Berita DaerahBerita Investigasi

Jalan Baru Selesai, Aspal Mengelupas: Warga Way Ngison 1–Sidodadi Minta Evaluasi Serius

307
×

Jalan Baru Selesai, Aspal Mengelupas: Warga Way Ngison 1–Sidodadi Minta Evaluasi Serius

Sebarkan artikel ini
Keterangan gambar: Kondisi jalan Latasiryang di Pekon Way Gison I–Sidodadi, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, terlihat aspal mengelupas di sejumlah titik meski baru selesai dikerjakan. (Dok. Kiriman Warga)

PRINGSEWU, SNIPERNEW.id — Pembangunan jalan Latasiryang yang menghubungkan Desa/Pekon Way Ngison I dengan Pekon Sidodadi, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, kini menuai sorotan dan keluhan dari masyarakat setempat, Sabtu (16/1/2026).

Jalan yang berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pringsewu tersebut diketahui baru saja rampung dikerjakan pada Tahun Anggaran 2025.

Namun, belum lama digunakan oleh masyarakat, kondisi fisik jalan tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, lapisan aspal di beberapa titik tampak mengelupas, retak, bahkan tergerus, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan kualitas konstruksi dan daya tahan jalan yang baru selesai dibangun itu.

  Sosialisasi FPK Perkuat Persatuan Demi Pringsewu Harmonis Berkelanjutan

Kerusakan ini dinilai janggal oleh warga, mengingat usia jalan yang masih terbilang sangat baru.

Seharusnya, jalan yang baru dibangun mampu bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama sebelum mengalami kerusakan berarti. Kondisi ini pun memicu pertanyaan dari masyarakat terkait proses pengerjaan dan pengawasan proyek tersebut.

“Jalan ini baru selesai dikerjakan, tapi sekarang sudah mulai rusak. Aspalnya mengelupas di beberapa bagian. Kami sebagai warga tentu kecewa,” ujar salah satu warga yang melintas di lokasi.

Warga mengungkapkan, jalan tersebut memiliki peran penting sebagai akses utama penghubung antarpekon. Jalan itu digunakan setiap hari oleh masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari keperluan ekonomi, pendidikan, hingga akses layanan sosial lainnya.

  Penumpang Bus Rute Aceh–Medan Dilaporkan Hilang Kontak Sejak Kamis Pagi

Jika kerusakan dibiarkan, dikhawatirkan akan semakin parah dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.
Selain itu, warga juga khawatir kerusakan dini akan berdampak pada biaya pemeliharaan yang lebih besar di kemudian hari.

Mereka menilai, perbaikan seharusnya dilakukan sedini mungkin agar kerusakan tidak meluas dan kualitas jalan dapat dipertahankan sesuai dengan harapan masyarakat.

Masyarakat setempat berharap Dinas PU Kabupaten Pringsewu dapat segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi jalan tersebut.

Evaluasi teknis dinilai penting untuk mengetahui penyebab kerusakan, sekaligus memastikan apakah pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi dan standar yang ditetapkan.

“Kalau memang ada bagian yang kurang kuat, kami minta segera diperbaiki. Jangan sampai jalan ini makin rusak dan akhirnya merugikan masyarakat,” tambah warga lainnya.

  Hentikan Aksi Main Hakim Sendiri! LSM HAMMER Desak Aparat Tegas Lindungi Hukum dan Kemanusiaan

Warga menegaskan bahwa mereka tidak bermaksud menuduh pihak tertentu, melainkan ingin adanya transparansi dan tanggung jawab dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Mereka berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat menanggapi keluhan ini secara serius dan profesional.

Pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang sangat berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Oleh karena itu, masyarakat berharap setiap proyek yang dibiayai oleh anggaran negara atau daerah benar-benar memberikan manfaat optimal dan memiliki kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas PU Kabupaten Pringsewu terkait kondisi jalan tersebut.

Masyarakat berharap, keluhan ini dapat menjadi perhatian bersama demi terwujudnya pembangunan infrastruktur yang berkualitas, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan publik.

Penulis: (Jamhari& iskandar))