Bandar Lampung, SniperNew.id – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah unggahan video yang menunjukkan tumpukan baki makanan (food tray) untuk anak sekolah diduga dicuci menggunakan air kotor. Video amatir tersebut viral di platform Threads dan memicu perdebatan serta kecaman dari warganet.
Unggahan yang dibagikan akun @mappajarungi dengan narasi panjang mengaitkan kondisi itu dengan dugaan penyebab seringnya kasus keracunan makanan pada anak sekolah. Dalam keterangan tertulisnya, ia menyinggung persoalan kebersihan serta potensi bahaya bakteri pada alat makan.
“Coba, apa bedanya negeri Prindavan ama negeri Konoha dalam urusan kuliner kasta Sudra?.. jorok kan!?.. Video ini memperlihatkan joroknya alat alat makan buat anak anak sekolah. Dicuci dengan air kotor. Jika video ini dibantah bahwa itu AI (Artificial Intelligence) kenapa banyak anak anak keracunan. Mungkin selain makanan kotor, juga alat alat makan ada kuman E.coli dan salmonella dll. Jangan-jangan DNA Prindavan dan Konoha sama nih! Miris!!” tulis akun tersebut.
Di dalam video yang beredar, tampak tumpukan baki makanan aluminium diletakkan di dekat saluran air yang terlihat tidak bersih. Tulisan keterangan dalam video menegaskan. “VIRAL footage video amatir menunjukkan Food tray MBG dicuci pakai air kotor.”
Unggahan tersebut menuai banyak komentar dari warganet. Sebagian besar menyampaikan pengalaman pribadi, kritik, hingga saran terkait kebersihan makanan di sekolah.
Seorang pengguna dengan nama akun @armi_a.fs93 berkomentar, “Di tempat saya makanannya sering basi, jadi sering dibuang….”
Komentar itu langsung ditanggapi oleh pemilik unggahan, @mappajarungi, yang menulis. “Bikin makanan lalu mubazir. Itu dosa juga.”
Pengguna lain, @aagustino31, menyampaikan kritik soal metode pencucian peralatan makan. “Seharusnya nyucinya pakai mesin dishwasher.”
Sementara itu, @antoniuskw hanya membalas dengan deretan emotikon kecewa dan marah.
Akun @sesmi624 memberikan testimoni lebih panjang dengan mengaitkan pengalaman pribadinya. “Gimana nggak sering keracunan. Ingat dulu anak masih bayi waktu di pesawat ayahnya buatin susu pakai botol yang tidak dicuci dulu pakai sabun, cuma dikocok air bersih sebentar aja, anakku langsung muntah. Apalagi ini ya, Allah.”
Komentarnya kemudian dilanjutkan pada unggahan berikutnya yang juga menyinggung kasus serupa. “Gimana gak sering keracunan. Ingat dulu anak masih bayi waktu di pesawat ayahnya buatin susu pakai botol yang tidak dicuci dulu pakai sabun cuma dikocok air bersih sebentar aja, anakku langsung muntah. Apalagi ini ya, Allah.”
Selain itu, beberapa warganet memberikan reaksi singkat:
@hafizudinz: “@gerindra topp.”
@hendra_sg21: “Baik stop aja dah.”
@elangjowo999: “Ini bukan sabotase tapi kesengajaan dan ketolololan..”
@ant17w: “OMG 😲🤦♀️… tolong lah di monitor dan sebut.”
Isu kebersihan makanan di sekolah kerap menjadi sorotan publik. Kasus keracunan massal anak sekolah akibat konsumsi makanan yang tidak higienis sudah beberapa kali dilaporkan di berbagai daerah. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari bahan makanan yang sudah basi, pengolahan yang tidak higienis, hingga peralatan makan yang tercemar bakteri.
Dalam unggahan tersebut, pemilik akun mengaitkan kondisi ini dengan dugaan keberadaan bakteri berbahaya seperti E. coli dan Salmonella, yang dikenal sebagai penyebab umum keracunan makanan. Menurutnya, jika video yang beredar benar, maka pencucian alat makan dengan air kotor bisa memperbesar risiko kontaminasi.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait mengenai lokasi video, keaslian konten, maupun kebenaran klaim yang menyebut peralatan makan itu digunakan di sekolah tertentu.
Video ini pertama kali dibagikan akun @mappajarungi di Threads, sekitar 51 menit sebelum tangkapan layar tersebar luas di berbagai platform. Hingga saat itu, tayangan unggahan sudah mencapai ribuan penonton.
Unggahan tersebut berada dalam kanal MBG2025, meski tidak dijelaskan lebih lanjut apa kepanjangan dari singkatan itu. Namun, konteks narasi yang disampaikan mengaitkan langsung dengan penyedia makanan bagi anak sekolah.
Beberapa faktor yang membuat video ini menjadi perhatian publik antara lain:
1. Visual yang kuat. Tumpukan baki makanan ditampilkan secara jelas dalam video. Narasi “dicuci dengan air kotor” langsung memicu respons emosional.
2. Isu kesehatan anak. Kasus keracunan makanan di sekolah merupakan isu sensitif karena menyangkut keselamatan anak-anak.
3. Pengalaman pribadi warganet. Banyak komentar yang mengaitkan unggahan dengan pengalaman masing-masing, sehingga menambah legitimasi kekhawatiran publik.
4. Minimnya klarifikasi. Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak penyelenggara makan anak sekolah atau instansi terkait, sehingga spekulasi semakin meluas.
Dari komentar-komentar yang masuk, dapat disimpulkan bahwa masyarakat berharap ada perbaikan signifikan dalam pengelolaan makanan sekolah, terutama pada aspek kebersihan. Beberapa warganet menekankan pentingnya penggunaan teknologi seperti dishwasher untuk menjamin higienitas peralatan.
Ada pula yang mengkritik sistem secara keseluruhan, dengan menyebut masalah ini bukan sekadar kelalaian, melainkan kesengajaan yang menimbulkan bahaya.
Sejumlah komentar juga menyerukan agar program makanan sekolah dievaluasi ulang bahkan dihentikan sementara sampai ada jaminan kebersihan.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi penyelenggara layanan makanan di sekolah. Standar kebersihan tidak hanya menyangkut kualitas bahan makanan, tetapi juga seluruh proses, mulai dari pengolahan, penyimpanan, hingga pencucian peralatan.
Menurut pakar kesehatan, pencucian alat makan dengan air bersih dan sabun merupakan syarat mutlak untuk mencegah kontaminasi. Air kotor berpotensi menjadi sarang bakteri patogen yang berbahaya bagi sistem pencernaan anak-anak.
Selain itu, evaluasi program makanan sekolah perlu dilakukan dengan melibatkan pengawasan independen. Transparansi menjadi kunci agar masyarakat mendapatkan kejelasan mengenai asal-usul video yang beredar dan langkah perbaikan yang dilakukan.
Video viral yang memperlihatkan baki makanan sekolah diduga dicuci menggunakan air kotor telah memantik keprihatinan masyarakat luas. Meski keaslian dan lokasi video belum terverifikasi, diskusi yang muncul menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap isu kebersihan dan kesehatan anak sekolah.
Kasus ini menegaskan pentingnya pengawasan ketat, transparansi informasi, serta penerapan standar higienitas dalam program makanan anak. Hingga klarifikasi resmi diberikan, warganet terus menuntut agar kasus serupa tidak terulang dan keselamatan anak tetap menjadi prioritas. (ahh/abd).













