Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Bantuan BOS

MIO Indonesia Ingatkan Ancaman Ekonomi dan Indepedensi Pers

66
×

MIO Indonesia Ingatkan Ancaman Ekonomi dan Indepedensi Pers

Sebarkan artikel ini

SERANG, BANTEN ‑Sniper

Ket­ua Umum MIO Indone­sia AYS Prayo­gie meni­lai tema Hari Pers Nasion­al (HPN) 2026, “Pers Sehat, Ekono­mi Berdaulat, Bangsa Kuat”, rel­e­van den­gan situ­asi terki­ni, namun belum sepenuh­nya menyen­tuh per­soalan struk­tur­al yang dihadapi indus­tri pers, khusus­nya media online dan media lokal.

Menu­rut Prayo­gie, tan­ta­n­gan uta­ma pers saat ini bukan sema­ta soal adap­tasi teknolo­gi, melainkan kri­sis ekono­mi yang bersi­fat sis­temik.

  Klarifikasi Kacabdin Soal Chat Tipikor

“Pers hari ini meng­hadapi tekanan ekono­mi yang serius. Banyak perusa­haan pers berta­han dalam kon­disi tidak sehat aki­bat ketim­pan­gan dis­tribusi belan­ja iklan, dom­i­nasi plat­form dig­i­tal glob­al, ser­ta min­im­nya kebi­jakan yang berpi­hak pada media lokal,” kata Prayo­gie, Senin (9/2/2026), di Aston Hotel, Kota Serang, Ban­ten.

Ia men­je­laskan, berba­gai lapo­ran indus­tri menun­jukkan seba­gian besar belan­ja iklan nasion­al kini men­galir ke plat­form dig­i­tal glob­al dan media sosial. Semen­tara itu, media pers—terutama media lokal dan independen—hanya mem­per­oleh por­si yang relatif kecil.

Kon­disi terse­but, lan­jut Prayo­gie, berdampak lang­sung pada keber­lang­sun­gan redak­si dan kese­jahter­aan wartawan.

“Keti­ka perusa­haan pers kesuli­tan berta­han, yang ser­ing diko­r­bankan adalah kual­i­tas jur­nal­is­tik. Wartawan dibebani tar­get kuan­ti­tas, bek­er­ja den­gan upah min­im, bahkan tan­pa per­lin­dun­gan ker­ja yang layak,” ujarnya.

  Diduga Dibekingi Oknum, Judi Sabung Ayam Tumbuh Subur di Pantai Labu

Prayo­gie menam­bahkan, tekanan ekono­mi juga mem­bu­ka ruang inter­ven­si ter­hadap inde­pen­den­si pers. Media yang bergan­tung pada iklan atau ker­ja sama ter­ten­tu bera­da dalam posisi tawar yang lemah keti­ka harus bersikap kri­tis ter­hadap kekuasaan maupun kepentin­gan modal.

Kebe­basan Pers di Bawah Tekanan

Selain per­soalan ekono­mi, Prayo­gie juga meny­oroti meningkat­nya anca­man ter­hadap kebe­basan pers. Dalam beber­a­pa tahun ter­akhir, kata dia, pub­lik dis­ug­uhkan berba­gai kasus intim­i­dasi, pela­po­ran hukum, hing­ga krim­i­nal­isasi ter­hadap jur­nalis dan media yang men­gangkat isu-isu sen­si­tif.

“Anca­man ter­hadap pers hari ini tidak selalu berben­tuk kek­erasan fisik. Tekanan ekono­mi, gugatan hukum, pasal-pasal karet, hing­ga pem­bat­asan akses infor­masi men­ja­di cara baru mem­bungkam kri­tik,” kata Prayo­gie.

  Warga Kondang Jaya Antusias Ikuti Tabligh Akbar Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Ia meni­lai, pela­po­ran jur­nalis ke aparat pene­gak hukum, pemang­gi­lan redak­si aki­bat pem­ber­i­taan kri­tis, hing­ga upaya penu­runan kon­ten jur­nal­is­tik di ruang dig­i­tal menun­jukkan kebe­basan pers masih bera­da dalam kon­disi rentan.

“Kon­disi ini berba­haya bagi demokrasi. Pers yang takut dan lemah secara ekono­mi tidak akan mam­pu men­jalankan fungsi kon­trol sosial secara mak­si­mal,” ujarnya.

Prayo­gie mene­gaskan, peringatan HPN seharus­nya men­ja­di ruang reflek­si dan eval­u­asi bersama, bukan sekadar per­ayaan ser­e­mo­ni­al.

“Negara harus hadir memas­tikan eko­sis­tem pers yang sehat. Kebe­basan pers bukan hadi­ah, melainkan amanat kon­sti­tusi yang wajib dija­ga,” kata Prayo­gie, meru­juk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 ten­tang Pers.

(HUMAS MIO INDONESIA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *