Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Hikmah dari Asap Nasi Bakar: Pasar Keramat Pacet, Spirit Kebangkitan Tradisi dan Jiwa

554
×

Hikmah dari Asap Nasi Bakar: Pasar Keramat Pacet, Spirit Kebangkitan Tradisi dan Jiwa

Sebarkan artikel ini

Mojok­er­to, SniperNew.id – Kamis, 10 Juli 2025 Dalam keseder­hanaan pasar tra­di­sion­al, terkan­dung kekayaan nilai yang tak terni­lai. Seper­ti yang tam­pak di Pasar Kera­mat Pacet, Mojok­er­to, suasana pagi yang penuh kerama­han dan aro­ma sedap nasi bakar mem­bangk­itkan kenan­gan akan masa lalu masa di mana nilai gotong roy­ong, kesabaran, dan ketu­lu­san masih men­ja­di napas kehidu­pan.

  Sikat Tambang Ilegal, Pemkab Pringsewu Tak Main-Main

Pasar ini bukan sekadar tem­pat jual beli makanan tra­di­sion­al seper­ti nasi bakar, tapi juga men­ja­di ruang spir­i­tu­al yang menyen­tuh batin. Asap dari bungku­san daun pisang yang dibakar men­galir pelan ke udara, seo­lah mem­bawa pesan ke lan­git: bah­wa reze­ki harus diper­juangkan den­gan ikhlas dan sabar. Seti­ap pen­jual, den­gan wajah penuh seman­gat, men­ga­jarkan mak­na syukur dan ker­ja keras tan­pa kata.

  Tegas dan Proporsional: Pengawasan Dana BOS Dipertanyakan, Kinerja Kacabdin Pringsewu Perlu Dievaluasi

Pasar yang buka dari pukul 06.00 hing­ga 12.00 ini men­ja­di sim­bol kebangk­i­tan budaya lokal yang ham­pir pudar oleh moder­ni­tas. Namun di balik itu, ter­sir­at filosofi bah­wa sia­pa pun bisa men­e­mukan “kera­mat” dalam ruti­ni­tas har­i­an asal diji­wai den­gan niat baik, jujur, dan cin­ta ter­hadap tra­disi.

Untuk masyarakat awam, ini men­ja­di moti­vasi bah­wa hidup seder­hana bukan berar­ti ket­ing­galan zaman. Jus­tru di sini­lah kita men­e­mukan jati diri bangsa: mandiri, berbu­daya, dan religius. Edukasi terbe­sar dari pasar ini adalah bah­wa keba­ha­giaan bisa datang dari hal-hal kecil yang dilakukan den­gan sepenuh hati.

  Al-Hidayah Pesawaran Tebar 102 Paket Santunan, Bupati Ajak Perkuat Kepedulian di Bulan Suci

Pasar Kera­mat Pacet mengin­gatkan kita bah­wa dalam seti­ap asap nasi bakar, ada doa, ker­ja keras, dan cin­ta yang men­galir. Itu­lah yang mem­bu­at­nya “kera­mat”  bukan mist­is, tapi kare­na ia menghidup­kan kem­bali jiwa-jiwa yang ham­pir lupa akan akar budaya dan spir­i­tu­al­i­tas­nya. (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *