SAF, SniperNew.id — Krisis kemanusiaan di Sudan kian memburuk seiring dengan konflik bersenjata antara militer pemerintah (SAF) dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Pertempuran yang telah berlangsung sejak tahun 2023 ini menelan ribuan korban jiwa dari kalangan warga sipil dan memaksa jutaan lainnya mengungsi ke negara-negara tetangga.
Dalam unggahan akun media sosial inilah_com, dikutip Jumat (07/11/2025). tampak video memilukan yang memperlihatkan warga, termasuk perempuan dan anak-anak, bertahan di tengah reruntuhan dan tenda darurat. Mereka hidup tanpa akses memadai terhadap makanan, air bersih, dan layanan kesehatan. Situasi ini menggambarkan betapa parahnya penderitaan rakyat Sudan akibat perang berkepanjangan.
Beberapa warganet menyampaikan keprihatinan mendalam. Pengguna akun @zhaffvxy_ menulis, “Maafkan kami bu… bukan kami tak ingin membantu, tapi kami juga tak memiliki kekuatan.
Semoga Allah melaknat orang-orang yang menyakiti kalian dan membalas kesabaran kalian dengan surga yang penuh kebahagiaan.”
Sementara itu, akun @ade.trigarnida mengecam tindakan brutal pasukan RSF yang disebutnya mirip dengan tragedi kelam di masa lalu,
“Pasukan RSF yang didukung persenjataan oleh UEA telah bertindak kejam terhadap rakyat sipil Sudan. PBB seharusnya segera mengirimkan pasukan perdamaian untuk menghentikan kejahatan mereka.”
Komentar serupa datang dari @ebhel74, yang menyerukan agar Indonesia turut berperan aktif, “Bantu rakyat Sudan yang sedang membutuhkan. Sudah waktunya Indonesia bergerak untuk menyelamatkan dunia dari peperangan.”
Unggahan tersebut mencerminkan kepedulian masyarakat dunia terhadap penderitaan rakyat Sudan, sekaligus menjadi seruan moral agar komunitas internasional bertindak nyata demi mengakhiri krisis kemanusiaan yang semakin mengoyak nurani.
Penulis Iskandar













