Berita Daerah

Perpusda Lampung Perkuat Jejaring Lewat Kunjungan ke Perpustakaan Nasional RI

329
×

Perpusda Lampung Perkuat Jejaring Lewat Kunjungan ke Perpustakaan Nasional RI

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id - Dinas Per­pus­takaan dan Kear­si­pan Provin­si Lam­pung melakukan kun­jun­gan res­mi ke Per­pus­takaan Nasion­al Repub­lik Indone­sia. Kegiatan ini diung­gah melalui akun media sosial Threads nuwaba­caza­pa­gar­alam sek­i­tar 24 jam yang lalu.

Dalam ung­ga­han terse­but, dinas terkait menyam­paikan bah­wa kun­jun­gan ini men­ja­di sarana pent­ing untuk mem­per­lu­as wawasan, mem­perku­at jejar­ing, sekali­gus bela­jar dari prak­tik ter­baik pengem­ban­gan layanan per­pus­takaan.

Dalam perny­ataan yang dis­am­paikan melalui ung­ga­han terse­but ter­tulis. “Kun­jun­gan ke Per­pus­takaan Nasion­al Repub­lik Indone­sia. Dinas Per­pus­takaan dan Kear­si­pan Provin­si Lam­pung berke­sem­patan melakukan kun­jun­gan ke Per­pus­takaan Nasion­al RI. Kegiatan ini men­ja­di sarana untuk mem­per­lu­as wawasan, mem­perku­at jejar­ing, sekali­gus bela­jar dari prak­tik ter­baik dalam pengem­ban­gan layanan per­pus­takaan. Semoga kun­jun­gan ini semakin mem­o­ti­vasi dalam meng­hadirkan layanan per­pus­takaan yang ino­vatif, inklusif, dan berman­faat bagi selu­ruh masyarakat Lam­pung.”

Pihak yang ter­li­bat dalam kegiatan ini adalah Dinas Per­pus­takaan dan Kear­si­pan Provin­si Lam­pung seba­gai peser­ta kun­jun­gan dan Per­pus­takaan Nasion­al Repub­lik Indone­sia seba­gai tuan rumah. Dinas Per­pus­takaan dan Kear­si­pan Provin­si Lam­pung meru­pakan lem­ba­ga pemer­in­tah daer­ah yang bertang­gung jawab dalam pen­gelo­laan per­pus­takaan ser­ta arsip di wilayah Lam­pung. Sedan­gkan Per­pus­takaan Nasion­al RI adalah lem­ba­ga negara yang men­ja­di pusat pengem­ban­gan per­pus­takaan dan lit­erasi nasion­al.

Kegiatan uta­ma yang dilakukan adalah kun­jun­gan ker­ja. Tujuan­nya untuk mem­pela­jari prak­tik-prak­tik ter­baik dalam pengem­ban­gan layanan per­pus­takaan. Selain itu, kun­jun­gan ini dimak­sud­kan untuk mem­perku­at jaringan ker­ja sama antara per­pus­takaan daer­ah den­gan lem­ba­ga nasion­al.

  Jejak 1910–HGU Modern: Konflik PTPN dan Masyarakat Adat Lampung Kian Terbuka

Dalam ung­ga­han terse­but, dinas juga mene­gaskan bah­wa pen­gala­man ini dihara­p­kan men­ja­di moti­vasi baru untuk meng­hadirkan layanan yang lebih ino­vatif dan inklusif.

Kegiatan berlang­sung di Jakar­ta, tepat­nya di gedung Per­pus­takaan Nasion­al Repub­lik Indone­sia. Seba­gai pusat lit­erasi dan doku­men­tasi nasion­al, Per­pus­takaan Nasion­al RI dike­nal memi­li­ki berba­gai fasil­i­tas mod­ern, kolek­si buku dan arsip yang san­gat lengkap, ser­ta pro­gram pengem­ban­gan layanan per­pus­takaan yang men­ja­di rujukan bagi banyak daer­ah.

Ung­ga­han ini dibagikan di media sosial sek­i­tar 24 jam yang lalu. Mes­ki tang­gal pastinya tidak dise­butkan dalam ung­ga­han, infor­masi ini mene­gaskan bah­wa kegiatan kun­jun­gan berlang­sung dalam wak­tu yang san­gat dekat den­gan tang­gal ung­ga­han. Mengin­gat kon­teks ung­ga­han, kun­jun­gan ini kemu­ngk­i­nan dilakukan pada pekan yang sama.

Ada beber­a­pa alasan pent­ing men­ga­pa kun­jun­gan ini dilakukan. Per­ta­ma, untuk mem­per­lu­as wawasan pegawai Dinas Per­pus­takaan dan Kear­si­pan Provin­si Lam­pung men­ge­nai pen­gelo­laan per­pus­takaan mod­ern. Ked­ua, untuk mem­perku­at jejar­ing ker­ja sama dan kolab­o­rasi antara per­pus­takaan daer­ah dan nasion­al. Keti­ga, untuk mem­pela­jari prak­tik-prak­tik ter­baik dari Per­pus­takaan Nasion­al RI, yang dap­at men­ja­di acuan dalam pengem­ban­gan layanan per­pus­takaan di Lam­pung.

Keem­pat, seba­gai ben­tuk komit­men Dinas Per­pus­takaan dan Kear­si­pan Provin­si Lam­pung untuk meng­hadirkan layanan per­pus­takaan yang lebih ino­vatif, inklusif, dan berman­faat.

Melalui kun­jun­gan ini, dihara­p­kan muncul gagasan-gagasan baru untuk pengem­ban­gan per­pus­takaan di Provin­si Lam­pung. Den­gan bela­jar dari prak­tik ter­baik yang dit­er­ap­kan oleh Per­pus­takaan Nasion­al, Dinas Per­pus­takaan Lam­pung dap­at men­gadop­si metode layanan yang lebih efek­tif, ramah peng­gu­na, dan rel­e­van den­gan kebu­tuhan masyarakat.

Dampak yang lebih luas dihara­p­kan tidak hanya dirasakan oleh pemus­ta­ka di kota-kota besar Lam­pung, tetapi juga oleh masyarakat di daer­ah-daer­ah ter­pen­cil.

  Bupati Pesawaran Resmi Lepas Peserta Perlombaan Muktamad RMI Tingkat Provinsi Lampung

Kegiatan ini juga men­ja­di bagian dari upaya men­dorong budaya lit­erasi di Lam­pung. Den­gan mem­perku­at jejar­ing dan ino­vasi layanan, per­pus­takaan dap­at men­ja­di pusat infor­masi yang inklusif dan men­dukung pengem­ban­gan kual­i­tas pen­didikan masyarakat.

Dalam kon­teks pem­ban­gu­nan daer­ah, langkah ini bisa meningkatkan minat baca, men­dukung pem­be­la­jaran sep­a­n­jang hay­at, dan mem­perku­at iden­ti­tas budaya lokal melalui kolek­si-kolek­si arsip dan buku yang rel­e­van.

Pen­guatan jejar­ing ker­ja sama antara per­pus­takaan daer­ah dan nasion­al men­ja­di salah satu poin pent­ing dalam kun­jun­gan ini. Jaringan ker­ja sama ini memu­ngkinkan per­tukaran infor­masi, kolek­si, dan pro­gram bersama untuk meningkatkan kual­i­tas layanan per­pus­takaan. Dalam era dig­i­tal, pen­guatan jejar­ing juga mem­bu­ka pelu­ang bagi per­pus­takaan daer­ah untuk men­gak­ses sum­ber daya yang lebih luas, ter­ma­suk plat­form dig­i­tal nasion­al dan pelati­han pen­ingkatan kap­a­sitas.

Prak­tik ter­baik yang dimak­sud dalam ung­ga­han terse­but meru­juk pada metode dan strate­gi pen­gelo­laan per­pus­takaan yang telah dit­er­ap­kan secara efek­tif oleh Per­pus­takaan Nasion­al RI. Ini bisa men­cakup pen­gelo­laan kolek­si dig­i­tal, pelayanan berba­sis teknolo­gi, pro­mosi lit­erasi, hing­ga ino­vasi dalam penye­di­aan ruang baca yang ramah dan inklusif.

Den­gan mem­pela­jari hal-hal terse­but, Dinas Per­pus­takaan Lam­pung dihara­p­kan dap­at men­gadop­si pro­gram-pro­gram seru­pa yang sesuai den­gan kebu­tuhan dan karak­ter­is­tik masyarakat Lam­pung.

Bagian akhir ung­ga­han menekankan hara­pan agar kun­jun­gan ini mem­o­ti­vasi hadirnya layanan per­pus­takaan yang ino­vatif, inklusif, dan berman­faat. Kata “ino­vatif” meru­juk pada kemam­puan untuk men­cip­takan ter­o­bosan baru, mis­al­nya melalui layanan berba­sis dig­i­tal, pem­in­ja­man dar­ing, atau penye­di­aan ruang kre­atif. “Inklusif” berar­ti layanan per­pus­takaan harus dap­at diak­ses oleh semua lapisan masyarakat, ter­ma­suk kelom­pok rentan, penyan­dang dis­abil­i­tas, dan masyarakat di daer­ah ter­pen­cil.

  Jamhari Resmi Pimpin KWRI Pringsewu, Muscab V Berlangsung Khidmat dan Penuh Semangat Profesionalisme

Sedan­gkan “berman­faat” mene­gaskan bah­wa semua upaya pengem­ban­gan per­pus­takaan harus mem­beri dampak posi­tif bagi masyarakat secara luas.

Kegiatan kun­jun­gan ini mem­bawa hara­pan besar bagi masyarakat Lam­pung. Melalui pen­ingkatan kual­i­tas layanan per­pus­takaan, masyarakat dihara­p­kan semakin mudah men­da­p­atkan akses infor­masi dan penge­tahuan. Ini juga dihara­p­kan dap­at men­dorong minat baca di kalan­gan anak-anak, rema­ja, maupun orang dewasa.

Den­gan per­pus­takaan yang lebih mod­ern dan inklusif, Lam­pung bisa men­ja­di salah satu provin­si den­gan tingkat lit­erasi ting­gi di Indone­sia.

Selain itu, kun­jun­gan ini juga men­ja­di wujud keseriu­san pemer­in­tah daer­ah Lam­pung dalam men­dukung visi nasion­al untuk meningkatkan budaya lit­erasi.

Upaya ini sejalan den­gan seman­gat “Bang­ga Melayani Bangsa” dan nilai-nilai BerAKHLAK yang juga ter­li­hat pada bagian visu­al ung­ga­han. Slo­gan terse­but menun­jukkan komit­men untuk meng­hadirkan pelayanan pub­lik yang pro­fe­sion­al, berin­tegri­tas, dan beror­i­en­tasi pada kebu­tuhan masyarakat.

Kun­jun­gan Dinas Per­pus­takaan dan Kear­si­pan Provin­si Lam­pung ke Per­pus­takaan Nasion­al RI bukan sekadar per­jalanan ker­ja biasa. Ini adalah langkah strate­gis untuk mem­perku­at kual­i­tas layanan per­pus­takaan, mem­per­lu­as wawasan, dan mem­per­erat jejar­ing ker­ja sama antar lem­ba­ga. Den­gan seman­gat ino­vasi, inklusi, dan man­faat, dihara­p­kan hasil kun­jun­gan ini akan mem­bawa peruba­han posi­tif bagi pengem­ban­gan per­pus­takaan di Lam­pung dan mem­berikan kon­tribusi besar bagi budaya lit­erasi nasion­al.

Melalui kun­jun­gan ini, masyarakat Lam­pung men­da­p­at hara­pan baru bah­wa layanan per­pus­takaan akan terus berkem­bang mengiku­ti zaman, men­ja­di lebih mudah diak­ses, dan semakin rel­e­van den­gan kebu­tuhan mere­ka. Upaya ini menun­jukkan bah­wa per­pus­takaan bukan hanya tem­pat meny­im­pan buku, tetapi juga pusat pem­be­la­jaran, ino­vasi, dan keber­samaan untuk kema­juan daer­ah dan bangsa. (Red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *