Papua, SniprNew.id – Di balik sunyi kabut Pegunungan Tengah Papua, secercah harapan kembali menyala. Satgas Pamtas Mobile RI-PNG Yonif 700/Wira Yudha Cakti, melalui Pos Kout Sinak, hadir sebagai pelindung sekaligus pelipur lara bagi masyarakat Tigiles yang terdampak konflik bersenjata. (28/6)
Aksi kemanusiaan ini bermula dari permintaan mendesak Kepala Suku Tigiles, Bapak Desman, kepada Satgas. Ia memohon bantuan untuk mendirikan tenda darurat bagi para pengungsi dari Kampung Pogoma, Kampung Lambera, dan Kampung Oneri yang honainya hangus dibakar oleh kelompok separatis bersenjata pimpinan Kalenak Murib.
Tanpa ragu, prajurit-prajurit TNI segera bergerak. Di bawah komando Danpos Kout Sinak, Letda Ckm Muh Akbar, A.Md.Kep, mereka membawa lebih dari sekadar perlengkapan tempur—mereka membawa ketulusan dan semangat gotong royong. Tenda-tenda dibangun dengan cepat, dibantu masyarakat setempat yang mulai kembali percaya bahwa mereka tak sendiri.
“Kami bukan hanya penjaga keamanan. Kami juga manusia yang terpanggil untuk menolong. Melihat anak-anak tidur di tanah tanpa atap dan ibu-ibu kehilangan rumah, itu menyayat hati kami. Ini bukan sekadar tugas, ini adalah panggilan jiwa,” ungkap Letda Akbar, menahan haru.
Kehadiran Satgas bukan hanya menciptakan rasa aman, tapi juga membangun kepercayaan dan kebersamaan. Mereka kini menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Tigiles, bukan karena seragamnya, tapi karena hatinya.
Bagi warga yang sebelumnya diselimuti ketakutan, tenda-tenda itu menjadi simbol harapan. Bukti bahwa negara masih hadir, bukan dengan janji, tapi dengan aksi.
Laporan Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 700/Wira Yudha Cakti
Editor: (Ahm)












