ACEH TAMIANG, SNIPERNEW.id – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menyalurkan bantuan berupa ribuan polibag berisi tanah lumpur sisa banjir dan bibit tanaman kepada masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (13/1/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., melalui Polres Aceh Tamiang.
Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemanfaatan kembali material sisa bencana banjir agar memiliki nilai produktif, sekaligus mendukung pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat pascabencana.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menjelaskan bahwa Kapolda Aceh menyerahkan sebanyak 20.000 karung atau polibag berisi tanah lumpur bekas banjir yang telah dikeringkan, serta 500 bungkus bibit pertanian kepada Polres Aceh Tamiang.
Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemanfaatan kembali material sisa bencana banjir agar memiliki nilai produktif, sekaligus mendukung pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat pascabencana.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menjelaskan bahwa Kapolda Aceh menyerahkan sebanyak 20.000 karung atau polibag berisi tanah lumpur bekas banjir yang telah dikeringkan, serta 500 bungkus bibit pertanian kepada Polres Aceh Tamiang. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muliadi, S.H., M.H.
“Karung-karung tersebut tidak sekadar bantuan biasa. Seluruhnya diisi dengan tanah lumpur bekas banjir besar yang telah dikeringkan, sebagai bentuk pemanfaatan material sisa bencana menjadi sesuatu yang bernilai dan produktif,” ujar Kombes Pol. Joko Krisdiyanto.
Ia menambahkan, bibit pertanian yang disalurkan terdiri dari berbagai jenis tanaman hortikultura, di antaranya timun, terong, dan semangka, yang diharapkan dapat segera ditanam oleh masyarakat terdampak banjir.
“Melalui langkah ini, Polri mendorong masyarakat untuk bangkit, mengolah, dan menata kembali kehidupan pascabanjir. Bantuan ini juga menjadi simbol semangat gotong royong serta kepedulian Polri terhadap pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat Aceh Tamiang,” jelasnya.













