Bengkulu, SniperNew.id - Halmahera Timur kembali menghadirkan pesona wisatanya yang menakjubkan. Sebuah unggahan di media sosial Threads dari akun bernama s_tjo memperlihatkan pengalaman seru menikmati hari penuh aktivitas di Subaim, Halmahera Timur, hingga berujung dengan kunjungan santai ke Air Terjun Tiga Bidadari. Unggahan tersebut mengundang banyak perhatian warganet, terutama para pencinta wisata alam dan penjelajah destinasi tersembunyi (hidden gem), Sabtu (13/09).
Dalam unggahan yang diunggah sekitar empat jam lalu itu, penulis menceritakan bagaimana hari tersebut terasa lengkap dan penuh energi positif. “Hari ini vibes-nya komplit banget,” tulisnya sambil menambahkan emoji matahari yang menggambarkan suasana ceria. Ia memulai paginya dengan pengalaman unik, yakni berjumpa dengan seekor dugong – mamalia laut langka yang dikenal jinak – yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisata bahari Halmahera.
Setelah itu, pada siang hari, ia menghadiri acara pasar murah di Subaim. Kegiatan tersebut menurut unggahannya menjadi ajang untuk melihat langsung kondisi perumahan layak huni di wilayah Subaim – Haltim. Pasar murah sendiri merupakan kegiatan yang biasanya diadakan pemerintah daerah atau komunitas untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Namun momen yang paling mencuri perhatian adalah sesi sore hari yang ia sebut sebagai “healing tipis-tipis” di Air Terjun Tiga Bidadari. Air terjun ini, yang lokasinya berada di Halmahera Timur, disebutnya sebagai “hidden gem” atau permata tersembunyi yang layak dikunjungi. Airnya disebut jernih, pemandangannya aesthetic, dan suasananya menenangkan. Dalam unggahan itu, ia menulis bahwa tempat ini “100% worth it buat dikunjungi.”
Selain narasi, unggahan tersebut juga menyertakan foto air terjun dengan debit air yang cukup deras dan dikelilingi pepohonan hijau yang asri. Foto itu menegaskan betapa lokasi ini menyimpan keindahan alam yang belum banyak terekspos.
Ia pun menutup ceritanya dengan kutipan inspiratif: “Kerja boleh serius, tapi hidup harus dinikmati.” Kalimat ini seakan menjadi pesan kepada para pembaca untuk tidak melupakan keseimbangan antara produktivitas dan rekreasi.
Unggahan tersebut berisi pengalaman pribadi seseorang yang melakukan serangkaian kegiatan di Halmahera Timur. Mulai dari melihat dugong, menghadiri pasar murah, mengunjungi rumah layak huni, hingga berwisata sore hari ke Air Terjun Tiga Bidadari. Inti utama unggahan ini adalah promosi alami terhadap keindahan wisata alam Halmahera Timur, khususnya Air Terjun Tiga Bidadari, yang disebut sangat layak untuk dikunjungi.
Pengunggah adalah seorang pengguna Threads dengan nama akun s_tjo. Dalam tulisannya ia juga menyebut berjumpa dengan “bestie baru si Dugong,” yang menjadi bagian dari pengalaman menarik hari itu. Selain itu, ada penyelenggara pasar murah di Subaim yang tidak disebutkan secara rinci, kemungkinan besar melibatkan pemerintah setempat atau komunitas sosial.
Lokasi kegiatan berada di Subaim, Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara. Air Terjun Tiga Bidadari yang menjadi sorotan utama terletak di wilayah Halmahera Timur, meski titik koordinat spesifik tidak disebutkan dalam unggahan.
Unggahan ini dibuat sekitar empat jam sebelum tangkapan layar diambil, yang berarti peristiwa ini berlangsung pada hari yang sama. Unggahan juga merinci urutan waktunya: pagi melihat dugong, siang mengikuti pasar murah, dan sore hari mengunjungi air terjun.
Motivasi utama dari perjalanan ini tampak sebagai bentuk refreshing atau healing dari aktivitas sehari-hari. Unggahan ini juga menunjukkan apresiasi terhadap kegiatan sosial (pasar murah dan rumah layak huni), sekaligus mempromosikan destinasi wisata di Halmahera Timur sebagai tempat yang cocok untuk melepaskan penat.
Pengunggah menjalani hari dengan berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya: pagi menjelajah laut, siang ke pasar murah, lalu sore menikmati wisata alam. Kegiatan ini disampaikan dengan gaya bahasa santai dan positif, dilengkapi foto yang menunjukkan suasana air terjun, sehingga pembaca bisa merasakan pengalaman tersebut secara visual.
Unggahan ini secara tidak langsung mempromosikan wisata daerah, khususnya Halmahera Timur. Sebutan “hidden gem” mengindikasikan bahwa destinasi ini belum banyak diketahui wisatawan luas, sehingga potensial menjadi daya tarik baru jika dikelola dengan baik.
Air Terjun Tiga Bidadari sendiri memiliki daya tarik khas: air yang jernih, pemandangan alami yang masih asri, serta suasana yang tenang. Tempat seperti ini bisa menjadi alternatif wisata alam bagi wisatawan yang ingin merasakan ketenangan dan menjauh sejenak dari hiruk pikuk kota.
Selain itu, unggahan ini juga mencerminkan pola perilaku generasi muda yang gemar berbagi pengalaman di media sosial. Dengan menambahkan tagar seperti #HalmaheraTimur #ExploreMalut #3Bidadari #gubsherly #malukuutara, unggahan ini sekaligus membantu meningkatkan visibilitas pariwisata daerah di dunia maya.
Jika direspons dengan baik, unggahan semacam ini bisa menjadi promosi gratis yang berharga bagi pemerintah daerah dan pengelola wisata. Wisatawan lain mungkin tertarik untuk mengunjungi lokasi ini, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata.
Namun, perlu juga ada kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Semakin banyak pengunjung berarti semakin besar pula risiko kerusakan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, penting adanya upaya edukasi wisata berkelanjutan.
Unggahan akun s_tjo ini menjadi contoh bagaimana media sosial bisa digunakan untuk berbagi pengalaman positif sekaligus mempromosikan destinasi wisata daerah. Dari pagi hingga sore, rangkaian kegiatan yang dilakukan menunjukkan keseimbangan antara produktivitas, partisipasi sosial, dan rekreasi. Air Terjun Tiga Bidadari yang disebut sebagai hidden gem layak menjadi perhatian wisatawan dan pemerintah setempat untuk dikelola sebagai salah satu daya tarik utama Halmahera Timur.
Dengan semakin banyaknya konten seperti ini, diharapkan wisata Halmahera Timur semakin dikenal luas, bukan hanya di kalangan masyarakat Maluku Utara, tetapi juga oleh wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. (Ahm/add).













