Kupang, SniperNew.id - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima audiensi dari berbagai pihak yang terlibat dalam dunia penyiaran, seni musik, serta komunitas disabilitas, Selasa (26/8/2025), di Ruang Kerja Gubernur. Pertemuan ini dihadiri RRI Kupang, Komunitas Autis dan SLB, Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (DPD PAPPRI) NTT, serta Yayasan Karya Musik Siloam.
Dalam audiensi tersebut, rombongan menyampaikan berbagai agenda dan masukan, khususnya terkait Hari Ulang Tahun RRI dan penyelenggaraan RRI Fest, lomba antar pelajar yang diharapkan dapat menjadi ajang kreativitas generasi muda di bidang seni dan penyiaran.
Pertemuan ini juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap komunitas penyandang autisme dan Sekolah Luar Biasa (SLB), agar mereka dapat memperoleh ruang partisipasi yang setara dalam kegiatan seni, budaya, dan pendidikan.
Gubernur menyampaikan apresiasinya atas inisiatif kolaboratif ini, mengingat musik dan penyiaran adalah media yang mampu menyatukan masyarakat sekaligus membangun karakter generasi muda.
“Sinergi semua pihak sangat dibutuhkan. Ini bukan hanya soal perayaan ulang tahun RRI, tetapi juga kesempatan bagi anak-anak kita untuk berkarya dan menunjukkan potensi mereka,” ujar Gubernur.
Pihak DPD PAPPRI NTT dan Yayasan Karya Musik Siloam menyatakan komitmennya untuk mendukung talenta lokal, termasuk pelajar dan penyandang disabilitas, agar dapat tampil di panggung yang lebih luas. Mereka berharap lomba RRI Fest mampu menjadi wadah apresiasi dan pembinaan jangka panjang, bukan sekadar acara seremonial tahunan.
RRI Kupang, sebagai penyelenggara utama, menjelaskan bahwa HUT RRI tahun ini akan dikemas lebih inklusif, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Acara tersebut tidak hanya menampilkan kompetisi seni antarpelajar, tetapi juga memberikan ruang edukasi bagi komunitas autis dan SLB.
Dalam foto pertemuan yang diunggah melalui akun media sosial resmi, tampak Gubernur NTT berpose bersama perwakilan RRI Kupang, komunitas autis, pengurus SLB, DPD PAPPRI NTT, dan Yayasan Karya Musik Siloam. Mereka mengenakan pakaian formal dan seragam organisasi, berdiri di depan bendera Merah Putih dan bendera NTT, menandakan semangat kolaborasi daerah untuk membangun talenta muda.
Audiensi ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran pemerintah daerah dalam mendukung kreativitas generasi muda serta memperluas akses bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan seperti RRI Fest, diharapkan lahir karya-karya musik dan penyiaran yang mencerminkan semangat kebersamaan dan keberagaman budaya NTT.
Tagar #ayobangunntt yang turut dicantumkan dalam unggahan tersebut menjadi seruan bersama agar seluruh elemen masyarakat berkontribusi membangun NTT melalui pendidikan, seni, dan budaya.
Dengan adanya dukungan lintas sektor ini, perayaan HUT RRI di NTT tidak hanya akan menjadi acara hiburan, melainkan juga menjadi sarana pembinaan karakter, promosi budaya lokal, serta wadah inklusi sosial yang nyata.
(Editor: Ahmad)













