Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Hukum

Sudah Dicari ke Rumah dan Sekolah, Unit PPA Polres Pematangsiantar Tetap Belum Keluarkan DPO

138
×

Sudah Dicari ke Rumah dan Sekolah, Unit PPA Polres Pematangsiantar Tetap Belum Keluarkan DPO

Sebarkan artikel ini

PEMATANGSIANTAR —snipernew.id

Penan­ganan perkara di Unit Pelayanan Perem­puan dan Anak (PPA) Pol­res Pematangsiantar kem­bali dis­orot tajam sete­lah sejum­lah lem­ba­ga pemer­hati dan tokoh pub­lik meni­lai penyidik lam­ban mere­spons perkem­ban­gan kasus yang seharus­nya ditin­dak cepat. Lam­ban­nya penan­ganan terse­but dini­lai seba­gai ben­tuk keti­dakpro­fe­sion­alan yang berpoten­si merugikan kor­ban dan mem­per­lam­bat pros­es pene­gakan hukum.

Ket­ua Per­lin­dun­gan Anak Ter­padu Berba­sis Masyarakat (PATBM) Kota Pematangsiantar, Tri Uto­mo, menye­but sikap penyidik yang tak kun­jung men­gelu­arkan langkah konkret seba­gai indikasi pem­biaran. “Keti­ka penyidik tahu pelaku sudah tidak bera­da di ala­mat, tidak seko­lah lagi, bahkan diduga pin­dah ke Aceh dan Pekan­baru, tapi tidak ada tin­dakan lanjutan—ini kelala­ian serius. Kasus anak wajib ditan­gani cepat dan tegas,” ucap­nya.

  Belum ada Tindak Tegas oleh Pihak Kejari Terkait Dugaan Pungli SMK N 1 Katibung, LSM ISC Mempertanyakan

Kepala Ombuds­man RI Per­wak­i­lan Sumut, Her­den­si Adnin, juga mengkri­tik keras lam­ban­nya pelayanan penyidikan. Ia mene­gaskan bah­wa seti­ap keter­lam­bat­an dalam pros­es hukum dap­at masuk kat­e­gori mal­ad­min­is­trasi. “Pela­por berhak menge­tahui perkem­ban­gan kasus. Jika tidak ada pemang­gi­lan ulang, tidak ada langkah penyidikan, atau min­im­nya infor­masi, itu sudah masuk ranah pelang­garan stan­dar pelayanan pub­lik. Kepolisian wajib mem­beri kepas­t­ian,” tegas­nya.

Ket­ua Barisan Raky­at Han­curkan Tin­dakan Ile­gal (BARA HATI), yang dike­nal vokal meny­oroti pelayanan pub­lik, turut menge­cam keras kin­er­ja Unit PPA Pol­res Pematangsiantar. Ia meni­lai kasus yang dib­iarkan berlarut-larut tan­pa pro­gres jelas dap­at merusak keper­cayaan masyarakat. “Kalau penan­ganan lam­ban, pelaku bisa melarikan diri, menghi­langkan jejak, bahkan bebas berpin­dah-pin­dah kota. Ini bukan sekadar lam­bat, tapi berba­haya,” ujarnya.

Dalam rang­ka men­gon­fir­masi lam­ban­nya langkah penyidik, awak media menghubun­gi penyidik pem­ban­tu, Brip­tu Josua D. Sina­ga, melalui pesan What­sApp. Dalam jawa­ban­nya, Josua menye­but bah­wa ter­sang­ka kini bera­da di Aceh. Namun yang kemu­di­an men­ja­di sorotan pub­lik adalah alasan yang ia sam­paikan terkait tidak adanya tin­dak lan­jut penyidikan. “Itu kendalanya, Bang, LP-nya masih hidup,” tulis Josua dalam pesan terse­but. Ia juga men­gakui bah­wa ter­sang­ka sudah tidak ting­gal di ala­mat sebelum­nya, tidak berseko­lah lagi di seko­lah lama, dan menu­rut infor­masi sudah pin­dah ke Aceh atau Pekan­baru.

  Veteran 20 Tahun Ditangkap Usai Bakar Bendera AS di Depan Gedung Putih

Keti­ka awak media mem­per­tanyakan men­ga­pa pelaku tidak segera dima­sukkan ke dalam Daf­tar Pen­car­i­an Orang (DPO), Josua men­jawab singkat, “Nan­ti kita kelu­arkan ya, Bang.” Namun saat ditanya kapan DPO akan diter­bitkan, tidak ada kepas­t­ian wak­tu. Jawa­ban ini semakin memicu kri­tik dari berba­gai pihak yang meni­lai penyidik tidak memi­li­ki langkah strate­gis dan terke­san menun­da-nun­da.

Tri Uto­mo meni­lai jawa­ban penyidik terse­but semakin mem­perku­at dugaan bah­wa kasus ini ditan­gani tan­pa stan­dar pro­fe­sion­al yang jelas. “Alasan ‘LP masih hidup’ itu tidak masuk akal. Jus­tru kare­na LP aktif, penyidikan harus ber­jalan cepat. Bukan seba­liknya,” tegas­nya. Perny­ataan seru­pa juga dis­am­paikan BARA HATI yang menye­but jawa­ban terse­but seba­gai ben­tuk keti­dak­pa­haman ter­hadap prose­dur penyidikan.

  Wilson Lalengke Minta Polres Lamteng Tindaklanjuti Kasus Kekerasan kepada Wartawan

Meli­hat lam­ban­nya penan­ganan dan tidak adanya langkah konkret seper­ti koor­di­nasi lin­tas Pol­da, pemang­gi­lan ulang, atau pener­bi­tan DPO, Ombuds­man RI Per­wak­i­lan Sumut mem­bu­ka pelu­ang untuk melakukan peman­tauan lang­sung. “Jika masyarakat terus men­gadu, kami akan turun memas­tikan apakah benar ter­ja­di mal­ad­min­is­trasi dalam pros­es penyidikan­nya,” kata Her­den­si.

Kasus lam­bat tan­gani ini kini men­ja­di per­ha­t­ian serius berba­gai pihak. Pub­lik berharap Pol­res Pematangsiantar segera mem­be­nahi pola ker­ja, mem­per­cepat respons, ser­ta mem­berikan kepas­t­ian hukum tan­pa alasan-alasan yang dini­lai tidak masuk akal dan merugikan masyarakat.

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *