Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Hukum

Tanggung Jawab Kontraktor Dipertanyakan, Pekerjaan Proyek Kemenag Babel Lewat Masa Pelaksanaan

154
×

Tanggung Jawab Kontraktor Dipertanyakan, Pekerjaan Proyek Kemenag Babel Lewat Masa Pelaksanaan

Sebarkan artikel ini

Bang­ka –Snipernew.id

Keter­lam­bat­an penye­le­sa­ian proyek pemer­in­tah berni­lai mil­iaran rupi­ah kem­bali mem­bu­ka ruang kri­tik tajam ter­hadap kin­er­ja dan tang­gung jawab kon­trak­tor pelak­sana. Proyek Pem­ban­gu­nan Gedung Lab­o­ra­to­ri­um dan Per­pus­takaan Tipe 2 pada MTSN 2 berlokasi di Desa Zed, Keca­matan Men­do Barat, Kabu­pat­en Bang­ka, yang bera­da di bawah Kan­tor Wilayah Kementer­ian Aga­ma Provin­si Kepu­lauan Bang­ka Beli­tung, diduga tidak dis­e­le­saikan sesuai batas wak­tu kon­trak seba­gaimana telah dis­ep­a­kati secara hukum. Sab­tu (10/1/2026).

Berdasarkan data papan infor­masi proyek, peker­jaan terse­but dilak­sanakan oleh CV Ban­gun Per­sa­da Wahana Mandiri den­gan nilai kon­trak men­ca­pai Rp2.023.811.290. Kon­trak peker­jaan ditan­datan­gani pada 15 Sep­tem­ber 2025 den­gan masa pelak­sanaan 108 hari kalen­der, yang secara admin­is­tratif berakhir pada 31 Desem­ber 2025.

  Pabrik Sepatu PT. Girvi Mas di Tanjung Morawa Terancam Pailit

Fak­ta di lapan­gan menun­jukkan bah­wa hing­ga mema­su­ki Jan­u­ari 2026, peker­jaan belum sepenuh­nya sele­sai. Kon­disi fisik ban­gu­nan mem­per­li­hatkan sejum­lah ele­men vital masih dalam pros­es. Struk­tur ban­gu­nan tam­pak belum final, seba­gian area masih ter­tut­up ter­pal, kolom beton belum dirapikan, ser­ta peker­jaan fin­ish­ing seper­ti pemasan­gan lan­tai keramik belum tere­al­isasi.

Situ­asi ini menim­bulkan per­tanyaan serius terkait kepatuhan kon­trak­tor ter­hadap kewa­jiban kon­trak­tu­al, mengin­gat penye­dia jasa terikat secara hukum untuk menye­le­saikan peker­jaan tepat wak­tu, tepat mutu, dan tepat biaya seba­gaimana diatur dalam Per­at­u­ran Pres­i­den Nomor 16 Tahun 2018 ten­tang Pen­gadaan Barang/Jasa Pemer­in­tah, seba­gaimana telah diubah den­gan Per­pres Nomor 12 Tahun 2021.

Dalam reg­u­lasi terse­but dite­gaskan bah­wa penye­dia jasa bertang­gung jawab penuh atas keter­lam­bat­an yang diak­i­batkan oleh kelala­ian man­a­je­r­i­al, lemah­nya peren­canaan, keter­batasan sum­ber daya, maupun kega­galan pen­gen­dalian proyek. Seti­ap keter­lam­bat­an yang tidak dise­babkan keadaan kahar meru­pakan wan­prestasi kon­trak dan memi­li­ki kon­sekuen­si hukum.

  Diduga Sewenang-wenang, Kades Langkinat Humala Pontas Harahap Disorot: Lahan Warga Disebut Diserobot dan Ditanami Sawit Berkedok Perintah Satgas

Meru­juk Pasal 78 Per­pres 16/2018, penye­dia jasa yang ter­lam­bat menye­le­saikan peker­jaan wajib dike­nakan den­da keter­lam­bat­an, yang laz­im­nya sebe­sar 1/1000 dari nilai kon­trak per hari kalen­der, den­gan aku­mu­lasi mak­si­mal 5 persen dari nilai kon­trak. Den­da terse­but tetap berlaku meskipun kon­trak­tor diberikan kesem­patan tam­ba­han wak­tu melalui adden­dum kon­trak.

Lebih jauh, Pasal 56 ayat (1) huruf b Per­pres terse­but mem­berikan kewe­nan­gan kepa­da Peja­bat Pem­bu­at Komit­men (PPK) untuk memu­tus kon­trak secara sepi­hak apa­bi­la penye­dia jasa dini­lai tidak mam­pu menye­le­saikan peker­jaan sesuai keten­tu­an.

Kon­sekuen­si pemu­tu­san kon­trak tidak hanya berdampak finan­sial, tetapi juga admin­is­tratif, beru­pa pen­cairan jam­i­nan pelak­sanaan ser­ta sanksi daf­tar hitam (black­list) seba­gaimana diatur dalam Per­at­u­ran LKPP Nomor 17 Tahun 2018.

Dalam kon­teks ini, tang­gung jawab uta­ma bera­da pada kon­trak­tor pelak­sana, yang seharus­nya sejak awal men­gan­tisi­pasi ham­bat­an tek­nis maupun non­tek­nis. Reg­u­lasi mewa­jibkan kon­trak­tor secara aktif mela­porkan kendala lapan­gan dan men­ga­jukan per­mo­ho­nan per­pan­jan­gan wak­tu secara res­mi sebelum masa kon­trak berakhir, bukan sete­lah teng­gat ter­lewati.

  Sisa Lahan 2.500 m² Belum Dibayar, Warga Tagih Hak ke Pemkot Balikpapan

Apa­bi­la keter­lam­bat­an tidak dis­er­tai dasar keadaan kahar seba­gaimana dimak­sud dalam Pasal 47 ayat (1) Per­pres 16/2018, maka alasan apa pun yang dike­mukakan berpoten­si dini­lai seba­gai kelala­ian pro­fe­sion­al.

Kon­disi proyek MTSN 2 Bang­ka yang belum ram­pung ini memicu kekhawati­ran pub­lik akan poten­si pem­biaran keter­lam­bat­an dan lemah­nya komit­men penye­dia jasa dalam men­ja­ga akunt­abil­i­tas peng­gu­naan anggaran negara. Proyek pen­didikan yang semestinya men­dukung pen­ingkatan kual­i­tas sarana bela­jar jus­tru ter­an­cam tidak mem­berikan man­faat tepat wak­tu.

Hing­ga beri­ta ini diter­bitkan, awak media masih beru­paya mem­per­oleh klar­i­fikasi res­mi dari CV Ban­gun Per­sa­da Wahana Mandiri ser­ta pihak terkait men­ge­nai dasar keter­lam­bat­an, sta­tus adden­dum kon­trak, dan sanksi yang telah atau akan dit­er­ap­kan. Transparan­si men­ja­di pent­ing agar pub­lik mem­per­oleh kepas­t­ian bah­wa seti­ap rupi­ah anggaran negara dikelo­la sesuai prin­sip efek­tif, efisien, dan bertang­gung jawab. (KBO Babel)