Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Aksi Season 2 Tuntut Bupati Pati Mundur, Salah Satu Tokoh Utama Menyatakan Mundur

124
×

Aksi Season 2 Tuntut Bupati Pati Mundur, Salah Satu Tokoh Utama Menyatakan Mundur

Sebarkan artikel ini

Pati, SniperNew.id – Aksi unjuk rasa yang mena­makan diri seba­gai “Sea­son 2” kem­bali men­cu­at di Kabu­pat­en Pati den­gan tun­tu­tan uta­ma agar Bupati Pati segera men­gun­durkan diri dari jabatan­nya. Ren­cana aksi terse­but dijad­walkan berlang­sung pada 25 Agus­tus men­datang. Namun, men­je­lang aksi ini dige­lar, salah satu tokoh yang sela­ma ini dike­nal seba­gai pemimpin uta­ma, Husein, meny­atakan mundur dari barisan, Rabu (20/08/2025).

Perny­ataan mundur Husein men­ja­di sorotan pub­lik sete­lah videonya terse­bar di media sosial. Dalam video singkat itu, Husein menyam­paikan bah­wa dirinya tidak men­da­p­atkan keun­tun­gan apapun dari keter­li­batan­nya dalam aksi terse­but.

“Saya eng­gak dap­at apa-apa ya,” ucap Husein di hada­pan kam­era.

Perny­ataan itu son­tak menim­bulkan beragam respons dari war­ganet, teruta­ma di media sosial Threads, tem­pat kabar ini ramai diperbin­cangkan. Meskipun demikian, ren­cana aksi tetap dise­but akan ber­jalan sesuai agen­da den­gan tun­tu­tan uta­ma mende­sak Bupati Pati segera turun dari jabatan­nya.

Postin­gan dari akun @folkkonoha yang mem­bagikan kabar ini lang­sung men­da­p­at per­ha­t­ian besar, den­gan lebih dari 200 ribu tayan­gan, puluhan komen­tar, dan reak­si dari war­ganet.

  Warisan Perjuangan Pemimpin Sulut Dikenang, Gubernur Yulius: Ini Amanah Generasi Kini

Salah satu peng­gu­na, den­gan nama akun mas_musmas, menekankan bah­wa per­juan­gan aksi tidak per­lu menokohkan indi­vidu ter­ten­tu. Baginya, seti­ap orang yang berjuang agar Bupati Pati lengser adalah pahlawan.

“Gak per­lu menokohkan orang, semua yang berhasil lengserkan Sude­wo adalah pahlawan. Demo harus jalan terus, sam­pai Sude­wo-nya bikin video men­gun­durkan diri. Jan­gan sam­pai orang lain yang umumkan, harus Sude­wo-nya sendiri,” tulis­nya.

Semen­tara itu, akun zhafhong berpen­da­p­at bah­wa aksi seharus­nya tidak dilakukan den­gan jeda. Menu­rut­nya, jika ada wak­tu kosong, pihak pen­guasa yang men­ja­di objek protes akan men­cari titik lemah para peng­ger­ak aksi.

“Itu­lah kena­pa demo seharus­nya tan­pa jeda. Kare­na bakal dipec­ah dan dicari titik lemah­nya. Apala­gi yang dide­mo pen­guasa. Kalau mau turunin jan­gan berhen­ti pake demo susu­lan. Lang­sung gas dari awal. Kalau ada jeda wak­tu pasti pen­tolan demo bakal dicari kelema­han­nya,” ungkap­nya.

Di sisi lain, akun benir­logi­ka meni­lai kepu­tu­san Husein untuk mundur seba­gai ben­tuk prin­sip prib­a­di. Ia meny­ing­gung bah­wa ger­akan terse­but sudah ditung­gan­gi kepentin­gan pihak ter­ten­tu, sehing­ga langkah mundur adalah pil­i­han yang tepat.

“Betul mas. Sudah ditung­gan­gi, jan­gan. Mau bera­pa banyak lagi kor­ban­nya. Man­tap, cowok pun­ya prin­sip,” tulis­nya.

Aksi yang dise­but seba­gai “Sea­son 2” ini bukan­lah kali per­ta­ma demon­strasi dige­lar di Kabu­pat­en Pati. Sebelum­nya, aksi seru­pa sem­pat muncul den­gan isu yang sama, yakni menun­tut agar Bupati Pati men­gun­durkan diri. Gelom­bang protes terse­but lahir dari berba­gai keke­ce­waan masyarakat ter­hadap kebi­jakan daer­ah dan kepemimp­inan bupati.

  Warga Lampung Barat Resah, Harimau Teror Kawasan TNBS

Namun, perny­ataan mundurnya Husein diang­gap men­ja­di babak baru dalam dinami­ka aksi ini. Sebab, Husein sela­ma ini dike­nal seba­gai salah satu fig­ur sen­tral yang meng­ger­akkan mas­sa. Sikap­nya yang memil­ih mundur den­gan alasan tidak men­da­p­at keun­tun­gan memu­nculkan per­tanyaan di kalan­gan masyarakat: apakah ada kepentin­gan lain yang bermain di balik aksi terse­but.

Mes­ki demikian, pihak yang masih berta­han dalam barisan aksi mene­gaskan bah­wa per­juan­gan akan tetap berlan­jut. Mere­ka tetap berkomit­men turun ke jalan pada tang­gal yang sudah diten­tukan, den­gan tun­tu­tan tegas agar Bupati Pati segera mele­takkan jabatan­nya.

Dari pan­tauan di media sosial, respons pub­lik tam­pak ter­be­lah. Seba­gian men­dukung langkah tegas melan­jutkan aksi tan­pa bergan­tung pada fig­ur ter­ten­tu. Menu­rut mere­ka, yang pent­ing adalah tujuan besar, yaitu peruba­han kepemimp­inan di Kabu­pat­en Pati.

Seba­gian lain jus­tru men­gapre­si­asi kepu­tu­san Husein untuk mundur, men­gang­gap bah­wa ger­akan terse­but sudah kehi­lan­gan arah dan sarat kepentin­gan poli­tik. Ada pula yang meni­lai bah­wa per­pec­a­han dalam barisan aksi adalah hal yang wajar dalam dinami­ka perg­er­akan sosial.

  Audiensi Desa Berkat Perkuat Partisipasi Warga Tarub

“Kalau memang sudah merasa tidak nya­man, mundur adalah hak indi­vidu. Yang pent­ing aspi­rasi masyarakat tetap dis­uarakan den­gan damai dan sesuai atu­ran,” ujar salah satu komen­tar netral war­ganet.

Situ­asi ini menun­jukkan bah­wa aksi mas­sa bukan hanya soal keku­atan di lapan­gan, tetapi juga soal solid­i­tas dan keper­cayaan di dalam barisan. Mundurnya tokoh sen­tral ker­ap diang­gap seba­gai kelema­han, namun bisa juga men­ja­di pelu­ang untuk mem­buk­tikan bah­wa ger­akan terse­but benar-benar dig­er­akkan oleh raky­at, bukan oleh indi­vidu ter­ten­tu.

Beber­a­pa pihak meni­lai, jika aksi benar-benar murni mem­per­juangkan aspi­rasi masyarakat, maka keber­lan­ju­tan ger­akan tidak seharus­nya bergan­tung pada satu orang. Namun, jika ada kepentin­gan di belakang layar, per­pec­a­han seper­ti ini akan semakin mem­per­lemah ger­akan itu sendiri.

Aksi Sea­son 2 di Kabu­pat­en Pati men­ja­di sorotan kare­na dinami­ka inter­nal yang cukup men­colok. Mes­ki salah satu tokoh uta­manya, Husein, memil­ih mundur den­gan alasan prib­a­di, seba­gian mas­sa tetap bertekad melan­jutkan per­juan­gan menun­tut pen­gun­duran diri Bupati Pati.

Kini, pub­lik menan­tikan apakah aksi yang dijad­walkan pada 25 Agus­tus benar-benar akan berlang­sung besar-besaran, atau jus­tru meredup aki­bat per­pec­a­han inter­nal. Yang jelas, peri­s­ti­wa ini men­ja­di cer­mi­nan bah­wa ger­akan sosial selalu penuh dinami­ka, den­gan tan­ta­n­gan yang datang bukan hanya dari pihak luar, melainkan juga dari dalam barisan sendiri.

Edi­tor: (Dar­mawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *