Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Kesehatan

Peningkatan Pelayanan Kesehatan Indonesia Perlu Perbaikan Sistem dan Efisiensi

682
×

Peningkatan Pelayanan Kesehatan Indonesia Perlu Perbaikan Sistem dan Efisiensi

Sebarkan artikel ini

Upaya meningkatkan kual­i­tas pelayanan kese­hatan di Indone­sia terus men­ja­di sorotan para tena­ga medis dan prak­tisi. Salah satu pan­dan­gan datang dari dr. Ibrahim Agung, seo­rang dok­ter yang aktif berba­gi pemiki­ran melalui media sosial. Dalam ung­ga­han ter­barun­ya, ia menekankan bah­wa kual­i­tas dok­ter Indone­sia sebe­narnya tidak kalah diband­ing negara lain. Namun, tan­ta­n­gan uta­ma jus­tru ter­letak pada sis­tem, admin­is­trasi, fasil­i­tas, dan efisien­si layanan kese­hatan, Rabu (20/08/2025).

“InsyaAl­lah dok­ter kita nggak kalah, cuma kalah di sis­tem, admin­is­trasi, fasil­i­tas, dan kecepatan atau efek­tiv­i­tas ser­ta efisien­si wak­tu. Kalau itu bisa diper­bai­ki, kita bisa seja­jar den­gan negara-negara yang memang fokus ke med­ical tourism,” tulis dr. Ibrahim Agung dalam akun resminya.

Menu­rut­nya, per­baikan menyelu­ruh san­gat dibu­tuhkan agar pelayanan kese­hatan di Indone­sia semakin maju. Hal ini pent­ing untuk men­jadikan Indone­sia seba­gai tujuan wisa­ta medis (med­ical tourism) yang saat ini didom­i­nasi oleh negara-negara tetang­ga, seper­ti Malaysia, Sin­ga­pu­ra, dan Thai­land. Den­gan per­baikan terse­but, pasien dari dalam negeri tidak per­lu men­cari layanan medis ke luar negeri, bahkan Indone­sia bisa men­ja­di tujuan pasien inter­na­sion­al.

  Relawan Terhambat Menyebrang, Bantuan Dialihkan ke Titik Pengungsian

Dalam ung­ga­han itu, dr. Ibrahim juga menyam­paikan apre­si­asi kepa­da sesama tena­ga medis atas ilmu dan ker­ja sama yang terus berkem­bang. Ia men­gu­cap­kan ter­i­ma kasih kepa­da dr. Tein­ny Surya­di atas ilmun­ya, ser­ta para guru dan pem­bimb­ingnya di dunia kedok­ter­an: Prof. Stan­ley, Prof. Anwar, dan dr. Daniel Su. “Mudah-muda­han terus ada per­baikan, agar ke depan pelayanan kese­hatan di Indone­sia lebih baik lagi. Amin,” tam­bah­nya.

Ung­ga­han terse­but dis­er­tai foto dan video dari sebuah fasil­i­tas kese­hatan mod­ern. Ter­li­hat salah satu tena­ga medis sedang bera­da di sebuah ruan­gan yang dilengkapi per­ala­tan cang­gih, di antaranya mesin ultra­sono­grafi dan per­ala­tan reha­bil­i­tasi medik. Per­ala­tan ini digu­nakan untuk mem­ban­tu diag­no­sis dan ter­api pasien den­gan keluhan nyeri, osteoar­tri­tis, dan gang­guan musku­loskele­tal lain­nya.

Kehadi­ran teknolo­gi ini men­ja­di buk­ti nya­ta bah­wa Indone­sia telah memi­li­ki sum­ber daya manu­sia dan perangkat medis yang memadai, meskipun pen­gelo­laan dan kecepatan pelayanan masih per­lu dit­ingkatkan.

dr. Ibrahim menam­bahkan bah­wa sin­er­gi antara dok­ter, rumah sak­it, dan pemer­in­tah men­ja­di kun­ci uta­ma. Den­gan sis­tem yang lebih efisien, admin­is­trasi yang ter­ta­ta baik, dan fasil­i­tas yang terus diper­barui, pasien dap­at mem­per­oleh layanan yang cepat dan tepat. “Ini bukan hanya soal kemam­puan dok­ter, tapi soal bagaimana sis­tem kese­hatan bek­er­ja agar semua ber­jalan efek­tif,” ujarnya.

  Lansia Penyintas Kanker: Hidup Lebih Panjang Harus Tetap Berkualitas

Dalam video yang diung­gah, suasana rumah sak­it tam­pak bersih, mod­ern, dan ter­ta­ta. Tena­ga medis tam­pak ter­ampil men­g­op­erasikan per­ala­tan diag­nos­tik cang­gih. Hal ini menun­jukkan bah­wa kual­i­tas sum­ber daya manu­sia kedok­ter­an Indone­sia sebe­narnya sudah mam­pu ber­saing. Namun, banyak pasien masih memil­ih ber­o­bat ke luar negeri kare­na fak­tor kemu­da­han akses, kecepatan layanan, dan admin­is­trasi yang lebih ringkas di negara lain.

Perkem­ban­gan wisa­ta medis di negara tetang­ga mem­berikan pela­jaran pent­ing. Malaysia, Sin­ga­pu­ra, dan Thai­land berhasil menarik pasien inter­na­sion­al bukan hanya kare­na kual­i­tas dok­ter, tetapi kare­na pelayanan yang efisien, sis­tem admin­is­trasi seder­hana, ser­ta fasil­i­tas rumah sak­it yang nya­man dan ter­in­te­grasi. Indone­sia dihara­p­kan bisa mengam­bil langkah seru­pa agar layanan kese­hatan nasion­al meningkat dan mam­pu ber­saing di kanc­ah glob­al.

Dalam ung­ga­han terse­but juga dise­butkan beber­a­pa bidang pelayanan medis yang men­ja­di fokus, di antaranya reha­bil­i­tasi medik, penan­ganan nyeri, dan ter­api untuk pasien osteoar­tri­tis. Bidang ini mem­bu­tuhkan kolab­o­rasi mul­ti­disi­plin, ter­ma­suk dok­ter spe­sialis reha­bil­i­tasi medik, fisioter­apis, dan dok­ter spe­sialis orto­pe­di. Den­gan adanya per­ala­tan medis ter­baru dan tena­ga pro­fe­sion­al yang ter­latih, pelayanan di bidang ini berpoten­si berkem­bang pesat di Indone­sia.

Pemer­in­tah sendiri sudah mulai mengam­bil langkah per­baikan melalui pro­gram akred­i­tasi rumah sak­it, pen­guatan sis­tem rujukan, dan pen­ingkatan fasil­i­tas kese­hatan. Namun, seper­ti yang dite­gaskan dr. Ibrahim, upaya ini harus terus diper­cepat dan disin­ergikan agar man­faat­nya lang­sung dirasakan masyarakat. “Dok­ter kita pun­ya kemam­puan, ting­gal bagaimana sis­tem dan pelayanan­nya bisa men­dukung agar tidak tert­ing­gal,” jelas­nya.

  Satu dari Empat Dewasa Indonesia Alami Obesitas, Usia Produktif Terancam Gangguan Metabolik

Selain itu, per­an masyarakat juga tidak kalah pent­ing. Edukasi men­ge­nai pent­ingnya men­ja­ga kese­hatan, melakukan detek­si dini, dan meman­faatkan fasil­i­tas kese­hatan dalam negeri men­ja­di kun­ci untuk men­gu­ran­gi keter­gan­tun­gan pada layanan luar negeri. Jika sis­tem kese­hatan dalam negeri ber­jalan baik, pasien akan merasa lebih per­caya dan nya­man untuk ber­o­bat di Indone­sia.

Den­gan hara­pan besar, dr. Ibrahim menut­up pesan­nya den­gan doa agar pelayanan kese­hatan di Indone­sia terus mem­baik. Kolab­o­rasi antara tena­ga medis, akademisi, dan pem­bu­at kebi­jakan men­ja­di langkah pent­ing dalam mewu­jud­kan sis­tem kese­hatan yang cepat, efisien, dan seja­jar den­gan stan­dar inter­na­sion­al.

Tagar yang digu­nakan dalam ung­ga­han ini, seper­ti #dok­ter, #rehab, #rehabmedik, #pain, #osteoarthri­tis, #obat, #sak­it, #ther­a­py, dan #exer­cise, menun­jukkan fokus uta­ma diskusi pada layanan kese­hatan reha­bil­i­tasi dan pen­gelo­laan nyeri. Ini meru­pakan salah satu bidang yang san­gat dibu­tuhkan masyarakat dan berpoten­si besar dikem­bangkan di Indone­sia den­gan dukun­gan teknolo­gi dan sum­ber daya manu­sia yang memadai.

Den­gan visi dan upaya kolek­tif, Indone­sia berpelu­ang besar men­ja­di pusat layanan kese­hatan mod­ern di Asia Teng­gara. Pen­ingkatan mutu pelayanan kese­hatan bukan sekadar keing­i­nan, melainkan kebu­tuhan mende­sak yang akan menen­tukan kual­i­tas hidup masyarakat di masa depan.

Edi­tor: (Dar­mawan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *