Berita Daerah

Makam Raja Tersembunyi di Hutan Sawit, Misteri Sultan Moesa Syah yang Terlupakan

478
×

Makam Raja Tersembunyi di Hutan Sawit, Misteri Sultan Moesa Syah yang Terlupakan

Sebarkan artikel ini

Asa­han, SniperNew.id - Lebat­nya perke­bunan saw­it di Desa Sei Lama, Kabu­pat­en Asa­han, Sumat­era Utara, tersem­bun­yi sebuah makam tua yang meman­car­kan aura mist­is sekali­gus meny­im­pan sejarah pan­jang yang terlu­pakan, Senin (04/08)

Makam terse­but diyaki­ni milik Sul­tan Moe­sa Syah, salah satu raja dari Kesul­tanan Melayu Asa­han. Tim dari Pulu Raja Projects men­datan­gi lokasi terse­but dalam sebuah eks­pe­disi sejarah yang meng­gu­gah rasa penasaran pub­lik.

Dalam ung­ga­han Face­book res­mi Pulu Raja Projects tang­gal 21 Juni lalu, mere­ka menuliskan. “Revisi: Hari ini kami tiba di desa Sei Lama, kami didampin­gi pemi­lik lahan yang biasa dise­but si Mbah oleh masyarakat sek­i­tar…”

Si Mbah adalah war­ga setem­pat sekali­gus pemi­lik lahan tem­pat makam itu bera­da. Beli­aulah yang men­gan­tar tim menyusuri jalan seta­pak yang dike­lilin­gi pohon saw­it tua. Di balik semak belukar dan rerim­bunan pepo­ho­nan, berdiri­lah dua nisan kuno yang ditu­tupi kain hitam dan putih, seo­lah ingin menyem­bun­yikan iden­ti­tas sia­pa yang ter­bar­ing di sana.

  Ihya Ramadan Perdana MB Kelantan Himpun Perantau di Shah Alam

Tulisan besar bertuliskan “MAKAM RAJA — SULTAN MOESA SYAH” ter­pam­pang dalam salah satu gam­bar yang diung­gah. Makam itu tam­pak megah namun terlu­pakan, ter­tut­up lumut dan dit­ing­galkan dalam kesun­yian hutan saw­it.

Peri­s­ti­wa Aneh dan Aura Mist­is

Ung­ga­han lan­ju­tan menye­butkan bah­wa pen­e­muan makam ini bukan­lah hal biasa. Si Mbah mencer­i­takan peri­s­ti­wa unik yang per­nah ter­ja­di di sek­i­tar makam terse­but.

“Beli­au men­je­laskan wak­tu makam dite­mukan, ser­ta peri­s­ti­wa unik yang ter­ja­di di makam Sul­tan ker­a­jaan Melayu Asa­han, walau beli­au sendiri tidak menge­tahui nama raja yang berbar­ing di dalam makam tem­pat beli­au berke­bun.”

Keteran­gan ini menam­bah mis­teri besar: meskipun diyaki­ni seba­gai makam Sul­tan Moe­sa Syah, belum ada catatan pasti yang secara his­toris mem­buk­tikan sia­pa sebe­narnya yang dimakamkan di sana. Bahkan pemi­lik lahan yang tiap hari melin­tasi tem­pat itu pun tidak bisa memas­tikan iden­ti­tas jasad yang bera­da dalam pusara tua terse­but.

Kesul­tanan Melayu Asa­han dulun­ya meru­pakan ker­a­jaan kecil yang memi­li­ki hubun­gan erat den­gan Kesul­tanan Siak dan ker­a­jaan-ker­a­jaan Melayu lain­nya di pesisir timur Sumat­era. Sul­tan Moe­sa Syah diyaki­ni adalah salah satu pen­guasa yang sem­pat memimpin masa tran­sisi dan per­pec­a­han poli­tik di wilayah terse­but.

  BRI Kanca Perdagangan Turun Langsung Berikan Bantuan kepada Warga Dua Desa Terdampak

Namun, kare­na min­im­nya arsip sejarah dan banyaknya doku­men yang hilang, ham­pir tidak ada ref­er­en­si jelas ten­tang masa pemer­in­ta­han beli­au, ter­ma­suk lokasi makam aslinya.

Tagar yang dis­er­takan dalam ung­ga­han pun mem­perku­at mak­sud pen­car­i­an jejak sejarah ini:
#pulu­ra­japro­jects #raja­sul­tan­moe­sasyah #rajaasa­han #kesul­tanan­melayu

Sosok “Si Mbah” dan Jejak Lisan

Si Mbah men­ja­di satu-sat­un­ya sum­ber infor­masi lokal yang dap­at ditelusuri. Ia dise­but seba­gai pen­ja­ga tak res­mi dari situs sejarah ini. Dalam reka­man video, ter­li­hat tim Pulu Raja Projects ber­jalan menyusuri jalan seta­pak bersama si Mbah dan seo­rang gadis kecil. Di bagian bawah video ter­tulis. “Men­gais ceri­ta dan merangkum­nya.”

Kali­mat ini menan­dakan upaya mere­ka bukan sekadar doku­men­tasi, melainkan usa­ha menghidup­kan kem­bali sejarah yang terlu­pakan, menyusun kem­bali poton­gan-poton­gan kisah ker­a­jaan yang terkubur bersama debu zaman.

Speku­lasi dan Mitos, Masyarakat setem­pat per­caya bah­wa makam ini memi­li­ki ener­gi berbe­da. Tidak sedik­it war­ga yang men­gaku meli­hat cahaya aneh atau menden­gar suara game­lan dari arah makam di malam hari. Bahkan beber­a­pa war­ga eng­gan berke­bun ter­lalu dekat, kare­na takut “digang­gu”.

Beber­a­pa ver­si mitos menye­butkan bah­wa Sul­tan Moe­sa Syah wafat secara tidak wajar dalam kon­flik inter­nal ker­a­jaan, lalu dimakamkan secara diam-diam di ten­gah hutan agar tak dijarah pen­ja­jah Belan­da atau ker­a­jaan musuh. Penu­tu­pan nisan den­gan kain hitam dan putih pun diyaki­ni seba­gai ben­tuk “pen­ja­gaan spir­i­tu­al” agar makam tidak digang­gu makhluk halus atau manu­sia yang berni­at jahat.

  Muslok IX ORARI Pringsewu Disorot Netizen Media Sosial

Upaya Pelestar­i­an dan Hara­pan. Den­gan viral­nya video dan ung­ga­han ini yang telah disukai lebih dari 6.700 orang, diko­men­tari 147 kali, dan dibagikan sebanyak 364 kali, hara­pan masyarakat pun mulai tum­buh. Banyak war­ganet mende­sak pemer­in­tah daer­ah dan lem­ba­ga sejarah untuk segera meneli­ti lebih dalam situs ini dan men­jadikan­nya seba­gai bagian res­mi dari cagar budaya Kesul­tanan Asa­han.

Tim Pulu Raja Projects juga berharap penelusuran ini dap­at mem­bu­ka mata gen­erasi muda akan pent­ingnya melestarikan sejarah lokal. Kare­na di balik seti­ap pohon dan tanah, mungkin ada ceri­ta besar yang menung­gu untuk dite­mukan kem­bali.

Makam Sul­tan Moe­sa Syah bukan sekadar pusara tua di hutan saw­it. Ia adalah sim­bol iden­ti­tas, mis­teri, dan jejak masa lalu yang terlu­pakan. Di saat dunia mod­ern berlom­ba menge­jar masa depan, kisah ini mengin­gatkan kita bah­wa akar sejarah tak boleh dipu­tus. Dan sia­pa tahu, mungkin malam ini, keti­ka angin berbisik di sela daun saw­it, roh sang raja masih berjaga—menunggu namanya dise­but kem­bali den­gan hor­mat. (Abd)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *