Berita Daerah

Gubernur Dedi Disambut Hangat di Tengah Hujan, Warga dan Prajurit Berebut Salam

179
×

Gubernur Dedi Disambut Hangat di Tengah Hujan, Warga dan Prajurit Berebut Salam

Sebarkan artikel ini

Bandung, SniperNew.id — Momen haru sekaligus penuh semangat terjadi ketika Gubernur Jawa Barat, Dedi, disambut meriah oleh masyarakat dan prajurit TNI di sebuah acara terbuka meski hujan deras mengguyur lokasi. Video dan foto yang beredar di media sosial menunjukkan puluhan prajurit berebut menjabat tangan sang gubernur, bahkan memeluknya dengan penuh kehangatan, Selasa (12/08/2025).

Unggahan video di platform Threads dan TikTok itu menjadi viral dalam hitungan jam. Salah satu akun yang membagikannya, @astriahasyim, menuliskan ungkapan bangga dan rasa cinta terhadap sang gubernur.  “Baru pa Dedi gubernur yang sangat dicintai sampe segitu nya sama rakyat bukan dari Jawa Barat aja tapi seluruh Indonesia mencintai dan menyayangi BP. Sehat sehat pa, kami bangga punya gubernur seperti BP, tetap rendah hati dan rakyat BP yang kurang mampu 🥰🥰 #kdm #fyp.”

Dalam video yang dibagikan, tampak Gubernur Dedi berdiri di tepi sebuah area terbuka dengan latar belakang kolam besar atau lapangan tergenang air hujan. Belasan hingga puluhan prajurit TNI, dengan seragam loreng basah terkena hujan, merangsek mendekat untuk bersalaman, mencium tangan, dan bahkan memeluknya. Ekspresi bahagia serta semangat terpancar dari wajah para prajurit meski pakaian mereka basah kuyup.

  Tumpukan Bawang Dibuang di Batam, Warga Heboh Temuan Tak Bertuan

Dari unggahan akun @marwan_mahawarman, terlihat bagaimana warga dan prajurit tak menghiraukan derasnya hujan demi menyambut Gubernur Dedi.  “Luar biasa, walaupun hujan deras rakyat tetap semangat menyambut KDM. Emang agak lain gubernur Jabar ini, Gubernur rasa Presiden, Jawa Barat istimewa,” tulisnya.

Respons positif juga datang dari akun @pitulikur166 yang menekankan ketulusan sikap Gubernur Dedi. “Bagi pejabat yang gak mampu bersikap tulus seperti KDM kepada setiap orang, tolong jangan nyinyir ya…”

Akun @buah_pudding_cake menambahkan pembelaan terhadap tudingan pencitraan yang kadang dialamatkan kepada pejabat publik. “Yang bilang pencitraan harus bercermin diri. KDM orang tulus, memuliakan manusia dengan berbagai latar belakang. Sehat bapak…”

Selain pujian, dukungan moral dan doa pun mengalir deras di kolom komentar. Akun @fdhcee_ menulis, “Kalau lihat orang tulus tuh begini doang juga mewek ❤️😭.”

Sementara akun @arbinyusuf mengaku terharu,”Gua laki gua nggak nangis kok liat ini.”

Akun @imronsimamorarosadi menambahkan,

“Sehat selalu pak KDM, semoga selalu dilindungi oleh Allah SWT. Aamiin. Pak KDM is the best 👍🏾.”

Ada pula harapan agar Gubernur Dedi bisa menempati jabatan yang lebih tinggi di masa depan.

“Semoga bisa jadi 01 di negeriku tercinta,” tulis akun @antorasdi.

Di sisi lain, tidak semua komentar bernada pujian. Akun @menara315 memberikan catatan kritis terhadap gaya penyambutan,

“Gaya manusia penjemput ini masih model kuno.”

  Ibu-Ibu Hebat Bangkep 'Masak Ikan' di Bitung! Rahasia Poklahsar Curi Perhatian Netizen

Namun komentar tersebut tampak minor dibandingkan gelombang dukungan yang mengalir di berbagai unggahan.

Momen ini menjadi sorotan karena jarang terjadi di tengah era di mana protokol keamanan pejabat kerap membatasi interaksi fisik dengan masyarakat. Kehadiran Gubernur Dedi yang rela berbasah-basahan dan membiarkan dirinya dikerubungi oleh para prajurit dinilai banyak pihak sebagai simbol kerendahan hati dan kedekatan dengan rakyat.

Akun @mulyadi250909 bahkan menyelipkan pesan semangat bagi sang gubernur:

“Habis Mulyono datanglah Mulyadi kata para pembenci. Sehat selalu KDM Bapak Aing 💪💪.”

Unggahan ini telah mendapatkan ribuan tayangan, ratusan suka, puluhan komentar, dan berbagai kali dibagikan ulang. Tagar #kdm dan #fyp turut membantu memperluas jangkauan unggahan di media sosial.

Fenomena ini tidak hanya menampilkan interaksi langsung antara pemimpin dan prajurit, tetapi juga memperlihatkan bagaimana media sosial menjadi panggung opini publik. Banyak komentar menilai bahwa tindakan Gubernur Dedi adalah bentuk ketulusan, sementara sebagian kecil lainnya menilai sebagai bagian dari pencitraan.

Namun, mayoritas warganet melihatnya sebagai pemandangan langka yang menyegarkan di tengah citra pejabat publik yang kerap terkesan menjaga jarak. Ungkapan seperti “Gubernur rasa Presiden” atau “Jawa Barat istimewa” muncul berulang kali di kolom komentar, menunjukkan kebanggaan warga terhadap sosok tersebut.

Makna di Balik Momen
Bagi banyak orang, hujan deras biasanya menjadi alasan untuk membubarkan kerumunan atau mempersingkat acara. Namun, di momen ini, justru hujan menjadi latar dramatis yang mempertegas kehangatan penyambutan. Basah kuyup tidak mengurangi semangat, malah menambah kesan emosional dan autentik.

  Tradisi Matoa’jang Mappadendang Kembali Digelar, Jadi Warisan Budaya Nasional

Prajurit yang menyambut bukan sekadar memberikan hormat secara formal, tetapi melakukan kontak fisik penuh rasa hormat dan sayang. Beberapa di antaranya tampak tersenyum lebar, tertawa, bahkan memejamkan mata saat memegang tangan sang gubernur.

Kehadiran pemimpin yang bersedia membaur di tengah rakyat tanpa jarak sering kali mendapatkan tempat istimewa di hati masyarakat. Media sosial memperkuat kesan ini dengan menyebarkan momen tersebut ke jutaan pengguna internet hanya dalam hitungan jam.

Unggahan seperti yang dibagikan @astriahasyim dan beberapa akun lain memperlihatkan bahwa Gubernur Dedi telah membangun citra kuat sebagai pemimpin yang dekat, sederhana, dan menghargai rakyatnya.

Kesimpulan
Peristiwa penyambutan Gubernur Dedi di tengah hujan deras, dengan kerumunan prajurit dan warga yang penuh antusiasme, menjadi salah satu sorotan publik hari ini. Video yang merekam momen tersebut bukan hanya sekadar dokumentasi, tetapi juga simbol kepercayaan, rasa hormat, dan kedekatan antara pemimpin dan masyarakat.

Meski ada segelintir komentar kritis, gelombang dukungan, doa, dan pujian mendominasi. Masyarakat menilai bahwa di tengah banyaknya tantangan sosial dan politik, sosok pemimpin yang mau hadir di tengah rakyat tanpa jarak adalah sesuatu yang patut diapresiasi.

Dengan popularitas yang terus menguat di media sosial, tak sedikit yang berharap Gubernur Dedi suatu saat bisa menempati posisi kepemimpinan yang lebih tinggi di tingkat nasional. (Abdul).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *