Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Gunungan Naik Panggung: Warga Kepek Siap Gelar Kirab Budaya Meriah

184
×

Gunungan Naik Panggung: Warga Kepek Siap Gelar Kirab Budaya Meriah

Sebarkan artikel ini

Gunungkidul, SniperNew.id- War­ga Kalu­ra­han Kepek, Kapanewon Wonosari, Kabu­pat­en Gunungkidul, ten­gah bersi­ap menyam­but sebuah acara budaya yang dinan­tikan banyak orang, yakni Kirab Gunun­gan. Acara ini dige­lar dalam rang­ka tra­disi tahu­nan Bersih Desa atau yang ser­ing dise­but seba­gai Rasul, Ming­gu (2/08).

Infor­masi men­ge­nai agen­da budaya ini terse­bar luas melalui berba­gai kanal media, ter­ma­suk pesan beran­tai What­sApp, grup komu­ni­tas, hing­ga berba­gai plat­form media sosial den­gan tagar seper­ti #sekilas_gunungkidul, #gunungkidul, #wonosari, #kar­naval, #kirab, dan #gunun­gan.

Kirab Gunun­gan meru­pakan tra­disi budaya masyarakat Gunungkidul yang memi­li­ki mak­na syukur atas reze­ki dan hasil bumi yang telah diberikan. Dalam kirab ini, war­ga mem­bawa “gunun­gan” atau tumpukan hasil bumi yang diben­tuk seper­ti gunung, lengkap den­gan sayur-mayur, buah-bua­han, hing­ga berba­gai makanan tra­di­sion­al. Hiasan terse­but tidak hanya men­ja­di sim­bol kemak­mu­ran, tetapi juga sarana untuk mem­per­erat tali per­saudaraan antar­masyarakat.

Menu­rut infor­masi yang tert­era pada span­duk acara, Kirab Gunun­gan di Kepek akan dilak­sanakan pada hari Sab­tu Pahing, 23 Agus­tus 2025. Acara ini akan berlang­sung meri­ah den­gan meli­batkan berba­gai ele­men masyarakat, dari anak-anak, pemu­da, hing­ga para sesepuh desa. Semua berpar­tisi­pasi men­ge­nakan paka­ian adat tra­di­sion­al dan ber­jalan bersama-sama mem­bawa gunun­gan men­gelilin­gi desa.

Selain kirab itu sendiri, biasanya ter­da­p­at berba­gai rangka­ian kegiatan lain yang meme­ri­ahkan acara Bersih Desa. Di antaranya adalah pen­tas seni tra­di­sion­al seper­ti jathi­lan, reog, wayang kulit, dan per­tun­jukan musik daer­ah. Tak ket­ing­galan pula kulin­er khas Gunungkidul seper­ti thi­ul, gaplek, dan cimol bojot yang bisa dinikmati oleh para pen­gun­jung. Dari foto yang beredar, ter­li­hat para war­ga yang tersenyum sam­bil mem­bawa span­duk bertuliskan:

 “KIRAB GUNUNGAN
Dalam Rang­ka Bersih Desa (Rasul) Kalu­ra­han Kepek
Kapanewon Wonosari Kabu­pat­en Gunungkidul
Sab­tu Pahing, 23 Agus­tus 2025
Memetri Sih Kinas­ingh Sasa­mi

Kali­mat ter­akhir yang ter­tulis di span­duk, “Memetri Sih Kinas­ingh Sasa­mi”, memi­li­ki mak­na men­dalam: men­ja­ga rasa kasih sayang dan keber­samaan antar­war­ga. Hal ini sejalan den­gan filosofi kirab gunun­gan yang bukan hanya sekadar acara rit­u­al, tetapi juga ben­tuk nya­ta keruku­nan, gotong-roy­ong, dan pelestar­i­an budaya.

  Bantuan Aceh Tamiang Belum Merata

Acara ini turut men­da­p­at per­ha­t­ian dari berba­gai komu­ni­tas media. Dalam salah satu pesan grup What­sApp dise­butkan berba­gai pihak yang men­dukung peliputan dan kea­manan acara. Nama-nama seper­ti Metro TV, Gabun­gan Pers se-Indone­sia, hing­ga Detek­tif Inves­ti­gasi GWI (Gabun­gan Wartawan Indone­sia) ter­can­tum dalam pesan yang beredar. Tak ket­ing­galan pula grup komu­ni­tas wartawan seper­ti KiTa Satu Pena yang ikut meman­tau dan menye­barkan infor­masi.

Keter­li­batan berba­gai media terse­but menun­jukkan bah­wa acara budaya seper­ti ini bukan hanya milik war­ga lokal, tetapi juga men­ja­di daya tarik bagi masyarakat luas. Apala­gi Gunungkidul sela­ma ini dike­nal den­gan des­ti­nasi wisa­tanya yang menawan, mulai dari pan­tai-pan­tai ekso­tis hing­ga wisa­ta budaya yang ken­tal den­gan tra­disi.

Kea­manan acara juga akan diper­si­ap­kan den­gan baik. Polsek setem­pat bersama pihak terkait akan melakukan penga­manan untuk memas­tikan kirab berlang­sung aman, tert­ib, dan lan­car. Dalam pesan grup What­sApp dise­butkan adanya keter­li­batan aparat kepolisian seper­ti Polsek Bengkong dalam kegiatan seru­pa sebelum­nya, dan pola ini kemu­ngk­i­nan juga akan dit­er­ap­kan di Kepek.

  Dugaan Kasus tali air di lingkungan disdukcapil menjadi darah daging GWI minta bupati evaluasi seluruh non ASN Dan ASN di lingkungan disdukcapil

Kirab Gunun­gan bukan sekadar ton­to­nan, tetapi juga sarana untuk menghidup­kan ekono­mi lokal. Den­gan hadirnya ribuan pen­gun­jung, para pelaku UMKM dan peda­gang kaki lima biasanya men­da­p­atkan keun­tun­gan besar. Pen­jual makanan tra­di­sion­al, per­nak-pernik, hing­ga jasa parkir ikut keban­ji­ran reze­ki. Momen­tum seper­ti ini men­ja­di salah satu con­toh nya­ta bagaimana budaya dan ekono­mi dap­at ber­jalan beriringan.

Tra­disi Bersih Desa sendiri sudah dilakukan turun-temu­run oleh masyarakat Jawa, khusus­nya di wilayah pedesaan seper­ti Gunungkidul. Dalam pros­esi ini, war­ga melakukan doa bersama, bersyukur atas hasil bumi, sekali­gus mem­o­hon per­lin­dun­gan agar ter­hin­dar dari maraba­haya. Ada nilai spir­i­tu­al yang kuat sekali­gus pesan sosial yang men­dalam, yakni pent­ingnya men­ja­ga har­moni antara manu­sia den­gan sesama, manu­sia den­gan alam, dan manu­sia den­gan Sang Pen­cip­ta.

Menariknya, acara seper­ti ini ser­ing kali men­ja­di daya tarik wisa­tawan man­cane­gara yang penasaran den­gan budaya lokal Indone­sia. Den­gan adanya pro­mosi melalui media sosial dan keter­li­batan media besar, poten­si wisa­ta budaya di Kepek bisa semakin dike­nal luas. Hal ini sejalan den­gan pro­gram pemer­in­tah daer­ah yang ingin men­gangkat poten­si wisa­ta budaya selain wisa­ta alam.

Bagi masyarakat Kepek, kirab ini lebih dari sekadar rit­u­al tahu­nan. Ini adalah wujud nya­ta cin­ta mere­ka ter­hadap tra­disi dan leluhur. Mere­ka per­caya bah­wa sela­ma tra­disi ini terus dilestarikan, keberka­han dan kedama­ian akan selalu meny­er­tai desa. Tidak her­an jika per­si­a­pan dilakukan secara gotong-roy­ong berbu­lan-bulan sebelum­nya. Mulai dari mem­bu­at gunun­gan, menyi­ap­kan paka­ian adat, lati­han kesen­ian, hing­ga penataan jalur kirab agar semua ber­jalan lan­car.

  Jeritan Lapai–Batu Busuak: Suara Korban Banjir dari Media Sosial

Selain itu, kirab juga men­ja­di media edukasi bagi gen­erasi muda. Den­gan ikut ser­ta dalam acara ini, anak-anak dan pemu­da Kepek dap­at bela­jar ten­tang sejarah desa, nilai gotong roy­ong, dan pent­ingnya men­ja­ga tra­disi. Dalam era mod­ernisasi seper­ti sekarang, upaya melestarikan budaya lokal men­ja­di tan­ta­n­gan tersendiri. Namun, war­ga Kepek mem­buk­tikan bah­wa tra­disi tidak harus dit­ing­galkan, melainkan bisa ber­jalan selaras den­gan perkem­ban­gan zaman.

Meli­hat antu­si­asme yang ting­gi, masyarakat luar Kepek juga diun­dang untuk hadir dan ikut meme­ri­ahkan acara ini. Kirab Gunun­gan men­ja­di ajang berkumpul, bersi­lat­u­rah­mi, dan berba­gi keba­ha­giaan. Bahkan, banyak pen­gun­jung yang sen­ga­ja datang untuk bere­but gunun­gan sete­lah pros­esi kirab sele­sai, kare­na diper­caya mem­bawa berkah.

Den­gan segala rangka­ian acara dan mak­na yang terkan­dung di dalam­nya, Kirab Gunun­gan di Kepek bukan hanya hibu­ran, tetapi juga per­ayaan atas keber­aga­man dan kekayaan budaya Indone­sia. Acara ini men­ja­di pengin­gat bah­wa di ten­gah arus glob­al­isasi, kear­i­fan lokal tetap memi­li­ki tem­pat yang istime­wa di hati masyarakat.

Bagi Anda yang ingin menyak­sikan lang­sung, jan­gan lupa catat tang­gal­nya: Sab­tu Pahing, 23 Agus­tus 2025, di Kalu­ra­han Kepek, Kapanewon Wonosari, Kabu­pat­en Gunungkidul. Jan­gan sam­pai ket­ing­galan, kare­na selain kirab, akan ada pula sug­uhan budaya dan kulin­er khas yang sayang untuk dile­watkan.

Seba­gaimana pesan yang ter­tulis di span­duk: Memetri Sih Kinas­ingh Sasa­mi, mari bersama-sama men­ja­ga kasih sayang dan per­saudaraan, sekali­gus melestarikan warisan budaya leluhur untuk gen­erasi men­datang.

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *