Berita TNI

Harmoni Tawa di Koramil 12/Simo: Tradisi Lomba HUT RI ke-80 Jadi Ruang Persaudaraan

2654
×

Harmoni Tawa di Koramil 12/Simo: Tradisi Lomba HUT RI ke-80 Jadi Ruang Persaudaraan

Sebarkan artikel ini

Boy­olali, SniperNew.id – Suasana hala­man Koramil 12/Simo, Kodim 0724/Boyolali, pada Jumat (16/8/2025) berubah men­ja­di are­na keba­ha­giaan yang penuh war­na. Ratu­san orang, mulai dari anggota TNI, Per­sit Kar­ti­ka Chan­dra Kirana Rant­i­ng 13, hing­ga war­ga sek­i­tar tumpah ruah mengiku­ti berba­gai per­lom­baan tra­di­sion­al dalam rang­ka meme­ri­ahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Repub­lik Indone­sia, Sab­tu (16/08/2025).

Semarak per­ayaan kemerdekaan terasa begi­tu ken­tal sejak pagi. Anak-anak, rema­ja, hing­ga orang dewasa tam­pak berse­man­gat mengiku­ti lom­ba-lom­ba khas Agus­tu­san yang dige­lar di hala­man markas Koramil. Riuh ren­dah sorakan penon­ton berpadu den­gan gelak tawa peser­ta men­jadikan momen ini lebih dari sekadar per­lom­baan, melainkan pes­ta keber­samaan yang hangat.

Berba­gai lom­ba tra­di­sion­al dige­lar, mulai dari mema­sukkan paku ke dalam botol, lom­ba makan kerupuk, lom­ba balon berpasan­gan, hing­ga can­tik cething—yakni lom­ba unik yang men­gu­ji ketangkasan dan kekom­pakan peser­ta. Ada pula tan­ta­n­gan mema­sukkan karet ke dalam botol yang tak kalah mene­gangkan dan men­go­cok perut.

  TMMD ke-127 Pesawaran: Jalan, Talud, dan RTLH Dikebut

Seti­ap lom­ba selalu dipenuhi sorak-sorai. Keti­ka seo­rang peser­ta gagal mema­sukkan paku ke botol, penon­ton jus­tru semakin heboh mem­beri dukun­gan. Anak-anak tertawa ter­ba­hak-bahak keti­ka teman mere­ka berusa­ha meng­gig­it kerupuk yang bergoyang ter­tiup angin.

“Yang pent­ing bukan menang atau kalah, tapi keber­samaan. Rasanya seper­ti kem­bali ke masa kecil,” ungkap Siti, salah satu war­ga Desa Simo yang ikut ser­ta dalam lom­ba makan kerupuk.

Keter­li­batan war­ga sek­i­tar men­ja­di buk­ti erat­nya hubun­gan antara Koramil 12/Simo den­gan masyarakat. Tak ada batas antara ser­agam loreng TNI dan paka­ian seder­hana war­ga. Semua larut dalam suasana guyub rukun.

Koman­dan Koramil 12/Simo, Kapten Inf Hariyan­to, mene­gaskan bah­wa lom­ba ini bukan sekadar hibu­ran. Lebih dari itu, kegiatan ini diran­cang seba­gai wadah untuk mem­perku­at silat­u­rah­mi antara aparat ter­i­to­r­i­al dan war­ga binaan.

“Tra­disi lom­ba Agus­tu­san selalu mem­bawa pesan keber­samaan. Di sini, kita bela­jar ten­tang sportiv­i­tas, ker­ja sama, dan seman­gat per­sat­u­an. Itu­lah nilai yang diwariskan para pahlawan bangsa,” jelas­nya.

Ia menam­bahkan, seman­gat kemerdekaan harus terus diisi den­gan kegiatan posi­tif yang meny­atukan masyarakat. “Per­juan­gan dahu­lu dilakukan den­gan bam­bu runc­ing. Hari ini, per­juan­gan kita adalah men­ja­ga per­sat­u­an, sal­ing meng­har­gai, dan menum­buhkan sol­i­dar­i­tas sosial,” imbuh­nya.

  Dari Reruntuhan ke Harapan: Rumah Suhono Berdiri Kokoh Lewat TMMD ke-127

Di balik kece­ri­aan lom­ba, ada mak­na yang lebih dalam. Per­ayaan HUT ke-80 RI men­ja­di momen­tum reflek­si ten­tang arti kemerdekaan. Bah­wa kemerdekaan bukan hanya sim­bol ben­dera dan upacara, melainkan ener­gi untuk mem­ban­gun kehidu­pan yang lebih baik bersama-sama.

War­ga yang hadir pun merasakan nuansa keber­samaan itu. Seo­rang pemu­da berna­ma Andi (24) menu­turkan, ia bang­ga bisa ikut ser­ta dalam acara yang diga­gas Koramil. “Saya merasa dekat den­gan TNI. Mere­ka bukan hanya men­ja­ga kea­manan, tapi juga hadir bersama raky­at di seti­ap momen keba­ha­giaan,” katanya.

Kehangatan itu juga tam­pak dari anak-anak yang berlar­i­an sam­bil mem­bawa ben­dera kecil. Wajah polos mere­ka men­ja­di sim­bol gen­erasi penerus bangsa yang menikmati hasil per­juan­gan pen­dahu­lu.

Per­ayaan kemerdekaan den­gan lom­ba tra­di­sion­al memang men­ja­di ciri khas bangsa Indone­sia. Mes­ki zaman terus berubah, tra­disi ini tetap lestari dan bahkan semakin dim­i­nati. Lom­ba-lom­ba seder­hana yang penuh tawa ter­buk­ti mam­pu meny­atukan berba­gai lapisan masyarakat.

Kapten Inf Hariyan­to berharap seman­gat ini bisa men­ja­di teladan untuk kehidu­pan sehari-hari. “Kalau dalam lom­ba saja kita bisa tertawa bersama, men­ga­pa dalam kehidu­pan sosial kita tidak bisa? Ini­lah pent­ingnya men­ja­ga keber­samaan di ten­gah perbe­daan,” ujarnya.

  TMMD ke-127 Pesawaran: Jalan, Talud, dan RTLH Dikebut

Sorak sorai tak berhen­ti hing­ga lom­ba ter­akhir sele­sai. Para peme­nang memang diberi hadi­ah seder­hana, tetapi bukan itu yang men­ja­di tujuan uta­ma. Hadi­ah sebe­narnya adalah tawa lep­as, pelukan hangat, dan rasa keber­samaan yang ter­cip­ta.

Bagi war­ga Simo, per­ayaan di Koramil 12/Simo ini akan dike­nang seba­gai momen indah HUT RI ke-80. Sebuah pes­ta raky­at yang mem­buk­tikan bah­wa kemerdekaan bisa dirayakan den­gan seder­hana, namun tetap sarat mak­na.

Seman­gat yang ter­pan­car dari lom­ba ini dihara­p­kan men­ja­di ener­gi untuk menat­ap masa depan. Bah­wa per­sat­u­an bukan hanya jar­gon, melainkan prak­tik nya­ta yang diban­gun melalui inter­ak­si sehari-hari.

“Semoga tahun depan lebih meri­ah lagi, dan semakin banyak war­ga yang ter­li­bat. Kare­na keber­samaan seper­ti ini­lah yang mem­bu­at kita semakin kuat,” tutur Siti, den­gan senyum penuh seman­gat.

Per­ayaan HUT RI ke-80 di Koramil 12/Simo men­ja­di gam­baran nya­ta bagaimana seman­gat kemerdekaan hidup dalam ben­tuk keber­samaan. Di balik tawa dan sorakan, ada pesan moral ten­tang per­sat­u­an, sol­i­dar­i­tas, dan cin­ta tanah air.

Bah­wa Indone­sia merde­ka bukan hanya milik mere­ka yang berjuang di medan perang, tetapi juga milik seti­ap war­ga yang men­ja­ga har­moni dalam kehidu­pan sehari-hari.

Lapo­ran: (Agus Kem­plu)
Edi­tor: (Ahmad).


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *