Way Kanan, SniperNew.id - Kabupaten Way Kanan kembali diramaikan oleh hadirnya pasar malam yang digelar di Kelurahan Taman Asri, Baradatu. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu malam, 27 Juli 2025 ini berhasil menarik perhatian warga sekitar meskipun cuaca terasa panas. Pantauan dari udara menunjukkan keramaian luar biasa dengan berbagai wahana, tenda-tenda besar, dan gemerlap lampu yang menghiasi arena pasar malam, Kamis 31 Juli 2025.
Unggahan foto dan video dari akun “Kabupaten Way Kanan” di media sosial memperlihatkan suasana malam yang penuh warna. Meskipun panas, antusiasme pengunjung tidak surut. Banyak warga dari berbagai daerah turut hadir, seperti disebutkan dalam komentar oleh warganet Miad Suganda, “Wajar lagi musim kopi kan rame, lah hadir dari Kasui.”
Sejumlah warga juga memberikan komentar menarik. Boris Gans misalnya, mengungkapkan bahwa pasar malam ini datang di saat musim panen kopi, yang membuat sebagian warga menahan diri untuk pergi karena sedang menunggu hasil panen. “PM nya sih datang pas musim, ya orang pada nunggu kopi di rumah. Coba pas udah musim rame,” tulisnya. Ia juga menambahkan bahwa pasar malam di Lampung Utara cenderung sepi.
Sementara itu, Amba Labu, seorang pengguna lain, menyatakan dirinya hadir dari Tran Batumarta dan menyebut acara ini “mantap”. Sedangkan Bundy Nya Anisa hanya menuliskan satu kata, “Kereennn,” sebagai bentuk kekaguman atas suasana pasar malam tersebut.
Namun, tidak semua komentar bernada positif. Beberapa warga mengungkapkan kekecewaan karena wahana yang ada dirasa kurang menarik dibanding masa lalu. Knot Nott dan Roy Jaka Surya sama-sama menyayangkan tidak adanya wahana rumah hantu dan tong stand. “PM nya enggak ada rumah hantu & Roda2 gila,” kata Roy.
Hal senada juga disampaikan oleh pengguna bernama Mmss Eko. Ia mengatakan bahwa pasar malam saat ini tidak semeriah dulu. “Wahana & permainannya semakin berkurang. Dulu rumah hantunya ada, kalau sekarang sudah tidak ada lagi. Jadi PM tidak seseru seperti dulu,” keluhnya.
Supar Yadi turut menyoroti sisi ekonomi dari kegiatan ini. “Pasar malam memang hiburan rakyat tapi banyak rakyat menjerit karena ke pasar malam harus bawa duit,” tulisnya dua kali dalam kolom komentar. Ini menunjukkan bahwa meski menjadi hiburan rakyat, keberadaan pasar malam tetap membutuhkan pengeluaran yang tidak sedikit.
Di sisi lain, komentar Putri Bungsu menunjukkan realitas yang dialami para petani. Ia mengeluh karena tanaman jagungnya mati kering akibat tidak turun hujan di daerahnya, berbeda dengan wilayah lain yang diguyur hujan. “Kami petani, ada pasar malam nggak hujan, jagung pada mati kering,” keluhnya.
Selain komentar serius, ada juga komentar ringan dari akun seperti Uncle’s Barbershop Waykanan yang menyampaikan curahan hati tentang kerasnya hidup di Way Kanan. Ia menyebut bahwa hidup di daerah tersebut menuntut kekuatan mental, “yang semuamuanya harus kuat nahan batin.”
Dengan antusiasme yang tinggi dan dinamika masyarakat yang beragam, pasar malam di Taman Asri menjadi potret nyata hiburan lokal yang tak hanya menyenangkan, namun juga menggambarkan kondisi sosial dan ekonomi warga sekitarnya. Meski ada kekurangan, kehadiran pasar malam ini tetap membawa suasana meriah dan menjadi wadah interaksi sosial masyarakat.
Editor: (Ahmad)



















