Berita Viral

Simbol Sunan Ambu di Upacara Kemerdekaan, Bukan Nyi Roro Kidul: Penjelasan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

530
×

Simbol Sunan Ambu di Upacara Kemerdekaan, Bukan Nyi Roro Kidul: Penjelasan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

Sebarkan artikel ini

Bandung, SniperNew.id – Beredar sebuah isu di media sosial yang menyebut bahwa Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menghadirkan sosok Nyi Roro Kidul dalam sebuah rangkaian acara pra upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Isu tersebut ramai diperbincangkan setelah munculnya konten berupa potongan video yang menampilkan seorang penari perempuan berbusana tradisional dengan hiasan khas, yang kemudian dikaitkan warganet dengan sosok legendaris Nyi Roro Kidul.

Menanggapi hal ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) akhirnya memberikan klarifikasi secara langsung. Ia menegaskan bahwa penari wanita cantik yang tampil dalam acara tersebut bukanlah perwujudan Nyi Roro Kidul, melainkan simbol dari figur Sunan Ambu.

Melalui penjelasannya yang disampaikan di akun resmi serta kemudian diberitakan oleh sejumlah media lokal, Dedi Mulyadi mengatakan bahwa isu yang beredar di media sosial sudah jauh dari konteks sebenarnya. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah berniat menghadirkan figur Nyi Roro Kidul dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan.

“Penari wanita cantik yang tampil kemarin itu bukan Nyi Roro Kidul. Akan tetapi simbol Sunan Ambu,” tegas Dedi Mulyadi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Sunan Ambu adalah simbol representasi alam, yang dalam konteks acara tersebut digambarkan sebagai perwujudan tanah. Dengan demikian, penampilan penari tersebut sejatinya merupakan bagian dari simbolisasi budaya dan filosofi masyarakat Sunda, bukan hal yang bersifat mistis sebagaimana ramai dipersepsikan di ruang publik.

  Bakso Remaja Dituduh Gunakan Bahan Non-Halal, Pemilik Bantah dan Sebut Ada Kesalahpahaman

Untuk diketahui, Sunan Ambu adalah sosok penting dalam mitologi Sunda. Dalam kepercayaan masyarakat Sunda, Sunan Ambu digambarkan sebagai ibu pertiwi, pelindung, sekaligus simbol kesuburan alam. Ia sering diibaratkan sebagai personifikasi bumi yang memberi kehidupan bagi manusia.

Kehadirannya dalam acara kenegaraan seperti peringatan kemerdekaan dimaksudkan untuk memperkuat nilai-nilai kearifan lokal, menjaga kelestarian tradisi, serta mengingatkan masyarakat akan pentingnya hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Dengan demikian, penggunaan simbol Sunan Ambu dalam sebuah pertunjukan budaya pada momen kenegaraan tidak dimaksudkan untuk memunculkan unsur mistis atau klenik, melainkan justru menegaskan nilai-nilai filosofis dan kultural yang ada di tanah Sunda.

Isu mengenai kehadiran Nyi Roro Kidul mencuat setelah potongan video upacara beredar di berbagai platform media sosial. Dalam potongan video tersebut terlihat seorang perempuan mengenakan busana tradisional lengkap dengan aksesoris kepala yang mencolok. Warganet kemudian berspekulasi bahwa sosok tersebut merupakan penggambaran Nyi Roro Kidul, ratu laut selatan yang dikenal luas dalam tradisi Jawa.

Spekulasi ini cepat menyebar, apalagi karena figur Nyi Roro Kidul sering dikaitkan dengan ritual-ritual mistis, sehingga memunculkan beragam komentar di masyarakat. Tidak sedikit yang menilai hal tersebut tidak pantas ditampilkan dalam acara kenegaraan.

Menanggapi derasnya spekulasi, Gubernur Dedi Mulyadi bergerak cepat meluruskan informasi agar masyarakat tidak salah paham. Ia menyampaikan bahwa narasi yang berkembang di media sosial hanyalah kesalahpahaman dan terlalu terburu-buru menyimpulkan tanpa memahami konteks budaya yang sebenarnya.

  Buaya Viral Warga Diperingatkan Waspada

Dalam potongan video yang sempat beredar, tampak Gubernur Dedi Mulyadi mengenakan pakaian adat Sunda lengkap dengan iket kepala bermotif batik. Ia tersenyum dan menjelaskan kepada publik mengenai arti simbol yang ditampilkan dalam rangkaian acara kemerdekaan tersebut.

Teks keterangan dalam video itu menyebut: “Dituding Hadirkan Sosok Nyi Roro Kidul pada Pra Upacara Kemerdekaan, KDM Berikan Penjelasan: Itu Bukan Roro Kidul, Tapi Simbol ….”

Sementara unggahan media lokal @sekitarbandungcom menuliskan:

“flashnews – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan penjelasan terkait beredarnya berita juga konten-konten di media sosial yang menyebut jika dirinya telah menghadirkan Nyi Roro Kidul saat para upacara kemerdekaan kemarin. Menurutnya, penari wanita cantik itu bukan Nyi Roro Kidul. Akan tetapi simbol Sunan Ambu. Lebih lanjut, KDM menjelaskan jika Sunan Ambu adalah simbol dari representasi alam dalam hal ini tanah.”

Penjelasan ini sekaligus menjadi jawaban resmi yang menegaskan bahwa apa yang terjadi adalah bentuk ekspresi budaya, bukan pemanggilan sosok gaib sebagaimana ramai disalahartikan.

Kasus ini menunjukkan bagaimana cepatnya sebuah informasi berkembang di media sosial, terkadang tanpa filter yang memadai. Salah tafsir dari satu potongan video bisa langsung menimbulkan spekulasi yang luas dan berpotensi menyesatkan publik.

Dalam konteks ini, klarifikasi dari pejabat publik seperti yang dilakukan oleh Gubernur Dedi Mulyadi menjadi penting agar masyarakat mendapat informasi yang benar dan proporsional. Media massa pun memiliki peran vital untuk menyajikan informasi secara utuh, menjaga etika jurnalistik, serta tidak menambah sensasi yang justru bisa memperburuk suasana.

  Air Mata YouTuber Pecah Saat Kunjungi Korban Banjir

Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa setiap peringatan kemerdekaan di Jawa Barat berusaha memadukan unsur budaya daerah dengan nilai nasionalisme. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat tetap ingat pada akar tradisi, sekaligus menjadikannya bagian dari semangat kebangsaan.

“Kita ingin kemerdekaan tidak hanya dimaknai secara politik, tetapi juga sebagai momentum mengingatkan kita pada warisan budaya dan filosofi nenek moyang,” ujarnya.

Dengan demikian, kehadiran simbol Sunan Ambu menjadi representasi penghormatan terhadap alam dan tanah air, sesuatu yang sangat relevan dalam konteks kemerdekaan bangsa.

Ramainya isu kehadiran Nyi Roro Kidul dalam pra upacara kemerdekaan di Jawa Barat akhirnya mendapat penjelasan tuntas. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan bahwa penari wanita cantik yang tampil bukanlah sosok mistis, melainkan simbol Sunan Ambu yang merepresentasikan tanah sebagai bagian dari alam.

Penjelasan ini sekaligus meluruskan kesalahpahaman publik, bahwa apa yang ditampilkan hanyalah simbol budaya dan filosofi Sunda, bukan ritual gaib. Kasus ini menjadi pengingat betapa pentingnya menyikapi informasi dengan bijak, terlebih di era media sosial yang serba cepat dan mudah viral.

Dengan klarifikasi tersebut, diharapkan masyarakat dapat memahami konteks sebenarnya dan tetap menghargai upaya pelestarian budaya yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Editor: (Ahmad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *