Jakarta, SniperNew.id - Di tengah peristiwa penting seperti Pidato Kenegaraan (SONA) Presiden Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr. (PBMM), masyarakat tentu mengharapkan perhatian penuh dari para legislator terhadap isu-isu sosial dan advokasi nasional, Selasa 29 Juli 2025.
Namun, baru-baru ini tersebar sebuah foto viral yang justru menunjukkan hal sebaliknya seorang anggota parlemen yang terlihat sibuk dengan ponselnya, bukan untuk mendokumentasikan pidato, melainkan sedang bermain poker online.
Dalam unggahan dari akun @akosiigan di salah satu platform media sosial, terlihat sebuah gambar yang diambil dari belakang seorang legislator yang tampaknya tidak peduli dengan pidato presiden.
Keterangan dalam unggahan tersebut berbunyi, “EHEM: MALULAH KALIAN!!! Siapa dua anggota parlemen yang tertangkap kamera saat SONA PBMM? Yang satu bertaruh di e‑sabong, yang satu lagi main poker!!!” Ini adalah bentuk nyata dari hilangnya fokus dan tanggung jawab.
Dalam masyarakat di mana kepercayaan terhadap pemerintah terus diuji, tindakan kecil seperti sikap acuh dari seorang pemimpin bisa berdampak besar.
Di tengah kesulitan ekonomi, tingginya harga kebutuhan pokok, dan berbagai masalah nasional lainnya, rakyat menaruh harapan besar akan adanya kesatuan dan dedikasi dari para pemimpin yang mereka pilih.
Kehadiran fisik saja tidak cukup diperlukan partisipasi aktif dan mendengarkan dengan sungguh-sungguh.
Foto tersebut menjadi pengingat, bukan hanya bagi mereka yang berada di kursi kekuasaan, tetapi juga bagi setiap warga negara: tanggung jawab bukanlah permainan.
Ketika banyak orang berjuang demi kehidupan sehari-hari, ada mereka yang memiliki kekuasaan namun tampaknya lupa akan tugas sejatinya.
Namun, daripada hanya menyalurkan kemarahan, seharusnya kejadian ini menjadi pemicu perubahan. Sebuah seruan bagi para pemimpin untuk meninjau kembali niat mereka dalam menjabat.
Juga menjadi pengingat bagi para pemilih untuk lebih bijak dalam memilih siapa yang akan mereka percayakan untuk memegang kekuasaan.
Jika sebuah gambar dapat mengubah cara pandang, semoga hal ini juga mendorong tindakan nyata bukan sekadar untuk mengecam, tetapi untuk membangkitkan semangat pelayanan yang sejati.
Pada akhirnya, seorang pemimpin yang sejati tidak akan pernah bermain-main ketika rakyat sedang berbicara.
Editor Ahmad



















