Bantuan BOSBerita Pendidikan

Dana BOS 2025 SDN 1 Tegineneng Disorot LPKAN RI, Kepsek Diminta Buka Data dan Bertanggung Jawab

290
×

Dana BOS 2025 SDN 1 Tegineneng Disorot LPKAN RI, Kepsek Diminta Buka Data dan Bertanggung Jawab

Sebarkan artikel ini
Keterangan Gambar: Ketua Lembaga Pemantau Aset Keuangan Negara Republik Indonesia (LPKAN RI) Kabupaten Tanggamus, Helmi, saat memberikan pernyataan terkait dugaan minimnya transparansi pengelolaan Dana BOS Tahun Anggaran 2025 di SD Negeri 1 Tegineneng, Kecamatan Limau.

TANGGAMUS, SNIPERNEW.id – Dugaan tidak adanya keter­bukaan pub­lik dalam pen­gelo­laan anggaran Dana Ban­tu­an Opera­sion­al Seko­lah (BOS) Tahun Anggaran 2025 di SD Negeri 1 Tegine­neng, Keca­matan Limau, Kabu­pat­en Tangga­mus, kem­bali men­u­ai sorotan. Kali ini, per­ha­t­ian datang dari Lem­ba­ga Peman­tau Aset Keuan­gan Negara Repub­lik Indone­sia (LPKAN RI). Kamis (6/2/2026).

  Kolaborasi Ramadan di Nganjuk, Gus Ipul Tegaskan Keberpihakan pada Wong Cilik

Ket­ua LPKAN RI Kabu­pat­en Tangga­mus, Hel­mi, men­gungkap­kan adanya sejum­lah kejang­galan men­colok terkait pen­gelo­laan Dana BOS di seko­lah terse­but yang dini­lai tidak transparan dan berpoten­si melang­gar prin­sip akunt­abil­i­tas pub­lik.

Menu­rut Hel­mi, Dana BOS meru­pakan anggaran negara yang bersum­ber dari uang raky­at dan wajib dikelo­la secara ter­bu­ka, tert­ib admin­is­trasi, ser­ta dap­at diper­tang­gung­jawabkan sesuai item peng­gu­naan yang telah dite­tap­kan pemer­in­tah.

“Anggaran Dana BOS itu sudah ada atu­ran main­nya. Harus dikelo­la sebaik mungkin sesuai item dan mekanisme. Jika tidak ter­bu­ka, ini patut diper­tanyakan,” tegas Hel­mi.

Ia juga meny­oroti perny­ataan F, selaku ben­da­hara seko­lah, yang dini­lai tidak logis dan terke­san menghin­dar saat dim­intai keteran­gan terkait peng­gu­naan anggaran terse­but.

  Klarifikasi Anggaran SMA Negeri 1 Pringsewu Dialihkan, Publik Pertanyakan Peran Pengawasan Kacabdin

“Ini jelas jang­gal. Perny­ataan ben­da­hara terke­san tidak masuk akal dan seo­lah menut­up-nutupi peng­gu­naan Dana BOS. Secara admin­is­trasi dan mekanisme peng­gu­naan anggaran, hal ini patut diper­tanyakan secara serius,” lan­jut­nya.

LPKAN RI meni­lai, kepala seko­lah seba­gai penang­gung jawab uta­ma anggaran tidak dap­at melepaskan diri dari kewa­jiban mem­berikan pen­je­lasan kepa­da pub­lik, ter­lebih jika muncul dugaan keti­dak­ter­bukaan dalam pen­gelo­laan dana negara.

Hel­mi mene­gaskan, pihaknya men­dorong agar kepala seko­lah SDN 1 Tegine­neng segera mem­berikan klar­i­fikasi res­mi, mem­bu­ka data peng­gu­naan Dana BOS, ser­ta berse­dia meng­hadap pihak-pihak terkait guna melu­ruskan per­soalan yang berkem­bang di ten­gah masyarakat.

  Program Pemberdayaan Jadi Perhatian

“Kami men­dorong kepala seko­lah untuk tidak diam. Hadir, jelaskan secara ter­bu­ka, dan tun­jukkan data. Jika pen­gelo­laan sudah sesuai atu­ran, maka tidak ada yang per­lu ditu­tupi,” pungkas Hel­mi.

Hing­ga beri­ta ini diter­bitkan, pihak kepala seko­lah SDN 1 Tegine­neng belum mem­berikan tang­ga­pan res­mi terkait sorotan terse­but.

Redak­si masih beru­paya melakukan kon­fir­masi lan­ju­tan guna memenuhi asas keber­im­ban­gan seba­gaimana diatur dalam Kode Etik Jur­nal­is­tik.

Penulis: (Fahrul).

Edi­tor: (31252)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *