Berita Daerah

Haehudin Kepala Pekon Pandan Surat: 80 Tahun Indonesia Merdeka: Satu Jiwa, Satu Indonesia

248
×

Haehudin Kepala Pekon Pandan Surat: 80 Tahun Indonesia Merdeka: Satu Jiwa, Satu Indonesia

Sebarkan artikel ini
Gambar Doc SniperNew.id, Editor Ahmad, Jumat (08/08/2025).

Pringsewu, SniperNew.id  – Mem­peringati Hari Ulang Tahun (HUT) Repub­lik Indone­sia ke-80, Kepala Pekon Pan­dansurat, Keca­matan Suko­har­jo, Kabu­pat­en Pringsewu, Provin­si Lam­pung, Haerudin, bersama selu­ruh jajaran perangkat pekon menyam­paikan uca­pan sela­mat ser­ta ajakan reflek­tif untuk mem­perku­at seman­gat kebangsaan dan per­sat­u­an bangsa.

Dalam momen­tum berse­jarah ini, Haerudin menyam­paikan rasa syukur dan seman­gat kemerdekaan melalui pesan yang meng­gu­gah hati. “80 Tahun, Satu Jiwa, Satu Indone­sia!”

Slo­gan terse­but men­ja­di sim­bol seman­gat kolek­tif masyarakat Pekon Pan­dansurat dalam meny­ong­song usia kede­la­pan dekade kemerdekaan Indone­sia. Peringatan ini bukan sekadar per­ayaan ser­e­mo­ni­al, tetapi juga men­ja­di pang­gi­lan untuk terus melangkah maju mem­ban­gun negeri dalam keber­samaan dan jiwa nasion­al­isme.

  Upah Guru Honorer Disorot, Warganet Bandingkan dengan Sopir MBG

Haerudin menyam­paikan, kemerdekaan sejatinya bukan hanya bebas dari pen­ja­ja­han fisik, tetapi juga pem­be­basan dari berba­gai ben­tuk keter­be­lakan­gan yang masih dihadapi bangsa.

“Kemerdekaan tidak hanya ten­tang merde­ka dari pen­ja­ja­han, tapi juga merde­ka dari kemalasan, kebodohan, dan per­pec­a­han,” ujar Haerudin dalam pesan­nya.

Ia mene­gaskan, peringatan HUT RI ke-80 harus men­ja­di titik reflek­si nasion­al ter­hadap nilai-nilai luhur per­juan­gan para pendiri bangsa. Menu­rut­nya, seman­gat kemerdekaan harus senan­ti­asa hidup dan hadir dalam ben­tuk aksi nya­ta di ten­gah masyarakat, baik dalam mem­ban­gun desa, men­ja­ga per­sat­u­an, maupun mem­per­juangkan kead­i­lan dan kese­jahter­aan.

“Ini­lah saat­nya men­ja­di bangsa yang besar, den­gan seman­gat besar!” lan­jut­nya.

Dalam ung­ga­han res­mi yang turut dibagikan melalui media lokal dan plat­form dig­i­tal seper­ti SniperNew.id, Haerudin tampil men­ge­nakan batik bernu­ansa mer­ah dan cok­lat, lengkap den­gan lam­bang Kabu­pat­en Pringsewu di sisi kirinya. Desain grafis HUT RI ke-80 turut menampilkan war­na-war­na nasion­al mer­ah dan putih seba­gai ben­tuk peng­hor­matan ter­hadap ben­dera Mer­ah Putih dan sim­bol kesat­u­an bangsa.

  Isu Aksi Demo 25 Agustus, Seruan Pembubaran DPR Ramai di Medsos

Haerudin juga men­ga­jak masyarakat untuk menun­jukkan kecin­taan ter­hadap Tanah Air melalui kon­tribusi nya­ta dalam kehidu­pan sehari-hari. Menu­rut­nya, cin­ta kepa­da Indone­sia bukan hanya diu­cap­kan, melainkan harus ditun­jukkan melalui tin­dakan yang men­dukung kema­juan bangsa.

“Mari buk­tikan cin­ta tanah air bukan sekadar lewat kata-kata. Tapi lewat tin­dakan nya­ta, seman­gat mem­ban­gun, dan komit­men men­ja­ga per­sat­u­an,” pesan­nya lagi.

Lebih jauh, ia mene­gaskan bah­wa kemerdekaan bukan­lah akhir dari per­juan­gan, melainkan awal dari tang­gung jawab yang besar. Bangsa Indone­sia, menu­rut­nya, harus mam­pu men­ja­ga dan memak­nai kemerdekaan seba­gai amanah yang harus diisi den­gan ker­ja keras, gotong roy­ong, dan integri­tas. “Merde­ka bukan akhir melainkan awal dari tang­gung jawab besar,” tutup­nya.

  Kepedulian di Tengah Banjir: Harapan Baru untuk Warga Br. Gadon

Dalam kesem­patan yang sama, sege­nap jajaran perangkat Pekon Pan­dansurat juga turut menyam­paikan sela­mat mem­peringati HUT RI ke-80. Dukun­gan dan par­tisi­pasi aktif dari selu­ruh ele­men masyarakat men­ja­di kun­ci dalam men­ja­ga seman­gat kemerdekaan tetap hidup di ten­gah tan­ta­n­gan zaman yang terus berkem­bang.

Seba­gai infor­masi, Pekon Pan­dansurat meru­pakan salah satu desa di Keca­matan Suko­har­jo, Kabu­pat­en Pringsewu, yang dike­nal aktif dalam kegiatan sosial, pem­ban­gu­nan desa, ser­ta pelestar­i­an budaya lokal. Di bawah kepemimp­inan Haerudin, pemer­in­tah pekon berkomit­men men­dorong kema­juan wilayah melalui berba­gai pro­gram pem­ber­dayaan masyarakat dan pen­ingkatan kual­i­tas layanan pub­lik.

Peringatan kemerdekaan tahun ini men­ja­di momen­tum untuk mem­perku­at nilai kebangsaan, seman­gat gotong roy­ong, dan rasa memi­li­ki ter­hadap negara kesat­u­an Repub­lik Indone­sia. Melalui pesan yang kuat dan narasi yang menyen­tuh, Haerudin dan jajaran­nya men­ga­jak selu­ruh war­ga untuk men­ja­ga seman­gat 17 Agus­tus tetap menyala dalam hati dan tin­dakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *