Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Nasional

Bernard MP Simaremare SH, MH: Menyalakan Semangat Sumpah Pemuda untuk Bersatu dan Bermanfaat

362
×

Bernard MP Simaremare SH, MH: Menyalakan Semangat Sumpah Pemuda untuk Bersatu dan Bermanfaat

Sebarkan artikel ini

MedanSnipernew.id

Di ten­gah hiruk-pikuk kehidu­pan mod­ern dan deras­nya arus indi­vid­u­al­isme, seman­gat per­sat­u­an terny­a­ta masih hidup di dada gen­erasi muda. Hal ini ter­cer­min dari sosok Bernard MP Simare­mare, SH, MH, seo­rang pen­gacara muda asal Medan yang juga Sekre­taris DPD Toga Ari­to­nang Sumat­era Utara.

Tang­gal 28 Okto­ber 2025 men­ja­di momen penuh mak­na bagi Bernard. Hari itu bukan sekadar peringatan Sumpah Pemu­da, melainkan pengin­gat akan seman­gat untuk bersatu, berg­er­ak maju, dan mem­beri man­faat bagi sesama.

“Kami ingin pemu­da-pemu­di sekarang tidak hanya sehat secara fisik, tapi juga merasakan seman­gat per­sat­u­an yang per­nah diko­barkan para pemu­da tahun 1928. Sudahi semua per­i­laku buruk yang jus­tru menyengsarakan prib­a­di sendiri,” ujar Bernard penuh haru, Selasa (28/10/2025) di sela sela sidang di PN Medan.

  Kepala Lapas Narkotika Langkat Dampingi Bupati Langkat Serahkan Remisi Umum dan Dasawarsa kepada Warga Binaan UPT Pemasyarakatan se-Kabupaten Langkat

Menghidup­kan Nilai Sumpah Pemu­da di Era Mod­ern

Bernard per­caya, mak­na Sumpah Pemu­da tidak boleh sekadar men­ja­di slo­gan tahu­nan. Bagi dia, tiga ikrar yang digaungkan pada 28 Okto­ber 1928—satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia—adalah pesan aba­di yang harus terus dihidup­kan.

Ia meni­lai, gen­erasi muda masa kini jus­tru memi­li­ki pelu­ang besar untuk men­er­jemahkan seman­gat itu melalui ker­ja sama, sportiv­i­tas, dan kepedu­lian sosial. “Seman­gat per­sat­u­an tidak lekang oleh wak­tu. Ia hanya berubah ben­tuk sesuai zaman,” katanya.

Bagi Bernard, men­ja­ga keu­tuhan bangsa adalah tang­gung jawab moral seti­ap anak muda. Sumpah Pemu­da, katanya, bukan hanya ten­tang sejarah, tapi ten­tang masa depan Indone­sia yang lebih baik.

  KSTI 2025: Gebrakan Sains dan Teknologi Indonesia Menuju Lompatan Besar

Dari Ruang Sidang ke Pelosok Negeri

Seba­gai pen­gacara muda, Bernard tak hanya berbicara soal ide­al­isme di pang­gung ser­e­mo­ni­al. Ia mem­buk­tikan tekad­nya di lapan­gan. Sela­ma ini, ia dike­nal ker­ap mem­ban­tu masyarakat kurang mam­pu dalam meng­hadapi masalah hukum tan­pa pam­rih.

Tin­dakan kecil itu men­ja­di wujud nya­ta dari seman­gat Sumpah Pemuda—semangat untuk mem­bela, melayani, dan mem­per­juangkan kead­i­lan bagi sesama. Di mata Bernard, mem­ban­tu orang yang tertin­das adalah ben­tuk pengab­di­an tert­ing­gi seo­rang pemu­da.

“Pemu­da tidak harus selalu tampil di depan kam­era. Kadang, per­juan­gan pal­ing mulia jus­tru ter­ja­di dalam senyap—saat kita meno­long orang yang tak mam­pu bersuara,” ucap­nya ten­ang.

Pang­gi­lan untuk Gen­erasi Penerus

Kini, ham­pir satu abad sejak Sumpah Pemu­da per­ta­ma kali diku­man­dan­gkan, seman­gat itu tetap mengge­ma. Bernard MP Simare­mare men­ga­jak gen­erasi muda untuk tidak kehi­lan­gan arah dan jati diri.

  Tujuh Bulan Terbaring Sakit, Melalui Pesan Suara Eti Minta Pulang Dari Saudi

Menu­rut­nya, per­sat­u­an dan kepedu­lian sosial adalah dua hal yang pal­ing dibu­tuhkan bangsa ini. Di ten­gah perbe­daan dan tan­ta­n­gan zaman, seman­gat keber­samaan harus terus dija­ga agar Indone­sia tetap berdiri kokoh.

“Sumpah Pemu­da bukan hanya peringatan, tapi pang­gi­lan. Mari kita jaga api seman­gat itu agar tetap menyala,” tut­up Bernard penuh keyak­i­nan.

Penut­up

Sosok Bernard MP Simare­mare men­ja­di cer­min nya­ta bah­wa seman­gat 1928 masih hidup di dada pemu­da Indone­sia. Di usianya yang muda, ia telah mem­buk­tikan bah­wa bersatu dan berman­faat bagi bangsa bukan sekadar kata-kata, melainkan per­juan­gan yang dijalani seti­ap hari.

Sumpah Pemu­da akan selalu men­ja­di cahaya—dan lewat tan­gan pemu­da seper­ti Bernard, cahaya itu akan terus men­eran­gi per­jalanan bangsa ke masa depan. (MR/BT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *