­rasi, hing­ga mem­berikan dampak posi­tif yang luas.

Hal itu dis­am­paikan oleh Karmi­la Gafar melalui ung­ga­han ter­barun­ya di plat­form Threads, Senin (25/8/2025). Ia mengin­gatkan pent­ingnya meng­gu­nakan media sosial secara bijak, tidak hanya seba­gai tang­gung jawab indi­vidu, tetapi juga seba­gai tang­gung jawab bersama dalam men­cip­takan eko­sis­tem dig­i­tal yang sehat.

“Media sosial yang posi­tif bukan hanya tugas indi­vidu, tapi tang­gung jawab kita bersama,” tulis­nya.

Menu­rut­nya, di balik layar sebuah smart­phone, ter­sim­pan pelu­ang besar bagi anak-anak muda untuk berkarya, men­gin­spi­rasi, dan mem­bawa dampak baik bagi lingkun­gan sek­i­tar. Seti­ap ung­ga­han yang dibagikan bisa memi­li­ki arti pent­ing, bahkan mam­pu meng­ger­akkan peruba­han.

“Di balik layar smart­phone, ter­sim­pan pelu­ang besar bagi anak-anak muda untuk berkarya, men­gin­spi­rasi, dan mem­bawa dampak baik. Mari man­faatkan media sosial den­gan bijak, kare­na satu ung­ga­han bisa men­ja­di peruba­han,” tegas­nya.

Pesan ini men­ja­di pent­ing di ten­gah deras­nya arus infor­masi yang mem­ban­jiri media sosial. Tidak sedik­it anak muda yang ter­je­bak dalam kon­ten negatif, mis­al­nya penye­baran hoaks, ujaran keben­cian, atau bahkan per­i­laku kon­sumtif yang tidak sehat. Pada­hal, den­gan peman­faatan yang tepat, media sosial jus­tru bisa men­ja­di pin­tu ger­bang lahirnya karya-karya kre­atif dan berman­faat.

  Bapak di Sibolga Terpaksa Ambil Makanan dari Minimarket karena Anak Kelaparan

Ung­ga­han Karmi­la Gafar juga dis­er­tai sebuah foto kegiatan budaya yang berlang­sung di salah satu daer­ah. Dalam foto terse­but, tam­pak anak-anak men­ge­nakan paka­ian tra­di­sion­al sedang menampilkan atrak­si silat di atas kar­pet mer­ah. Mere­ka berak­si penuh seman­gat, semen­tara di belakangnya berdiri sejum­lah tokoh masyarakat, aparat, dan masyarakat umum yang menyak­sikan den­gan antu­sias.

Latar belakang foto semakin menarik den­gan berdirinya sebuah masjid megah berkubah emas, menam­bah kesan sakral sekali­gus menun­jukkan kekayaan budaya dan reli­gi masyarakat setem­pat.

Potret itu seakan menyam­paikan pesan bah­wa warisan budaya lokal dan seman­gat keber­samaan bisa men­ja­di bagian dari narasi posi­tif di media sosial. Den­gan menampilkan sisi ter­baik bangsa, maka media sosial tidak hanya men­ja­di tem­pat hibu­ran, tetapi juga ruang edukasi dan inspi­rasi.

Pakar komu­nikasi meni­lai, pesan yang dis­am­paikan Karmi­la Gafar rel­e­van den­gan situ­asi saat ini. Media sosial memang memi­li­ki dua sisi. Di satu sisi, ia dap­at mem­bawa dampak negatif jika digu­nakan tan­pa kon­trol. Namun, di sisi lain, ia dap­at men­ja­di sarana efek­tif dalam menye­barkan seman­gat keber­samaan, karya anak bangsa, dan mem­perku­at iden­ti­tas budaya.

Kehadi­ran ung­ga­han terse­but mengin­gatkan kem­bali bah­wa masyarakat, khusus­nya gen­erasi muda, per­lu lebih cer­das dalam memi­lah dan memil­ih kon­ten yang dibagikan. Bukan hanya sebatas mengiku­ti tren sesaat, tetapi juga bagaimana sebuah ung­ga­han bisa mem­beri nilai tam­bah bagi orang lain.

“Seti­ap kon­ten yang kita bagikan dap­at men­ja­di jejak dig­i­tal. Jejak ini bisa berpen­garuh bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga orang banyak. Kare­na itu, mari gunakan media sosial den­gan penuh tang­gung jawab,” demikian isi pesan yang ter­sir­at.

  Pesona Jembatan Gentala Arasy, Ikon Wisata dan Sejarah Kota Jambi

Eti­ka dig­i­tal men­ja­di salah satu aspek yang per­lu diper­hatikan. Peng­gu­naan media sosial bukan­lah sekadar kebe­basan berek­spre­si tan­pa batas, melainkan juga harus mem­per­hatikan nor­ma, hukum, dan eti­ka yang berlaku.

Masyarakat per­lu sadar bah­wa di balik seti­ap ung­ga­han ter­da­p­at kon­sekuen­si. Oleh kare­na itu, menye­barkan hal-hal yang bersi­fat inspi­ratif, edukatif, dan mem­ban­gun meru­pakan langkah nya­ta dalam meng­hadirkan dampak baik.

Ung­ga­han foto atrak­si budaya anak-anak dalam balu­tan busana tra­di­sion­al juga mem­per­li­hatkan bagaimana kear­i­fan lokal bisa men­ja­di bagian pent­ing dalam kon­ten dig­i­tal. Keti­ka anak-anak menampilkan seni bela diri tra­di­sion­al di hada­pan masyarakat, itu bukan hanya soal hibu­ran, tetapi juga ben­tuk pelestar­i­an budaya yang patut diapre­si­asi.

Kisah-kisah seder­hana ser­ing kali mam­pu mem­berikan inspi­rasi besar. Dari satu ung­ga­han, seman­gat anak-anak bisa ter­sam­paikan kepa­da ribuan orang. Dari satu ung­ga­han pula, budaya lokal bisa dike­nal oleh masyarakat yang lebih luas.

Fenom­e­na ini menun­jukkan bah­wa seti­ap orang memi­li­ki pelu­ang untuk men­ja­di agen peruba­han melalui media sosial. Tidak harus selalu hal-hal besar, bahkan kon­ten kecil yang penuh mak­na bisa meng­ger­akkan banyak orang untuk melakukan hal posi­tif.

Karmi­la Gafar menekankan, tang­gung jawab untuk men­ja­ga media sosial yang sehat tidak hanya ada di pun­dak indi­vidu sema­ta. Semua pihak, baik masyarakat umum, pemer­in­tah, komu­ni­tas, hing­ga para tokoh pub­lik, harus berkon­tribusi men­cip­takan ruang dig­i­tal yang kon­dusif.

Keter­li­batan orang tua dalam men­dampin­gi anak-anak saat meng­gu­nakan media sosial juga san­gat pent­ing. Anak-anak per­lu diarahkan agar tidak ter­jeru­mus pada kon­ten negatif, melainkan bisa meman­faatkan dunia dig­i­tal untuk meng­gali kreativ­i­tas.

Semen­tara itu, tokoh masyarakat dan pemangku kebi­jakan per­lu aktif men­dorong lit­erasi dig­i­tal agar semakin banyak orang paham bagaimana meng­gu­nakan media sosial secara bijak.

  IPTU Adityo Wijanarko Dampingi Walikota Tangerang di Gebyar Jalan Santai HUT RI ke-80

Lit­erasi dig­i­tal men­ja­di kun­ci uta­ma dalam mewu­jud­kan eko­sis­tem media sosial yang sehat. Lit­erasi ini men­cakup kemam­puan mema­ha­mi infor­masi, berpikir kri­tis ter­hadap kon­ten, ser­ta keter­ampi­lan untuk mem­pro­duk­si kon­ten posi­tif.

Den­gan lit­erasi dig­i­tal yang kuat, anak-anak muda tidak hanya men­ja­di kon­sumen infor­masi, tetapi juga pro­dusen yang bisa meng­hasilkan karya-karya berkual­i­tas. Dari sini­lah akan lahir gen­erasi kre­atif yang mam­pu ber­saing di tingkat glob­al, tan­pa melu­pakan iden­ti­tas budaya bangsa.

Ung­ga­han Karmi­la Gafar di Threads sekali­gus men­ja­di pengin­gat bah­wa satu ung­ga­han memi­li­ki keku­atan besar untuk mem­bawa peruba­han. Keti­ka media sosial dipenuhi den­gan hal-hal posi­tif, maka dampaknya akan terasa pada kehidu­pan nya­ta.

Melalui pesan terse­but, hara­pan­nya semakin banyak gen­erasi muda yang sadar akan per­an pent­ing mere­ka di dunia dig­i­tal. Den­gan kreativ­i­tas, eti­ka, dan tang­gung jawab, media sosial bisa men­ja­di ruang yang mem­bawa man­faat besar bagi masyarakat luas.

Pesan yang dis­am­paikan Karmi­la Gafar bukan sekadar ajakan, tetapi juga sebuah ger­akan moral agar masyarakat bersama-sama mem­ban­gun ruang dig­i­tal yang sehat. Media sosial bukan hanya tem­pat untuk berin­ter­ak­si, melainkan juga wadah untuk berkarya, men­gin­spi­rasi, dan mem­berikan dampak baik.

Vidio atrak­si budaya yang turut diung­gah mem­perku­at pesan bah­wa kear­i­fan lokal bisa men­ja­di kon­ten posi­tif yang mem­bang­gakan. Dari seman­gat anak-anak yang tampil di atas pang­gung seder­hana, masyarakat dia­jak meli­hat poten­si besar di balik satu ung­ga­han.

Mari jadikan media sosial seba­gai sarana peruba­han yang baik. Sebab, seper­ti yang dite­gaskan Karmi­la Gafar, satu ung­ga­han bisa men­ja­di awal dari sebuah peruba­han besar.

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *