Berita Hukum

Hudiyono Ditahan Kejati Jatim Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Pendidikan

851
×

Hudiyono Ditahan Kejati Jatim Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Pendidikan

Sebarkan artikel ini

Bekasi, SniperNew.id – Sete­lah melalui pros­es penye­lidikan dan penyidikan yang cukup pan­jang, Kejak­saan Ting­gi (Kejati) Jawa Timur akhirnya mena­han Hudiy­ono, man­tan Pen­ja­bat (Pj) Bupati Sidoar­jo. Hudiy­ono dite­tap­kan seba­gai ter­sang­ka dan dita­han terkait kasus dugaan korup­si pen­gadaan alat prak­tik seko­lah dari dana hibah keti­ka ia men­ja­bat seba­gai Kepala Bidang (Kabid) di Dinas Pen­didikan Jawa Timur sekali­gus Peja­bat Pem­bu­at Komit­men (PPK), Sab­tu (13/09).

Kabar pena­hanan ini dis­am­paikan oleh Ket­ua Umum Peman­tau Keuan­gan Negara (PKN), Patar Sihotang, SH, MH, dalam kon­fer­en­si pers yang dige­lar di kan­tor pusat PKN, Jalan Caman Raya No. 7, Jat­i­ben­ing, Bekasi, pada Sab­tu dini hari, 13 Sep­tem­ber 2025.

Patar Sihotang mene­gaskan bah­wa selain Hudiy­ono, Kejati Jatim juga mena­han dua orang lain­nya yang diduga ter­li­bat dalam kasus ini. Mere­ka adalah JT, yang dise­but berper­an seba­gai pen­gen­dali penye­dia, ser­ta SR, man­tan Kepala Dinas Pen­didikan Jawa Timur. Den­gan demikian, total ada tiga orang yang kini res­mi men­ja­di ter­sang­ka tin­dak pidana korup­si dana hibah pen­didikan di Jawa Timur.

Menu­rut Patar, pena­hanan ini meru­pakan langkah maju dari upaya pan­jang masyarakat, khusus­nya PKN, dalam men­dorong aparat pene­gak hukum men­gusut tun­tas dugaan peny­im­pan­gan dalam pen­gelo­laan dana hibah pen­didikan.

  BUMDESMA Sei Bamban Diduga Jadi Sarang Korupsi: Dana Ketapang Rp1,9 Miliar, Suap Wartawan, dan Konflik Kepentingan

Kasus dugaan korup­si ini bermu­la dari lapo­ran masyarakat yang men­curi­gai adanya prak­tik korup­si dalam kegiatan belan­ja hibah dan belan­ja modal di Dinas Pen­didikan Jawa Timur. Dana hibah terse­but diberikan kepa­da 44 SMK swasta berdasarkan Surat Kepu­tu­san (SK) Guber­nur Jawa Timur, ser­ta 61 SMK negeri sesuai SK Kepala Dinas Pen­didikan Provin­si Jawa Timur.

PKN yang mener­i­ma lapo­ran masyarakat kemu­di­an menin­dak­lan­ju­ti den­gan mem­inta doku­men kon­trak pen­gadaan barang dan jasa dari Dinas Pen­didikan Jawa Timur. Per­mintaan ini dia­jukan melalui mekanisme Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 ten­tang Keter­bukaan Infor­masi Pub­lik.

Namun, upaya PKN tidak ber­jalan mulus. Kadis­dik Jatim kala itu meno­lak mem­berikan doku­men kon­trak, sehing­ga PKN men­ga­jukan sen­gke­ta infor­masi ke Komisi Infor­masi Pub­lik (KIP) Jawa Timur.

Per­seteru­an antara PKN dan Dinas Pen­didikan Jatim berlang­sung cukup pan­jang. PKN harus men­em­puh jalur hukum di KIP Jatim. Hasil­nya, KIP Jatim memu­tuskan agar Kadis­dik mem­berikan doku­men kon­trak kepa­da PKN.

Namun, Kadis­dik tidak mener­i­ma putu­san terse­but dan men­ga­jukan keber­atan ke Pen­gadi­lan Tata Usa­ha Negara (PTUN) Surabaya. Pros­es hukum di PTUN ber­jalan hing­ga enam kali per­si­dan­gan. Reka­man per­si­dan­gan terse­but bahkan dap­at diak­ses pub­lik melalui kanal YouTube, salah sat­un­ya di tau­tan berikut: Sidang ke‑4 PTUN Surabaya.

Tidak berhen­ti di situ, kasus ini juga berlan­jut hing­ga ke tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA). Putu­san MA den­gan nomor 395 K/TUN/KI/2021 akhirnya meme­nangkan PKN seba­gai ter­mo­hon kasasi. MA memu­tuskan bah­wa Dinas Pen­didikan Jatim wajib mem­berikan doku­men kon­trak kepa­da PKN. Sali­nan putu­san terse­but dap­at diak­ses melalui situs res­mi MA: Putu­san MA.

  Ijazah Wali Kota Tebingtinggi Dipamerkan, Akun Facebook Dilaporkan ke Polda Sumut

Sete­lah mem­per­oleh doku­men kon­trak, PKN melakukan inves­ti­gasi lapan­gan den­gan men­gun­jun­gi seko­lah-seko­lah pener­i­ma dana hibah di Jawa Timur. Dari inves­ti­gasi ini, PKN men­e­mukan adanya indikasi mark up har­ga dalam pen­gadaan alat prak­tik seko­lah.

Anal­i­sis PKN mem­band­ingkan har­ga barang dalam doku­men kon­trak den­gan har­ga pasar. Hasil per­bandin­gan menun­jukkan adanya selisih sig­nifikan yang mengindikasikan keru­gian negara. Temuan ini kemu­di­an dis­usun men­ja­di kon­struk­si hukum dan dila­porkan kepa­da Kejati Jatim seba­gai dugaan tin­dak pidana korup­si.

Mes­ki lapo­ran sudah dia­jukan, pros­es hukum di Kejati Jatim ber­jalan lam­bat. Untuk mem­per­cepat penan­ganan, PKN bersama masyarakat melakukan aksi demon­strasi di depan kan­tor Kejati Jatim di Surabaya. Aksi terse­but menun­tut kejak­saan agar segera menangkap dan mem­pros­es hukum para pelaku dugaan korup­si di Dinas Pen­didikan Jatim. Doku­men­tasi aksi PKN dap­at dil­i­hat melalui tau­tan berikut: Video Aksi PKN.

Tekanan pub­lik ini akhirnya mem­buahkan hasil. Sete­lah melalui penye­lidikan dan penyidikan pan­jang, Kejati Jatim mene­tap­kan tiga orang ter­sang­ka, ter­ma­suk Hudiy­ono.

Dalam kon­fer­en­si per­snya, Patar Sihotang men­je­laskan bah­wa PKN meru­pakan perkumpu­lan masyarakat yang ter­pang­gil untuk berper­an ser­ta dalam upaya pence­ga­han dan pem­ber­an­tasan korup­si. Dasar hukum per­an masyarakat ini diatur dalam Pasal 41 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 ten­tang Pem­ber­an­tasan Tin­dak Pidana Korup­si ser­ta Pasal 2 Per­at­u­ran Pemer­in­tah Nomor 43 Tahun 2018 ten­tang Per­an Ser­ta Masyarakat dalam Pem­ber­an­tasan Tin­dak Pidana Korup­si.

  Tetap Tegas Meski Sempat Dihadang!, Kasatresnarkoba AKP Irwanta Sembiring Pimpin Razia di NES Restobar

“PKN di selu­ruh Indone­sia men­gu­cap­kan ter­i­ma kasih kepa­da Kejati Jawa Timur dan jajaran­nya yang telah mem­pros­es lapo­ran tin­dak pidana korup­si yang kami laporkan. Kami berharap di per­si­dan­gan Tipikor Surabaya nan­ti, para hakim men­jatuhkan huku­man yang seber­at-berat­nya agar ter­cip­ta rasa kead­i­lan bagi raky­at Indone­sia,” tegas Patar.

Lebih jauh, Patar Sihotang juga men­ga­jak masyarakat luas untuk berani mela­porkan dugaan korup­si dan peny­im­pan­gan keuan­gan negara. Menu­rut­nya, par­tisi­pasi pub­lik san­gat pent­ing untuk men­cip­takan Indone­sia yang bersih dari korup­si ser­ta mewu­jud­kan masyarakat adil dan mak­mur.

“Jan­gan takut mela­por. Korup­si adalah musuh bersama, dan hanya den­gan keberan­ian raky­at untuk bersuara, negeri ini bisa bebas dari prak­tik korup­si,” ujarnya menut­up kon­fer­en­si pers.

Kasus pena­hanan Hudiy­ono men­ja­di catatan pent­ing dalam pem­ber­an­tasan korup­si di sek­tor pen­didikan. Pros­es pan­jang yang ditem­puh PKN, mulai dari sen­gke­ta infor­masi hing­ga aksi unjuk rasa, menun­jukkan bah­wa per­an ser­ta masyarakat tidak bisa dire­mehkan dalam mene­gakkan hukum.

Kini, pub­lik menan­tikan pros­es per­si­dan­gan di Pen­gadi­lan Tipikor Surabaya. Apakah para ter­sang­ka, ter­ma­suk Hudiy­ono, akan dijatuhi huku­man berat sesuai tun­tu­tan masyarakat? Semua akan ter­jawab dalam per­jalanan hukum berikut­nya.

Reporter: Tim Redak­si: Lokasi: Bekasi – Surabaya / Nara­sum­ber: Patar Sihotang SH, MH (Ket­ua Umum PKN, WA 082113185141)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *