Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Bantuan BOS

Bantahan Pengelola Pamsimas Kualanamu atas Isu Dana Rp1 Miliar

72
×

Bantahan Pengelola Pamsimas Kualanamu atas Isu Dana Rp1 Miliar

Sebarkan artikel ini

DELI SERDANG — Snipernew. Id

Pen­gelo­la Pro­gram Penye­di­aan Air Minum dan San­i­tasi Berba­sis Masyarakat (Pam­si­mas) di Desa Pasar VI Kualana­mu mem­berikan klar­i­fikasi terkait tuduhan penyelewen­gan dana pem­ban­gu­nan air bersih yang sem­pat meny­eret nama man­tan kepala desa setem­pat.

Mere­ka mene­gaskan bah­wa infor­masi men­ge­nai anggaran Rp1 mil­iar dan kual­i­tas air yang tidak layak kon­sum­si tidak sesuai den­gan data yang dim­i­li­ki pen­gelo­la pro­gram.
Koor­di­na­tor Pem­ban­gu­nan Pam­si­mas Desa Pasar VI Kualana­mu, Suwarno, meny­atakan bah­wa tudin­gan terse­but per­lu dil­u­ruskan agar tidak menim­bulkan kesalah­pa­haman di ten­gah masyarakat.

Ia men­je­laskan bah­wa total anggaran pem­ban­gu­nan Pam­si­mas pada tahun anggaran 2019–2020 jauh lebih kecil dari angka yang beredar.

Menu­rut Suwarno, dana pro­gram terse­but berasal dari dua sum­ber uta­ma, yaitu ban­tu­an dari Dinas Peker­jaan Umum dan Peruma­han Raky­at (PUPR) Kabu­pat­en Deli Ser­dang sebe­sar Rp245 juta ser­ta dukun­gan Dana Desa (DD) sebe­sar Rp195 juta.

  Kepsek SDN 1 Tegineneng Diduga Abaikan Transparansi Dana BOS, APH Diminta Segera Bertindak!

“Total real­isasi anggaran pem­ban­gu­nan Pam­si­mas di desa ini sebe­sar Rp440 juta. Angka itu jelas berbe­da den­gan infor­masi yang menye­butkan adanya anggaran Rp1 mil­iar,” kata Suwarno saat mem­berikan keteran­gan kepa­da wartawan.

Ia meni­lai penyebu­tan angka yang tidak sesuai dap­at menim­bulkan persep­si keliru, teruta­ma kare­na dalam pem­ber­i­taan sebelum­nya nama man­tan Kepala Desa Pasar VI Kualana­mu, Wiwi Pur­wa­di, dise­but seba­gai Pen­guasa Peng­gu­na Anggaran (PPA). Menu­rut­nya, per­soalan tek­nis pem­ban­gu­nan di lapan­gan meru­pakan tang­gung jawab tim pelak­sana kegiatan, semen­tara selu­ruh doku­men peng­gu­naan anggaran dap­at ditelusuri.

Suwarno juga meny­atakan bah­wa pihaknya tidak menut­up diri ter­hadap pros­es audit atau pemerik­saan apa­bi­la diper­lukan. Ia berharap infor­masi yang beredar di pub­lik dap­at didasarkan pada data yang dap­at diver­i­fikasi.

“Kami ter­bu­ka jika ada audit atau pemerik­saan. Data peng­gu­naan anggaran terse­dia dan bisa dil­i­hat sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.

  Warga Kondang Jaya Antusias Ikuti Tabligh Akbar Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Selain isu anggaran, ker­aguan war­ga terkait kelayakan air untuk dikon­sum­si juga men­ja­di per­ha­t­ian. Direk­tur Kapespam/Pamsimas Desa Pasar VI Kualana­mu, Agus Sunar­di, men­gatakan sis­tem penye­di­aan air terse­but diban­gun den­gan mengiku­ti prose­dur tek­nis yang berlaku dalam pro­gram Pam­si­mas.

Menu­rut­nya, sebelum air didis­tribusikan kepa­da war­ga, sum­ber air telah melalui pen­gu­jian lab­o­ra­to­ri­um untuk memas­tikan stan­dar kelayakan.

“Air yang dis­alurkan kepa­da masyarakat sudah melalui pros­es uji lab­o­ra­to­ri­um.

Jadi angga­pan bah­wa air terse­but belum diu­ji atau tidak layak kon­sum­si tidak sesuai den­gan prose­dur yang kami jalankan,” kata Agus.

Ia juga men­je­laskan men­ge­nai biaya pemasan­gan insta­lasi meter­an air bagi pelang­gan baru yang sem­pat men­ja­di sorotan. Agus menye­but biaya terse­but meru­pakan biaya res­mi yang digu­nakan untuk pen­gadaan mate­r­i­al meter­an dan jasa pemasan­gan jaringan.

Dalam sis­tem yang dit­er­ap­kan pen­gelo­la, war­ga dike­nakan biaya pemasan­gan sebe­sar Rp1 juta, semen­tara pelaku usa­ha dike­nakan biaya Rp1,2 juta. Perbe­daan terse­but, menu­rut Agus, dibu­at seba­gai ben­tuk klasi­fikasi peng­gu­na ser­ta upaya sub­si­di silang untuk men­dukung biaya opera­sion­al dan pemeli­haraan jaringan air.

  Kolaborasi Ramadan di Nganjuk, Gus Ipul Tegaskan Keberpihakan pada Wong Cilik

“Biaya itu digu­nakan untuk pen­gadaan meter­an ser­ta jasa insta­lasi.

Ada perbe­daan tarif antara rumah tang­ga dan usa­ha agar sis­tem dap­at ber­jalan berke­lan­ju­tan,” ujarnya.

Agus juga mene­gaskan bah­wa ret­ribusi air yang diba­yarkan pelang­gan dikelo­la secara ter­bu­ka oleh pen­gelo­la Pam­si­mas desa. Dana terse­but digu­nakan untuk kebu­tuhan opera­sion­al seper­ti pem­ba­yaran listrik pom­pa air, per­awatan mesin, ser­ta per­baikan jaringan dis­tribusi.

Selain kebu­tuhan tek­nis, seba­gian dana juga dialokasikan untuk kegiatan sosial dan kemasyarakatan di desa. Di antaranya pem­ber­ian san­tu­nan bagi anak yatim dan war­ga lan­jut usia, ser­ta dukun­gan ter­hadap kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan Repub­lik Indone­sia dan kegiatan keaga­maan.

Pihak pen­gelo­la berharap klar­i­fikasi ini dap­at mem­berikan gam­baran yang lebih utuh kepa­da masyarakat terkait pen­gelo­laan pro­gram air bersih di Desa Pasar VI Kualana­mu. Mere­ka juga men­dorong agar seti­ap infor­masi yang berkem­bang dap­at dikon­fir­masi secara lang­sung kepa­da pihak terkait guna men­ja­ga akurasi pem­ber­i­taan.

 

Redak­si

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *