Berita TNI

Deteksi dini Kanker Payudara dan Serviks, Warga Makorem 044/Gapo (Kowad, PNS Putri & Persit) Ikuti Penyuluhan Kesehatan

179
×

Deteksi dini Kanker Payudara dan Serviks, Warga Makorem 044/Gapo (Kowad, PNS Putri & Persit) Ikuti Penyuluhan Kesehatan

Sebarkan artikel ini

Palembang,Snipernew.id – Warga Makorem 044/Gapo (Kowad, PNS Putri & Persit) mengikuti penyuluhan dan sosialisasi deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks), bertempat di Aula Makorem 044/Gapo Km. 4 Kota Palembang, Rabu (31/7/2024).

Pada Umumnya penyebab kanker payudara bisa terjadi karena faktor genetik, usia (risiko meningkat seiring bertambahnya usia), riwayat keluarga dengan kanker payudara, paparan hormonal, gaya hidup yang tidak sehat, obesitas, serta paparan radiasi tertentu.

  Kodam III/Slw Laksanakan Giat Sosial Ke Lembang dan "Ngamumule" Benteng Cikahuripan

Sedangkan Kanker Leher Rahim atau disebut juga kanker Serviks merupakan jenis kanker yang disebabkan oleh Human papilloma Virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher Rahim.

Melalui rilisnya Kapenrem 044/Gapo Mayor Inf Jauhari membeberkan, kegiatan penyuluhan dan sosialisasi kesehatan mengenai kanker payudara dan kanker leher rahim secara video conference ini diselenggarakan oleh Kesdam II/Swj.

  Persit Peduli, Kreatif dan Sederhana

“Ibu Ketua Persit KCK Koorcab Rem 044 PD II Sriwijaya Ny. Tina Thohir memberikan apresiasi kepada Kesdam II/Swj yang telah memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu warga Korem 044/Gapo,” jelas Kapenrem.

“Ibu Ketua berharap agar peserta yang hadir dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, serta memelihara perilaku hidup sehat dengan motto CERDIK (Cek kesehatan, enyahkan asap rokok, rajin aktifitas fisik, diet sehat seimbang, istirahat yang cukup serta kelola stress),” ucapnya.

  Cegah Malaria, Prajurit Satgas Yonarmed 11 Kostrad Jalani Pemeriksaan

“Dijelaskan juga oleh Ibu Ketua, lakukan metode SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) yang dilakukan sendiri sejak kita (wanita) mendapatkan haid pertamanya, serta bisa juga dengan SADANIS yang dilakukan oleh dokter, bidan atau petugas medis lainnya.” Pungkasnya.(Heriyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *