Jakarta, SniperNew.id — Sebuah video yang diunggah oleh akun Gilang Dgs Technik di Facebook menjadi sorotan warganet. Dalam video berdurasi singkat itu, sang pemilik bengkel tampak menjelaskan tentang mesin motor dengan keterangan, “Ongkos mahal boleh, kalau nipu jangan.” Sabtu (08/11/2025).
Unggahan tersebut mengundang beragam komentar dari warganet yang menyoroti pentingnya kejujuran dan profesionalitas di dunia perbengkelan. Banyak pengguna Facebook berbagi pengalaman pribadi tentang bengkel yang tidak amanah.
Seorang warganet bernama Wido Do menulis. “Pernah ditipu saya, katanya di kolter, ternyata cuma ganti ring piston saja. Kapok saya, sudah habis 1 juta lagi, saya blacklist langsung bengkel tersebut.”
Komentar serupa datang dari Chysar Ahmat Mara Zola yang mengaku pernah mengalami hal sama,
“Saya di Kalsel sudah habis 2 juta malah rusak banyak, gak bisa diputar. Mau komplain males ribut, ya tak buat pelajaran aja.”
Beberapa pengguna lain mengingatkan bahwa kejujuran adalah kunci keberhasilan usaha. Tok Tok Krot menulis. “Kalau nipu gak berkah dan tidak akan maju usahanya.”
Sementara itu, ada juga yang memberi contoh praktik bengkel profesional. Akun Bayu Kha menuturkan,
“Kalau saya sih, apa yang rusak dan perlu diganti ya saya kasih tahu, saya tunjukkan. Atau pas bongkar suruh tungguin. Begitu selesai, barang yang diganti saya bungkus dan letakkan di dekat motor, baru dipindahkan setelah motor keluar.”
Komentar-komentar lain turut menguatkan pesan moral yang sama. “Bener mas… enak loh jujur kadang dilebihin,” tulis akun Owner Showroom. Ada pula yang menambahkan, “Bengkel gak amanah gak lama juga orang males mau datang lagi,” ujar Bejat Terinfexi.
Video dan kolom komentar tersebut menggambarkan bahwa kepercayaan pelanggan adalah aset terbesar bagi pelaku usaha bengkel. Kejujuran dalam menjelaskan kerusakan dan transparansi biaya menjadi cerminan profesionalisme yang seharusnya dijunjung tinggi oleh setiap mekanik.
Pesan yang sederhana dari video itu — “Ongkos mahal boleh, kalau nipu jangan” kini menjadi seruan bersama agar bengkel di Indonesia lebih amanah, transparan, dan beretika.
Penulis Iskandar













